Buyback Saham KLBF Dibatalkan, Harga Naik 4,76 Persen

Dwi Prakoso

Buyback Saham KLBF Dibatalkan, Harga Naik 4,76 Persen
Ilustrasi: buyback saham KLBF

Suratkami.comJakarta, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membatalkan rencana buyback saham KLBF senilai Rp500 miliar. Keputusan tersebut muncul setelah saham perseroan menguat 4,76 persen pada penutupan perdagangan Selasa (15/9/2026).

Saham KLBF berakhir di level Rp770 pada perdagangan tersebut. Kenaikan harga saham itu menjadi perhatian pasar karena sebelumnya Kalbe Farma berencana membeli kembali saham perseroan di tengah tekanan harga sejak awal tahun.

Namun, sekitar dua jam setelah perdagangan berakhir, Kalbe Farma menarik kembali rencana pembelian saham tersebut. Perseroan tidak menjelaskan alasan lebih lanjut di balik pembatalan aksi korporasi itu.

Kalbe Farma Batalkan Rencana Buyback Saham KLBF

Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk, Maria Teresa Fabiola, menyampaikan pembatalan tersebut melalui keterbukaan informasi. Ia menyebut kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan sebagai alasan yang melatarbelakangi keputusan perseroan.

Sebelumnya, Kalbe Farma menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk pembelian kembali saham. Anggaran tersebut sudah mencakup biaya perantara pedagang efek yang diperkirakan sekitar 0,1 persen dari total nilai buyback.

Perseroan sebelumnya merencanakan pelaksanaan buyback mulai 16 September hingga 16 Desember 2026. Manajemen juga memiliki ruang untuk mengakhiri periode tersebut lebih cepat sesuai pertimbangannya.

Namun, rencana tersebut akhirnya batal sebelum periode pelaksanaan dimulai. Kalbe Farma juga tidak memberikan rincian tambahan mengenai perubahan keputusan tersebut dalam keterangan yang tersedia.

Harga Saham KLBF Naik 4,76 Persen

Pergerakan saham KLBF menjadi sorotan setelah harga naik 4,76 persen menjadi Rp770 pada Selasa (15/9/2026). Kenaikan itu terjadi ketika pasar sebelumnya mengetahui rencana pembelian kembali saham oleh perseroan.

Sebelumnya, harga saham Kalbe Farma menghadapi tekanan cukup besar. Saham tersebut telah turun hampir 40 persen sejak awal tahun di tengah memburuknya sentimen terhadap prospek perusahaan.

Karena itu, rencana buyback sebelumnya muncul sebagai salah satu langkah korporasi ketika harga saham mengalami tekanan. Perseroan berharap aksi tersebut dapat memberikan keyakinan kepada investor mengenai nilai saham KLBF secara fundamental.

Selain itu, Kalbe Farma menilai pembelian kembali saham dapat memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal untuk kebutuhan jangka panjang. Akan tetapi, perseroan kini memilih membatalkan rencana tersebut ketika kondisi pasar masih berfluktuasi.

Prospek KLBF Masih Menghadapi Tekanan

Di sisi lain, tekanan terhadap saham KLBF juga berkaitan dengan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja perseroan. Gejolak geopolitik global mendorong kenaikan harga minyak dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap Kalbe Farma karena perseroan mengimpor sebagian besar bahan baku farmasi. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya bahan baku ketika perseroan melakukan pembelian dari luar negeri.

Sementara itu, Kalbe Farma memproyeksikan profitabilitas pada semester II-2026 belum membaik. Perseroan tetap mencatat pertumbuhan pendapatan selama enam bulan pertama tahun ini, tetapi kenaikan tersebut belum cukup untuk memperbaiki tekanan pada profitabilitas.

Perseroan menghadapi tingginya beban pokok pendapatan di tengah daya beli yang lesu. Kondisi tersebut membuat Kalbe Farma lebih berhati-hati ketika menyesuaikan harga produk.

Rencana Buyback Saham KLBF Sebelumnya

Rencana buyback saham KLBF sebelumnya mengacu pada Surat OJK No. S-12/D.04/2026 dan Peraturan OJK No. 13 Tahun 2023. Kalbe Farma menggunakan ketentuan tersebut dalam rencana pembelian kembali saham saat pasar mengalami fluktuasi signifikan.

Dengan anggaran maksimal Rp500 miliar, perseroan sebelumnya menyiapkan dana untuk membeli saham KLBF melalui mekanisme yang telah direncanakan. Biaya perantara pedagang efek juga masuk dalam total anggaran tersebut.

Rencana itu pada awalnya memberikan fleksibilitas bagi manajemen untuk menentukan pelaksanaan pembelian saham dalam periode yang telah ditetapkan. Namun, Kalbe Farma akhirnya membatalkan aksi tersebut sebelum jadwal mulai berjalan.

Pembatalan ini membuat rencana buyback yang sebelumnya menjadi perhatian pasar tidak berlanjut pada periode 16 September hingga 16 Desember 2026. Perseroan menyatakan keputusan tersebut berkaitan dengan kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Faktor yang Perlu Dicermati Investor KLBF

Setelah pembatalan buyback, investor dapat mencermati kembali perkembangan kinerja dan kondisi bisnis Kalbe Farma. Pergerakan harga saham tetap dapat berubah mengikuti sentimen pasar serta perkembangan faktor yang memengaruhi biaya perusahaan.

Selain itu, tekanan nilai tukar rupiah menjadi perhatian karena Kalbe Farma mengimpor sebagian besar bahan baku farmasi. Harga minyak dan kondisi geopolitik global juga dapat memengaruhi lingkungan usaha perseroan.

Sementara itu, perkembangan profitabilitas semester II-2026 menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Perseroan sebelumnya memperkirakan profitabilitas belum membaik meski pendapatan masih tumbuh pada semester pertama.

Dengan demikian, pembatalan rencana buyback menjadi perkembangan baru bagi saham KLBF. Pasar kini perlu mencermati kinerja perseroan, tekanan biaya, kondisi rupiah, serta perkembangan daya beli dalam melihat arah bisnis Kalbe Farma selanjutnya.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Undangan Kredito September 2026 [LWHSH], Cara Daftar Cepat Acc!

Kode Undangan Kredito September 2026 [LWHSH], Cara Daftar Cepat Acc!

Kunjungi Artikel