Saham GOTO Melonjak Usai Cetak Laba Perdana

Dwi Prakoso

Saham GOTO Melonjak Usai Cetak Laba Perdana

uratkami.com, Jakarta – saham GOTO melonjak pada perdagangan Rabu (29/4/2026) setelah perusahaan mencatatkan laba bersih perdana sejak berdiri. Kinerja ini langsung memicu respons positif dari pelaku pasar.

Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi sorotan utama di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor merespons cepat kabar laba kuartal I-2026 yang dinilai sebagai titik balik perusahaan.

Data perdagangan menunjukkan lonjakan signifikan baik dari sisi harga maupun volume. Hal ini menandakan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang emiten teknologi tersebut.

Saham GOTO Melonjak, Didorong Laba Perdana

Pada pukul 09.27 WIB, saham GOTO melesat 7,55 persen ke level Rp57 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp235,8 miliar dengan volume perdagangan sebesar 4,15 miliar saham.

Kenaikan ini memperpanjang tren positif dalam sebulan terakhir. Saham GOTO tercatat menguat 11,76 persen secara bulanan. Namun, secara year-to-date (YtD), saham ini masih terkoreksi 10,94 persen.

Lonjakan harga saham ini tidak lepas dari laporan keuangan terbaru. Untuk pertama kalinya, GoTo mencatat laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026.

Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatat rugi bersih Rp367 miliar. Artinya, terjadi perbaikan kinerja hingga Rp538 miliar secara tahunan.

Kinerja Keuangan Tunjukkan Perbaikan Signifikan

Selain laba bersih, sejumlah indikator keuangan lainnya juga menunjukkan tren positif. Pendapatan bersih GoTo naik 26 persen menjadi Rp5,3 triliun.

Sementara itu, Gross Transaction Value (GTV) inti grup melonjak 65 persen menjadi Rp138 triliun. Total GTV bahkan mencapai Rp236 triliun atau tumbuh 63 persen secara tahunan.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna. Annual Transacting Users (ATU) naik 22 persen menjadi 69 juta pengguna.

Di sisi profitabilitas, EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp907 miliar. Angka ini melonjak 131 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, perusahaan mencatat arus kas bebas positif sebesar Rp1,3 triliun. Ini mencerminkan pengelolaan keuangan yang semakin sehat dan efisien.

Strategi AI dan Efisiensi Jadi Kunci

Manajemen GoTo menyebut penerapan teknologi menjadi salah satu faktor utama perbaikan kinerja. Perusahaan mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai lini bisnis.

Strategi ini difokuskan pada peningkatan pengalaman pelanggan. Selain itu, AI juga digunakan untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi layanan.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyebut pencapaian laba sebagai tonggak penting. Ia menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari strategi jangka panjang perusahaan.

Dukungan Mitra Jadi Fondasi Pertumbuhan

Hans juga menekankan pentingnya peran mitra pengemudi dalam ekosistem GoTo. Menurutnya, jutaan mitra driver menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnis.

Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan mitra. Selain itu, berbagai program perlindungan dan dukungan akan diperkuat.

Sementara itu, Direktur Keuangan GoTo, Simon Ho, menyoroti efisiensi biaya yang mulai terlihat. Ia menyebut struktur bisnis kini semakin kuat dengan adanya operating leverage.

Menurut Simon, pertumbuhan pendapatan saat ini jauh melampaui kenaikan biaya. Hal ini terjadi di berbagai segmen, termasuk fintech dan layanan on-demand.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Meski mencatat kinerja impresif, GoTo tetap berhati-hati dalam menetapkan target. Perusahaan mempertahankan proyeksi EBITDA setahun penuh di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Keputusan ini mempertimbangkan berbagai faktor eksternal. Di antaranya ketidakpastian ekonomi global, potensi persaingan, serta dinamika biaya operasional.

Namun, posisi perusahaan dinilai cukup solid. Fundamental bisnis yang membaik menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ke depan.

Selain itu, integrasi teknologi dan efisiensi diyakini akan terus mendukung pertumbuhan. Jika tren ini berlanjut, saham GOTO berpotensi mempertahankan momentum positif.

Di sisi lain, investor tetap mencermati risiko eksternal. Fluktuasi pasar global dan perubahan kebijakan dapat memengaruhi pergerakan saham.

Karena itu, pelaku pasar diharapkan tetap selektif. Meski prospek terlihat cerah, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor.

Dengan capaian laba perdana ini, saham GOTO melonjak bukan sekadar reaksi sesaat. Namun, juga menjadi sinyal perubahan arah bisnis menuju profitabilitas berkelanjutan.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Jadwal Praktek Dokter RS Imanuel Lampung Lengkap Terbaru Juni 2026

Jadwal Praktek Dokter RS Imanuel Lampung Lengkap Terbaru Juni 2026

Kunjungi Artikel