Kerja Sama Express dan GOTO Berakhir, TAXI Kehilangan Kontrak Strategis

Dwi Prakoso

Kerja Sama Express dan GOTO Berakhir, TAXI Kehilangan Kontrak Strategis

Suratkami.com – Jakarta — Kerja Sama Express dan GOTO Berakhir setelah PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) resmi mengakhiri kemitraannya dengan PT Rekan Anak Bangsa (RAB), entitas usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pengakhiran kerja sama tersebut mulai berlaku efektif pada 2 Juli 2026.

Keputusan tersebut menandai berakhirnya kolaborasi yang berlangsung kurang dari dua tahun. Padahal, kemitraan itu sebelumnya menjadi titik balik bagi Express yang sempat mengalami tekanan bisnis akibat perubahan industri transportasi dan pandemi Covid-19.

Meski kehilangan salah satu kontrak penting, manajemen Express memastikan perusahaan tetap berupaya menjaga kinerja melalui optimalisasi kontrak kerja lainnya. Perseroan juga akan terus mencari peluang bisnis baru untuk mempertahankan pendapatan di tengah persaingan industri transportasi.

Kerja Sama Express dan GOTO Berakhir Secara Resmi

PT Express Transindo Utama Tbk mengumumkan telah menerima surat resmi dari PT Rekan Anak Bangsa mengenai pengakhiran Perjanjian Pengadaan Jasa antara kedua perusahaan. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama Express, Johannes Triatmojo, menyampaikan bahwa pengakhiran perjanjian tersebut mulai berlaku efektif pada Kamis, 2 Juli 2026.

Johannes menjelaskan surat dari RAB menjadi dasar resmi berakhirnya hubungan kerja sama yang sebelumnya dijalankan kedua belah pihak. Dengan demikian, seluruh bentuk kerja sama dalam pengelolaan armada yang telah berlangsung sebelumnya resmi dihentikan.

Berakhirnya kemitraan tersebut tentu memberikan dampak terhadap operasional perusahaan. Namun demikian, Express menegaskan akan tetap menjalankan strategi bisnis yang telah disiapkan agar kondisi keuangan perusahaan tetap terjaga.

Selain itu, perseroan menyatakan akan memaksimalkan berbagai kontrak yang masih berjalan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak penurunan pendapatan akibat berakhirnya kerja sama dengan GOTO Group.

Kontrak Strategis yang Sempat Menghidupkan Kembali Express

Kerja sama antara Express dan GOTO sebelumnya diumumkan pada November 2024. Saat itu, kolaborasi tersebut dinilai sebagai momentum penting bagi kebangkitan perusahaan yang telah lama menghadapi tekanan bisnis.

Sejak kemunculan layanan transportasi berbasis aplikasi pada 2015, bisnis Taxi Express mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut semakin berat ketika pandemi Covid-19 membatasi mobilitas masyarakat dan menekan permintaan layanan transportasi.

Akibat tekanan tersebut, perusahaan bahkan menghentikan operasional armada taksi putih yang selama bertahun-tahun menjadi identitas Taxi Express. Aktivitas usaha kemudian lebih banyak bertumpu pada layanan bus pariwisata.

Melalui kerja sama dengan GOTO Group, Express memperoleh kesempatan baru untuk mengelola armada mobil listrik BYD M6 milik Gojek. Perseroan juga dipercaya mengelola fasilitas pool kendaraan yang dilengkapi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Kolaborasi itu dianggap sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju layanan transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan. Karena itu, berakhirnya kemitraan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar maupun investor.

Target Besar yang Belum Sempat Terwujud

Saat kerja sama diumumkan, manajemen Express memiliki target cukup ambisius. Perseroan berharap dapat mengoperasikan sedikitnya 24 ribu armada taksi untuk melayani kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Jabodetabek.

Target tersebut dirancang melalui kombinasi pengalaman Express dalam pengelolaan armada dengan teknologi digital milik GOTO. Integrasi kedua kekuatan itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan GoCar sekaligus memperluas penggunaan kendaraan listrik.

Namun, harapan tersebut tidak sepenuhnya terwujud. Sebelum target operasional tercapai, kedua perusahaan justru sepakat mengakhiri kerja sama lebih awal.

Meskipun begitu, Express menegaskan bahwa perusahaan akan tetap fokus menjalankan strategi transformasi bisnis. Perseroan juga membuka peluang menjalin kemitraan baru yang dapat mendukung pertumbuhan usaha pada masa mendatang.

Dampak bagi Kinerja Perseroan

Manajemen Express mengakui pengakhiran kontrak dengan GOTO akan memengaruhi pendapatan perusahaan. Kontrak tersebut merupakan salah satu sumber pemasukan yang memiliki nilai strategis bagi perseroan.

Meski demikian, perusahaan menilai dampak tersebut masih dapat dikelola melalui optimalisasi kontrak lain yang masih aktif. Selain itu, Express akan meningkatkan efisiensi operasional agar kondisi keuangan tetap stabil.

Di sisi lain, pengamat menilai berakhirnya kerja sama ini menjadi tantangan baru bagi Express dalam mempertahankan momentum transformasi bisnis. Persaingan industri transportasi berbasis aplikasi juga masih berlangsung sangat ketat.

Ke depan, investor diperkirakan akan mencermati langkah strategis yang diambil perusahaan. Keberhasilan memperoleh mitra baru atau memperluas lini bisnis akan menjadi faktor penting dalam menentukan prospek kinerja PT Express Transindo Utama Tbk.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Bibit Juli 2026: Cara Daftar Mudah, Cepat Acc, Bonus Cashback Rp25.000

Kode Referral Bibit Juli 2026: Cara Daftar Mudah, Cepat Acc, Bonus Cashback Rp25.000

Kunjungi Artikel