Suratkami.com – Deretan konglomerat pemilik bank terkaya di Indonesia kembali menjadi sorotan publik pada awal 2026. Sektor perbankan terbukti tetap menjadi mesin utama pembentuk kekayaan pribadi para taipan nasional, dengan nilai aset yang terus tumbuh di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data Forbes The Real-Time Billionaires List terbaru, sejumlah nama lama masih kokoh di papan atas orang terkaya Tanah Air. Dominasi ini menunjukkan bahwa bisnis bank, baik konvensional maupun digital, masih memegang peran strategis dalam peta kekayaan nasional.
Di antara nama-nama tersebut, Hartono bersaudara kembali menempati posisi teratas sebagai konglomerat pemilik bank terkaya di Indonesia. Mereka disusul oleh Dato Sri Tahir, Chairul Tanjung, hingga Eddy Kusnadi Sariaatmadja, yang sama-sama memiliki kepemilikan signifikan di sektor perbankan.
Dominasi Konglomerat Pemilik Bank di Daftar Orang Terkaya
Sektor perbankan secara konsisten melahirkan para miliarder Indonesia. Aset bank yang stabil, ekspansi digital, serta kepercayaan publik membuat bisnis ini menjadi tulang punggung kekayaan para konglomerat.
Beberapa faktor utama yang membuat perbankan tetap mendominasi antara lain:
- Basis nasabah yang sangat besar
- Peran sentral bank dalam sistem keuangan nasional
- Diversifikasi bisnis ke sektor digital dan teknologi
- Dukungan regulasi yang relatif stabil
Tak heran jika daftar orang terkaya Indonesia masih dipenuhi oleh pemilik dan pengendali bank besar.
Hartono Bersaudara, Penguasa Puncak Kekayaan Perbankan
Hartono bersaudara, yakni R. Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, kembali menempati posisi pertama sebagai konglomerat pemilik bank terkaya di Indonesia.
Menurut Forbes, R. Budi Hartono memiliki kekayaan bersih mencapai US$21,5 miliar atau setara Rp361,93 triliun. Sementara itu, Michael Hartono mencatatkan kekayaan US$20,6 miliar atau sekitar Rp346,78 triliun per Januari 2026.
Keduanya dikenal sebagai pemegang saham pengendali PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Hingga akhir 2024, perusahaan tersebut menguasai sekitar 54,94 persen saham BCA, menjadikan mereka figur paling berpengaruh di industri perbankan nasional.
Dato Sri Tahir dan Bank Mayapada di Posisi Kedua
Di bawah Hartono bersaudara, nama Dato Sri Tahir dan keluarga menempati posisi kedua dalam daftar konglomerat pemilik bank terkaya di Indonesia.
Pendiri Mayapada Group ini tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar US$10,7 miliar atau setara Rp180,12 triliun. Ia merupakan pemilik utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA).
Struktur kepemilikan Bank Mayapada juga melibatkan mitra strategis internasional. Selain Tahir dan keluarganya, perusahaan asuransi asal Taiwan, Cathay Insurance, turut menjadi pemegang saham pengendali.
Chairul Tanjung, Konglomerat Multisektor yang Kuat di Perbankan
Nama Chairul Tanjung atau CT berada di posisi ketiga sebagai konglomerat pemilik bank terkaya di Indonesia.
Forbes mencatat kekayaan bersih CT mencapai US$4,48 miliar atau sekitar Rp75,42 triliun, mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya.
Melalui PT Mega Corpora, CT mengendalikan sejumlah bank besar, antara lain:
- PT Bank Mega Tbk
- PT Bank Mega Syariah
- PT Allo Bank Indonesia Tbk
Selain bank nasional, Chairul Tanjung juga tercatat memiliki saham di beberapa bank pembangunan daerah, memperkuat posisinya di industri keuangan.
Mochtar Riady dan Keluarga Lippo
Di peringkat keempat, terdapat nama Mochtar Riady dan keluarga, pendiri Lippo Group.
Total kekayaan keluarga Riady mencapai US$3,3 miliar atau setara Rp55,55 triliun. Mereka dikenal sebagai pemilik PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU).
Meski sebagian saham Bank Nobu telah dilepas ke investor asing, keluarga Riady masih mempertahankan kepemilikan strategis yang menjadikan mereka tetap masuk jajaran konglomerat perbankan terkaya.
Hary Tanoesoedibjo dan MNC Bank
Selanjutnya ada Hary Tanoesoedibjo, pendiri MNC Group, dengan kekayaan bersih sekitar US$1,5 miliar atau setara Rp25,25 triliun.
Hary Tanoe menguasai PT Bank MNC Internasional Tbk, yang kini aktif mengembangkan layanan keuangan digital dan terintegrasi dengan ekosistem media serta hiburan milik MNC Group.
Langkah ini memperkuat posisi Hary Tanoesoedibjo sebagai salah satu konglomerat pemilik bank paling berpengaruh di Indonesia.
Eddy Kusnadi Sariaatmadja dan Transformasi Superbank
Nama terakhir dalam daftar ini adalah Eddy Kusnadi Sariaatmadja, salah satu pendiri Emtek Group.
Dengan kekayaan mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp20,20 triliun, Eddy Kusnadi mengendalikan PT Super Bank Indonesia atau Superbank.
Bank ini tengah bertransformasi menjadi bank digital dengan dukungan mitra global seperti Grab dan Singtel. Melalui anak usahanya, Eddy Kusnadi menggenggam 27,60 persen saham Superbank, menjadikannya salah satu pemain penting di era perbankan digital.
Mengapa Sektor Perbankan Tetap Melahirkan Orang Terkaya?
Kekayaan para konglomerat pemilik bank tidak lepas dari karakter bisnis perbankan itu sendiri. Beberapa alasan utamanya meliputi:
- Pendapatan stabil dari bunga dan layanan keuangan
- Skala bisnis yang terus berkembang
- Kepercayaan masyarakat yang tinggi
- Integrasi dengan layanan digital
Faktor-faktor ini membuat perbankan tetap menjadi sektor favorit para taipan Indonesia.
Kesimpulan
Daftar konglomerat pemilik bank terkaya di Indonesia 2026 kembali menegaskan kuatnya peran sektor perbankan dalam membentuk kekayaan nasional. Dari Hartono bersaudara hingga Eddy Kusnadi Sariaatmadja, bank bukan hanya bisnis, tetapi juga fondasi kekuatan ekonomi jangka panjang. Dengan transformasi digital yang terus berjalan, dominasi sektor ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
FAQ
Siapa konglomerat pemilik bank terkaya di Indonesia saat ini?
Hartono bersaudara masih menempati posisi teratas dengan kekayaan masing-masing di atas US$20 miliar.
Bank apa yang paling banyak dimiliki konglomerat besar?
Bank Central Asia (BCA) menjadi bank dengan pemilik terkaya di Indonesia.
Apakah sektor perbankan masih menjanjikan?
Ya, perbankan tetap menjadi sektor strategis dengan pertumbuhan stabil dan peluang digitalisasi.
Siapa pemilik bank digital dalam daftar ini?
Chairul Tanjung, Hary Tanoesoedibjo, dan Eddy Kusnadi Sariaatmadja memiliki bank dengan fokus digital.
Mengapa banyak orang terkaya berasal dari perbankan?
Karena bank memiliki peran sentral dalam ekonomi dan mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan.





