Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila Perluas Jejaring Global

Ragilkun SK

Konsep Otomatis

SEMARANGSuratkami.com, Semarang – Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila memperluas jejaring global melalui keikutsertaan dalam The Second IPTPI International Conference on Educational Technology. Kegiatan tersebut berlangsung di Semarang pada 8 Agustus 2026.

Konferensi internasional ini menjadi ruang penting bagi dosen dan mahasiswa untuk memperkuat budaya akademik. Selain itu, forum tersebut membuka peluang bertukar gagasan dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Keikutsertaan Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila juga menunjukkan arah pengembangan program studi yang semakin terbuka terhadap lingkungan akademik internasional. Dosen dan mahasiswa tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi turut berkontribusi sebagai presenter.

Konferensi Angkat Isu Teknologi Pendidikan

The Second IPTPI International Conference on Educational Technology diselenggarakan oleh Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI). Konferensi mengangkat tema “Integrating Edutech as a Catalyst for Change Towards a Smarter and Adaptive Future Learning.”

Tema tersebut menyoroti peran teknologi pendidikan dalam membentuk pembelajaran masa depan. Perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dengan perubahan.

Karena itu, forum internasional seperti ini memiliki posisi strategis. Peserta dapat memahami perkembangan teknologi pendidikan dari berbagai perspektif.

Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Namun, perhatian juga diarahkan pada inovasi, adaptasi, transformasi digital, dan pengembangan pembelajaran yang lebih relevan.

Bagi mahasiswa jenjang magister, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses akademik. Mereka dapat menguji gagasan sekaligus memperoleh masukan dari akademisi lain.

Delapan Perwakilan FKIP Unila Jadi Presenter

Konferensi tahun ini diikuti 319 peserta secara hibrida. Sebanyak 179 peserta mengikuti kegiatan secara luring, sedangkan 140 peserta mengikuti kegiatan melalui daring.

Dari keseluruhan peserta, terdapat 61 presenter dari berbagai perguruan tinggi. Menariknya, delapan presenter merupakan perwakilan Program Studi Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila.

Perwakilan tersebut terdiri atas dosen dan mahasiswa. Kehadiran mereka menjadi salah satu indikator produktivitas akademik yang terus dikembangkan oleh program studi.

Koordinator Program Studi Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila sekaligus Ketua Delegasi Universitas Lampung, Dr. Ir. Rangga Firdaus, S.Kom., M.Kom., menegaskan pentingnya orientasi global dalam pengembangan program studi.

Menurutnya, keikutsertaan dalam konferensi bukan sekadar agenda akademik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan karya.

Karya akademik kemudian dapat dipresentasikan dalam forum ilmiah. Dengan demikian, proses pendidikan di tingkat magister tidak berhenti pada pemahaman teori.

Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan kemampuan penelitian. Selain itu, mereka belajar menyampaikan gagasan secara sistematis kepada komunitas akademik.

Hadirkan Pembicara dari Empat Negara

Konferensi internasional tersebut turut menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai negara. Mereka memberikan perspektif mengenai perkembangan teknologi pendidikan dan transformasi pembelajaran.

Pembicara kunci berasal dari Amerika Serikat, Malaysia, Australia, dan Indonesia. Para pembicara tersebut adalah Christopher T. Miller, Ed.D., Assoc. Prof. Dr. Noor Azean Binti Atan, Prof. Michael Phillips, serta Mohamad Adning, Ph.D.

Kehadiran akademisi dari empat negara memperkaya diskusi dalam konferensi. Peserta memperoleh kesempatan untuk melihat perkembangan teknologi pendidikan dari konteks yang lebih luas.

Di sisi lain, pertemuan akademik lintas negara dapat membuka peluang kolaborasi. Hubungan tersebut dapat berkembang dalam bentuk penelitian, publikasi, seminar, maupun kegiatan akademik lainnya.

Bagi Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila, jejaring semacam itu memiliki nilai strategis. Jejaring global dapat mendukung penguatan kualitas akademik sekaligus memperluas ruang pertukaran pengetahuan.

Poster Research Jadi Ruang Apresiasi

Selain seminar dan presentasi ilmiah, konferensi juga menghadirkan International Research Poster Competition. Kompetisi tersebut diikuti 61 peserta dari berbagai universitas di Indonesia.

Kegiatan poster penelitian memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan hasil kajian secara ringkas. Peserta juga dituntut menyusun informasi penelitian agar mudah dipahami.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut dapat menjadi latihan akademik yang berharga. Mereka belajar memilih informasi penting dan menyampaikannya secara efektif.

Selain itu, kompetisi penelitian dapat mendorong mahasiswa meningkatkan kualitas karya. Proses tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin menekankan kemampuan riset dan publikasi.

Dorong Mahasiswa Menghasilkan Karya Akademik

Keikutsertaan Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila dalam konferensi internasional memiliki dampak yang lebih luas. Program studi ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari budaya akademik yang berkelanjutan.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan tugas perkuliahan. Mereka juga perlu menghasilkan karya yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah.

Selanjutnya, karya tersebut dapat dipresentasikan dalam forum nasional maupun internasional. Pola ini dapat membantu mahasiswa membangun pengalaman akademik sejak masih menempuh pendidikan magister.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa melalui kegiatan konferensi antara lain:

  • memperluas wawasan tentang teknologi pendidikan;
  • meningkatkan kemampuan presentasi ilmiah;
  • memperoleh masukan dari akademisi lain;
  • membangun jejaring dengan perguruan tinggi;
  • mengembangkan hasil penelitian menjadi artikel ilmiah;
  • mengenal perkembangan teknologi pendidikan secara global.

Namun, proses tersebut membutuhkan konsistensi. Pengalaman mengikuti konferensi akan lebih bermakna jika dilanjutkan dengan penelitian dan publikasi.

Memperkuat Arah Pendidikan Masa Depan

Teknologi pendidikan terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi perlu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami perubahan tersebut.

Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila mengambil bagian dalam proses tersebut melalui penguatan aktivitas akademik. Partisipasi pada konferensi internasional menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan pengetahuan lokal dengan perkembangan global.

Sementara itu, kualitas karya akademik tetap menjadi faktor penting. Jejaring internasional akan memberikan dampak lebih besar jika diikuti produktivitas penelitian yang konsisten.

Melalui kegiatan ini, Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila berharap semakin banyak mahasiswa menghasilkan karya selama menempuh studi S2. Karya tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi artikel ilmiah dan dipresentasikan pada forum internasional.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya FKIP Unila dalam menyiapkan sumber daya akademik yang unggul. Selain kompeten secara keilmuan, lulusan juga diharapkan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Pada akhirnya, konferensi internasional bukan hanya menjadi tempat mempresentasikan penelitian. Forum tersebut juga menjadi ruang belajar, membangun jejaring, dan memperluas cara pandang.

Dengan demikian, partisipasi Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unila di Semarang menjadi bagian dari perjalanan menuju ekosistem akademik yang semakin terbuka. Penguatan jejaring global diharapkan mampu mendorong inovasi pendidikan dan memberi kontribusi nyata bagi pembelajaran masa depan.

Editor:

Ragilkun SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Alfagift Terbaru Agustus 2026, Dapat A-Poin Gratis Puluhan Ribu!

Kode Referral Alfagift Terbaru Agustus 2026, Dapat A-Poin Gratis Puluhan Ribu!

Kunjungi Artikel