Aset GTSI Naik 32 Persen, Ekspansi Armada Terus Berlanjut

Dwi Prakoso

Aset GTSI Naik 32 Persen, Ekspansi Armada Terus Berlanjut

SuratKami.com, JakartaAset GTSI naik 32 persen sepanjang tahun buku 2025. Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator kuat bahwa PT GTS Internasional Tbk (GTSI) terus memperkuat posisinya di industri logistik maritim nasional melalui strategi ekspansi armada dan peningkatan efisiensi operasional.

Kenaikan aset tersebut diumumkan dalam Paparan Publik (Public Expose) yang digelar usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (25/6/2026). Perseroan melaporkan total aset mencapai USD149,2 juta atau meningkat 32,25 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar USD112,9 juta.

Selain menunjukkan pertumbuhan aset yang solid, GTSI juga mencatat kenaikan pendapatan sepanjang 2025. Perseroan optimistis strategi ekspansi armada, digitalisasi operasional, serta penguatan bisnis utama akan menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang.

Aset GTSI Naik 32 Persen Berkat Penambahan Armada

Peningkatan aset GTSI terutama ditopang oleh penambahan armada kapal Danaputri 1. Selain itu, perusahaan juga menambah aset tidak lancar untuk mendukung aktivitas docking kapal yang menjadi bagian penting dari operasional.

Di sisi lain, kenaikan aset juga berasal dari bertambahnya kas dan setara kas setelah Perseroan memperoleh pinjaman dari institusi keuangan sebagai modal kerja. Tidak hanya itu, piutang dari pihak ketiga atas jasa operasi sewa kapal juga ikut meningkat.

Direktur Utama GTSI, Yon Irawan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan yang didukung strategi ekspansi yang tepat.

Menurutnya, Perseroan terus memperkuat komitmen dalam mendukung distribusi pasokan energi Indonesia melalui layanan logistik maritim yang semakin andal.

Pendapatan Tumbuh Hampir Delapan Persen

Selain mencatat bahwa aset GTSI naik 32 persen, perusahaan juga membukukan pertumbuhan pendapatan.

Sepanjang 2025, pendapatan GTSI mencapai USD34,7 juta. Angka tersebut meningkat sekitar 7,92 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar USD32,2 juta.

Yon menjelaskan bahwa jasa sewa kapal masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan. Selama tiga tahun terakhir, segmen tersebut berkontribusi sekitar 98 persen terhadap total pendapatan Perseroan.

Meskipun demikian, perusahaan tidak ingin hanya bergantung pada satu lini bisnis. Karena itu, GTSI terus membuka peluang ekspansi dan diversifikasi usaha guna menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Fokus Menambah Armada Kapal

Perseroan menilai penambahan armada menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat daya saing.

Strategi tersebut juga dipersiapkan agar perusahaan mampu menjawab kebutuhan industri logistik maritim yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Efisiensi Operasional Jadi Kunci Profitabilitas

Manajemen GTSI menilai efisiensi operasional menjadi salah satu faktor utama yang menjaga profitabilitas perusahaan sepanjang 2025.

Optimalisasi rute pelayaran dilakukan agar penggunaan armada menjadi lebih efektif. Selain itu, perusahaan juga mempercepat digitalisasi operasional untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai aktivitas bisnis.

Pemanfaatan teknologi dalam sistem pemantauan pengelolaan kapal turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja operasional. Langkah tersebut membantu perusahaan mengendalikan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas armada.

Sementara itu, pengelolaan risiko yang lebih baik serta strategi efisiensi biaya berhasil mendukung perbaikan rasio likuiditas dan solvabilitas perusahaan selama 2025.

Komitmen ESG dan Rencana Ekspansi 2026

Selain membukukan pertumbuhan bisnis, GTSI terus memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau ESG.

Perseroan mempertahankan penggunaan bahan bakar LNG dan Low Sulphur Fuel Oil (LSFO) dalam operasional kapal. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.

Sepanjang 2025, GTSI juga berhasil mencatatkan zero oil spill. Capaian itu menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga perlindungan lingkungan selama aktivitas operasional berlangsung.

Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan meningkatkan durasi pelatihan hingga 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan juga meningkat sekitar 42 persen.

Untuk tahun 2026, GTSI telah menyiapkan sejumlah agenda pengembangan bisnis, antara lain:

  • Melanjutkan ekspansi bisnis logistik maritim.
  • Mengembangkan proyek regasifikasi.
  • Mengevaluasi peluang akuisisi armada LNG Carrier berkapasitas menengah.
  • Menjajaki kerja sama strategis di sektor LNG.
  • Memperkuat bisnis jasa sewa kapal sebagai sumber pendapatan utama.

Melalui berbagai strategi tersebut, manajemen optimistis pertumbuhan perusahaan dapat terus berlanjut. Penambahan armada, penguatan operasional, implementasi ESG, serta pengembangan bisnis LNG diharapkan mampu memperkokoh posisi GTSI sebagai salah satu perusahaan logistik maritim yang mendukung distribusi energi nasional. Dengan demikian, aset GTSI naik 32 persen bukan hanya menjadi capaian tahunan, tetapi juga menjadi fondasi bagi ekspansi dan pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Undangan Kredito Juni 2026 [LWHSH], Cara Daftar Cepat Acc!

Kode Undangan Kredito Juni 2026 [LWHSH], Cara Daftar Cepat Acc!

Kunjungi Artikel