Jammertest GNSS Menguji Ketahanan Sistem Waktu Digital

Japur SK

Jammertest GNSS Menguji Ketahanan Sistem Waktu Digital
Ilustrasi: Jammertest GNSS Menguji Ketahanan Sistem Waktu Digital

Suratkami.comJakarta, Jammertest GNSS di Norwegia menguji seberapa kuat sistem digital menghadapi gangguan sinyal satelit yang mengatur lokasi dan waktu.

Kegiatan ini berlangsung di Bleik, sebuah desa di Pulau Andøya yang berada sekitar 300 kilometer di utara Lingkar Arktik. Pemerintah Norwegia menggelar pengujian tersebut sebagai ajang terbuka untuk menguji ketahanan penerima Global Navigation Satellite Systems (GNSS).

GNSS sering dikenal melalui layanan navigasi seperti GPS. Namun, jaringan satelit itu juga mengirimkan waktu yang sangat akurat. Karena itu, jaringan listrik, telekomunikasi, pasar saham, layanan transportasi, dan berbagai sistem digital bergantung pada sinkronisasi GNSS.

Jammertest GNSS Menguji Sinyal Palsu dan Gangguan

Sinyal satelit GNSS memiliki daya yang lemah ketika mencapai permukaan bumi. Sinyal yang lebih kuat dapat menenggelamkannya atau mengirimkan informasi palsu kepada penerima. Kondisi ini menciptakan dua ancaman utama, yaitu jamming dan spoofing.

Jamming membuat sinyal GNSS tidak dapat digunakan. Sementara itu, spoofing membajak gelombang radio dengan menyajikan lokasi dan waktu yang keliru. Dalam pengujian, perangkat dapat menerima informasi seolah-olah berada di tempat lain atau menggunakan waktu yang berbeda.

Pada Jammertest 2024, pengujian melibatkan penerima yang digunakan pada pesawat, mobil, peralatan industri, dan perangkat lainnya. Para peserta menaikkan kekuatan sinyal gangguan secara bertahap untuk melihat kapan perangkat mulai kehilangan akurasi atau menerima data yang salah.

Dampak terhadap penerbangan dan infrastruktur

Salah satu pengujian melibatkan helikopter penyelamat Norwegia dan pesawat kecil yang diterbangkan oleh pilot dari Eurocontrol. Manipulasi sinyal membuat jejak penerbangan pada pelacak terlihat tidak sesuai dengan rute sebenarnya.

Jejak helikopter tampak membentuk banyak putaran yang tidak mungkin dilakukan dalam penerbangan normal. Pesawat uji lainnya juga terlihat membuat pola tajam pada layar, meskipun kenyataannya sedang terbang dalam putaran lebar di atas wilayah tersebut.

Risiko yang lebih luas muncul ketika gangguan berlangsung lama. Sistem yang kehilangan GNSS akan mengandalkan cadangan waktu. Jika cadangan itu habis, sinkronisasi berbagai layanan digital dapat mulai terganggu dan menimbulkan masalah berantai.

Ancaman lain datang dari spoofing yang berlangsung perlahan. Jika sistem tidak segera mengenali informasi palsu, perangkat cadangan mungkin tidak aktif. Akibatnya, perubahan waktu dan lokasi dapat menyusup ke dalam operasi tanpa terdeteksi.

Mengukur perubahan waktu hingga nanodetik

Dampak gangguan terhadap lokasi terlihat jelas melalui peta. Namun, perubahan waktu membutuhkan pengukuran yang lebih rumit. Para peneliti membandingkan waktu dari penerima GNSS dengan waktu referensi yang tidak terkena gangguan.

Dalam pengujian tersebut, waktu referensi dikirim melalui kabel serat optik dari penerima GNSS yang berada di sisi lain gunung. Cara itu membantu memantau pergeseran waktu atau drift ketika perangkat utama menerima sinyal palsu.

Harald Hauglin, chief engineer bidang metrologi waktu dan frekuensi di Norwegian Metrology Service, menunjukkan grafik yang mencatat pergeseran tersebut dalam satuan nanodetik. Pengukuran itu memperlihatkan bagaimana jam yang tersinkronisasi dengan GNSS dapat perlahan menjauh dari waktu sebenarnya.

Tidak ada pengganti tunggal untuk GNSS

Sejumlah sistem alternatif menggunakan jam atom dan kabel serat optik. Salah satunya adalah White Rabbit, sistem pengaturan waktu presisi yang dikembangkan di CERN dan mampu mengirimkan waktu dengan ketelitian kurang dari satu nanodetik.

Meski demikian, sistem tersebut belum dapat menggantikan seluruh fungsi GNSS. Dana Goward dari Resilient Timing and Navigation Foundation menilai berbagai sistem perlu digabungkan karena tidak ada satu solusi yang mampu memenuhi semua kebutuhan.

Norwegia memilih pendekatan terbuka melalui Jammertest. Peserta dari kalangan insinyur, fisikawan, perusahaan, dan pejabat membagikan hasil pengujian untuk membantu memperkuat perangkat dan infrastruktur. Keterbukaan itu menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan terhadap gangguan sinyal satelit.

Pengujian tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap GNSS bukan hanya persoalan navigasi. Gangguan pada sinyal waktu juga dapat memengaruhi fondasi berbagai layanan digital yang selama ini berjalan tanpa banyak disadari oleh masyarakat.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Digipulsa Siap Tampung Order Top Up Game Ramadhan dan Lebaran 2026

Digipulsa Siap Tampung Order Top Up Game Ramadhan dan Lebaran 2026

Kunjungi Artikel