Suratkami.com, Jakarta – Iran buka Selat Hormuz secara penuh untuk kapal komersial pada Jumat, 17 April 2026. Keputusan ini langsung mengguncang pasar energi global dan membuat harga minyak dunia turun tajam.
Pemerintah Iran menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut kini kembali bisa dilalui secara normal. Namun, kapal yang melintas tetap diwajibkan mengikuti jalur khusus yang sudah ditentukan otoritas maritim Iran.
Langkah Iran membuka kembali Selat Hormuz terjadi di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Situasi ini memicu optimisme pasar bahwa pasokan minyak global akan kembali stabil setelah sempat terganggu akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal Komersial
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz kini terbuka penuh selama masa gencatan senjata berlangsung.
Ia menyebut seluruh kapal komersial diizinkan melintas, tetapi harus melalui jalur terkoordinasi yang telah disiapkan oleh otoritas Iran. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan pelayaran dan mencegah insiden di kawasan yang sebelumnya dipenuhi ketegangan militer.
Selain itu, pejabat Iran juga meminta seluruh kapal dagang berkoordinasi dengan pasukan maritim setempat sebelum melintas. Hal ini dinilai penting agar arus pelayaran tetap lancar selama masa gencatan senjata berjalan.
Harga Minyak Dunia Langsung Turun
Keputusan Iran buka Selat Hormuz langsung berdampak pada pasar minyak global. Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 10 persen hingga berada di bawah 90 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis WTI juga anjlok lebih dari 10 persen dan sempat menyentuh level sekitar 80 dolar AS per barel. Penurunan ini terjadi karena pasar melihat risiko gangguan pasokan energi kini mulai berkurang.
Analis pasar menilai harga minyak sebelumnya sudah terlalu tinggi karena adanya premi risiko dari konflik Timur Tengah. Karena itu, ketika Iran memastikan jalur pelayaran dibuka kembali, pasar langsung bereaksi dengan aksi jual besar-besaran.
Bahkan, penurunan harga minyak kali ini menjadi salah satu yang terbesar sejak awal April 2026. Brent sempat turun hingga 9 persen, sedangkan WTI jatuh lebih dari 11 persen dalam satu hari perdagangan.
Selat Hormuz Jadi Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute utama pengiriman minyak dari Timur Tengah.
Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati Selat Hormuz setiap hari. Karena itu, setiap ancaman penutupan jalur ini selalu berdampak besar terhadap harga energi dunia.
Dampak Penutupan Selat Hormuz
Jika Selat Hormuz ditutup, beberapa dampak besar yang bisa terjadi antara lain:
- Harga minyak dunia melonjak tajam
- Biaya logistik dan transportasi meningkat
- Pasokan energi global terganggu
- Harga bahan bakar di berbagai negara ikut naik
- Inflasi global bisa semakin tinggi
Karena itu, keputusan Iran membuka jalur ini kembali dianggap sebagai kabar baik bagi pasar global. Selain membuat harga minyak turun, keputusan ini juga memberi harapan bahwa konflik di kawasan bisa mereda dalam waktu dekat.
Respons Amerika Serikat dan Pasar Global
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut positif keputusan Iran membuka Selat Hormuz. Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai sinyal baik menuju stabilitas kawasan.
Meski begitu, Amerika Serikat masih mempertahankan pengawasan militer di kawasan Teluk. Washington juga disebut tetap menjalankan blokade tertentu sampai ada kesepakatan yang lebih permanen dengan Teheran.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mewaspadai kemungkinan ketegangan baru. Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dinilai masih rapuh. Jika konflik kembali memanas, harga minyak bisa kembali naik dalam waktu singkat.
Namun untuk saat ini, keputusan Iran buka Selat Hormuz memberi napas segar bagi pasar energi global. Arus pasokan minyak diperkirakan kembali normal dan risiko gangguan distribusi energi bisa berkurang dalam beberapa hari ke depan.





