Suratkami.com, Jakarta – PT INTI segera ditutup menjadi perhatian publik setelah pernyataan Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, dalam Jogja Financial Festival 2026. Pernyataan tersebut langsung memicu pembahasan luas terkait nasib salah satu BUMN telekomunikasi tertua di Indonesia.
Dony menyebut PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI saat ini menghadapi persoalan serius. Karena itu, pemerintah melalui Danantara mempertimbangkan langkah penutupan sebagai bagian dari pembenahan perusahaan negara yang bermasalah.
Kabar PT INTI segera ditutup juga menandai perubahan besar dalam pengelolaan BUMN nasional. Pemerintah kini mulai mendorong integrasi dan konsolidasi perusahaan negara agar tidak berjalan sendiri-sendiri seperti sebelumnya.
PT INTI Segera Ditutup Karena Masalah Pengelolaan
Dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Dony Oskaria menjelaskan banyak BUMN mengalami tekanan bisnis akibat sistem pengelolaan yang tidak saling terhubung. Menurutnya, kondisi itu membuat perusahaan sehat sulit membantu BUMN yang sedang bermasalah.
Ia mencontohkan PT INTI yang dulu dikenal sebagai perusahaan penting di sektor telekomunikasi nasional. Namun, saat ini perusahaan tersebut disebut menghadapi tantangan berat hingga kemungkinan akan ditutup.
Dony mengatakan selama ini setiap BUMN berjalan sendiri. Akibatnya, keuntungan perusahaan besar tidak bisa dimanfaatkan untuk menopang perusahaan lain yang sedang kesulitan.
Selain itu, pola pengelolaan lama dinilai membuat banyak perusahaan negara sulit bertahan menghadapi perubahan industri dan persaingan bisnis modern.
Sejarah PT INTI di Industri Telekomunikasi Nasional
PT Industri Telekomunikasi Indonesia didirikan pada 30 Desember 1974. Perusahaan pelat merah ini bergerak di bidang produksi perangkat telekomunikasi dan teknologi.
Pada era 1985 hingga 1998, PT INTI pernah menjadi pemain utama dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional. Bahkan, perusahaan tersebut sempat menjadi pemasok tunggal Sentral Telepon Digital Indonesia atau STDI.
Saat itu, PT INTI menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar infrastruktur telekomunikasi nasional. Keberadaan perusahaan ini sangat penting dalam mendukung pengembangan jaringan komunikasi di Indonesia.
Namun, perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat persaingan industri semakin ketat. Di sisi lain, transformasi bisnis yang berjalan lambat disebut menjadi salah satu tantangan besar bagi PT INTI.
PT INTI Pernah Jadi Kebanggaan Industri Nasional
Keberhasilan PT INTI pada masa lalu tidak lepas dari dukungan pemerintah dan tingginya kebutuhan infrastruktur telekomunikasi nasional. Produk serta layanan perusahaan tersebut pernah digunakan secara luas di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, PT INTI juga dikenal sebagai simbol kemampuan industri teknologi nasional pada masanya. Karena itu, kabar PT INTI segera ditutup menimbulkan perhatian dari berbagai pihak.
Banyak pengamat menilai penutupan perusahaan bersejarah ini menjadi gambaran keras tentang perubahan industri teknologi yang sangat cepat dalam beberapa dekade terakhir.
Danantara Konsolidasikan BUMN Bermasalah
Dony Oskaria menjelaskan pemerintah kini melakukan konsolidasi BUMN melalui Danantara. Skema ini disebut sebagai sovereign wealth fund berbasis perusahaan negara.
Melalui sistem baru tersebut, keuntungan dari BUMN besar diharapkan dapat membantu perusahaan negara lain yang sedang mengalami tekanan bisnis. Sebelumnya, mekanisme seperti itu tidak bisa dilakukan.
Ia juga menyinggung beberapa perusahaan negara lain yang pernah menghadapi tekanan serius, seperti PT Jakarta Lloyd dan PT Krakatau Steel. Meski begitu, pemerintah kini mencoba membangun sistem yang lebih terintegrasi.
Menurut Dony, perubahan model pengelolaan diperlukan agar BUMN memiliki daya tahan lebih kuat menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan pasar.
Dampak Penutupan PT INTI bagi Industri Nasional
Rencana PT INTI segera ditutup diperkirakan akan memberi dampak besar, terutama bagi sektor industri telekomunikasi nasional. Selain itu, nasib tenaga kerja dan aset perusahaan juga menjadi perhatian publik.
Beberapa pengamat menilai langkah penutupan bisa menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang sedang dilakukan pemerintah terhadap BUMN yang tidak lagi kompetitif.
Namun, di sisi lain, sebagian pihak berharap pemerintah tetap mempertimbangkan peluang transformasi bisnis sebelum mengambil keputusan final. Apalagi, PT INTI memiliki sejarah panjang dalam perkembangan teknologi Indonesia.
Sementara itu, pemerintah melalui Danantara belum menjelaskan secara rinci kapan proses penutupan akan dilakukan. Meski begitu, pernyataan tersebut sudah menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi besar terhadap BUMN sedang berlangsung.
Kabar PT INTI segera ditutup kini menjadi salah satu isu ekonomi yang paling banyak diperbincangkan. Publik pun menunggu langkah lanjutan pemerintah terkait masa depan perusahaan telekomunikasi milik negara tersebut.





