CBDK Bidik Marketing Sales Rp563 Miliar di 2026

Dwi Prakoso

cbdk

Suratkami.com, Jakarta – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menargetkan marketing sales Rp563 miliar pada 2026, tumbuh signifikan dari capaian tahun sebelumnya.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) memasang target ambisius untuk marketing sales atau prapenjualan pada tahun 2026. Perseroan membidik angka Rp563 miliar, meningkat sekitar 31 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang sebesar Rp430 miliar.

Target marketing sales tersebut mencerminkan strategi perusahaan yang semakin selektif dalam melihat peluang pasar properti. Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik, CBDK tetap mengedepankan pendekatan adaptif guna menjaga pertumbuhan kinerja.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menegaskan bahwa target tersebut tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga mencerminkan penguatan posisi kawasan CBD PIK 2 sebagai pusat aktivitas bisnis baru yang terus berkembang.

Strategi Monetisasi Kaveling Komersial

Steven Kusumo menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan pada 2026 adalah mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial. Segmen ini dinilai memiliki potensi besar seiring meningkatnya minat pelaku usaha dalam mengamankan lokasi strategis.

Menurutnya, mulai terlihat adanya pemulihan minat atau appetite dari kalangan investor dan pelaku bisnis. Mereka mulai kembali aktif mencari lahan untuk ekspansi usaha, terutama di kawasan yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Kondisi ini menjadi peluang bagi CBDK untuk memperkuat posisi sebagai pengembang utama di kawasan CBD PIK 2. Dengan perencanaan yang matang, perseroan optimistis dapat memaksimalkan potensi pendapatan dari segmen tersebut.

Penguatan Ekosistem Kawasan Jadi Kunci

Selain fokus pada penjualan lahan, CBDK juga menaruh perhatian besar pada pengembangan ekosistem kawasan. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan fasilitas berskala besar seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Kehadiran NICE diharapkan mampu mendorong kegiatan MICE, baik nasional maupun internasional.

Tidak hanya itu, CBDK juga menargetkan Hotel Hilton PIK 2 mulai beroperasi pada tahun depan. Proyek ini diharapkan menjadi sumber pendapatan berulang atau recurring income yang signifikan bagi perusahaan.

Dengan kombinasi antara fasilitas konvensi dan akomodasi premium, kawasan PIK 2 diproyeksikan semakin menarik bagi pelaku bisnis maupun wisatawan.

Permintaan Residensial dan Komersial Tetap Positif

Meskipun kaveling komersial menjadi kontributor utama marketing sales, CBDK tetap mengembangkan produk residensial dan komersial lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan portofolio bisnis.

Permintaan hunian residensial di kawasan PIK 2 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kawasan yang semakin matang menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya minat konsumen.

Sementara itu, produk komersial seperti ruko, rukan, dan small office home office (SOHO) juga diproyeksikan tetap diminati pasar. Berkembangnya aktivitas bisnis di kawasan tersebut menjadi katalis utama permintaan.

Dengan demikian, diversifikasi produk tetap menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas kinerja perusahaan di tengah fluktuasi pasar.

Didukung Infrastruktur dan Aksesibilitas

Optimisme CBDK terhadap prospek jangka panjang juga didukung oleh pengembangan infrastruktur yang terus berjalan. Salah satunya adalah peningkatan konektivitas melalui Tol Kataraja.

Aksesibilitas yang semakin baik membuat kawasan PIK 2 lebih mudah dijangkau. Hal ini tentunya meningkatkan daya tarik kawasan sebagai pusat bisnis baru di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, luasnya cadangan lahan atau land bank yang dimiliki perusahaan menjadi keunggulan tersendiri. Dengan lahan yang masih besar, CBDK memiliki fleksibilitas dalam mengembangkan berbagai proyek di masa depan.

Prospek Jangka Panjang Tetap Cerah

Meski menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi global, CBDK tetap optimistis terhadap prospek bisnis properti ke depan. Strategi yang terukur dan pengembangan kawasan yang terintegrasi menjadi modal utama.

Keberadaan fasilitas seperti NICE dan rencana operasional Hotel Hilton PIK 2 diharapkan mampu memperkuat ekosistem bisnis secara keseluruhan. Hal ini tidak hanya meningkatkan nilai kawasan, tetapi juga mendongkrak aktivitas ekonomi.

Dengan pendekatan yang adaptif dan fokus pada kebutuhan pasar, CBDK berpeluang besar mencapai target marketing sales 2026. Perseroan juga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan kawasan.

Ke depan, kawasan CBD PIK 2 diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang strategis, sekaligus memperkuat posisi CBDK di industri properti nasional.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Nanovest Terbaru Mei 2026: Peluang Cuan dari Investasi Digital

Kode Referral Nanovest Terbaru Mei 2026: Peluang Cuan dari Investasi Digital

Kunjungi Artikel