Saham BYAN Terbang 16 Persen, Akuisisi Haji Isam Resmi Terungkap

Dwi Prakoso

Saham BYAN Terbang 16 Persen, Akuisisi Haji Isam Resmi Terungkap
Ilustrasi: saham BYAN

Suratkami.comJakarta, saham BYAN melonjak pada perdagangan Jumat (18/9/2026) setelah Bayan Resources mengungkap kesepakatan pengalihan saham dengan PT Jhonlin Baratama. Kesepakatan tersebut akhirnya memberi kejelasan terhadap rumor akuisisi yang beredar di pasar selama sekitar satu bulan.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 16,05 persen menjadi Rp13.375 per saham. Penguatan itu terjadi sehari setelah perusahaan mengungkap perjanjian jual beli saham bersyarat dengan kendaraan investasi Haji Isam.

Selain BYAN, sejumlah saham yang terafiliasi dengan Grup Jhonlin juga bergerak menguat. Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 3,34 persen, sedangkan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menguat 7,71 persen. Sementara itu, saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 12,98 persen.

Saham BYAN Menguat Setelah Kesepakatan Terungkap

Bayan Resources mengungkap kesepakatan pengalihan saham pada Kamis (17/9) malam. Informasi tersebut berkaitan dengan perjanjian yang sebelumnya ditandatangani pada 16 September 2026.

Pemegang saham pengendali BYAN, Low Tuck Kwong dan Elaine Low, menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan PT Jhonlin Baratama. Perjanjian tersebut mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN.

Namun, transaksi tersebut belum langsung selesai. Para pihak masih harus memenuhi sejumlah kondisi pendahuluan sebelum proses pengalihan saham dapat mencapai tahap penyelesaian.

Karena itu, penguatan saham BYAN pada perdagangan Jumat berlangsung setelah pasar menerima kejelasan mengenai adanya kesepakatan resmi. Sebelumnya, investor menghadapi ketidakpastian karena kabar akuisisi masih berupa rumor dan sempat mendapat bantahan dari manajemen perusahaan.

Rumor Akuisisi BYAN Muncul Sejak Agustus

Rumor mengenai rencana akuisisi BYAN mulai ramai pada 15-16 Agustus 2026. Saat itu, pasar memperbincangkan kabar mengenai rencana Haji Isam untuk mengakuisisi sekitar 62,2 persen saham BYAN.

Nilai transaksi dalam rumor tersebut bahkan disebut mencapai USD5,5 miliar. Kabar itu kemudian menjadi perhatian pasar karena menyangkut salah satu perusahaan besar serta keterkaitan dengan Grup Jhonlin.

Meski begitu, perkembangan berikutnya sempat membuat arah kabar tersebut tidak jelas. Pada 18 Agustus, manajemen BYAN menyatakan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.

Pernyataan tersebut membuat pasar kembali menghadapi ketidakpastian mengenai rumor yang beredar. Dengan demikian, investor belum memiliki kepastian mengenai apakah rencana transaksi itu benar-benar akan berlanjut.

Pergerakan Saham Grup Jhonlin Ikut Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi pada saham BYAN. Sejumlah emiten yang terafiliasi dengan Grup Jhonlin juga mencatat kenaikan pada perdagangan Jumat pagi.

Saham JARR naik 3,34 persen. Selanjutnya, saham PGUN menguat 7,71 persen. Saham TEBE juga mencatat kenaikan sebesar 12,98 persen.

Pergerakan tersebut berlangsung bersamaan dengan lonjakan saham BYAN setelah kesepakatan dengan PT Jhonlin Baratama terungkap. Namun, masing-masing saham tetap memiliki pergerakan harga tersendiri di pasar.

Sementara itu, kesepakatan pengalihan saham BYAN menjadi informasi utama yang mendapat perhatian investor pada awal perdagangan Jumat. Pasar sebelumnya menunggu kejelasan setelah rumor akuisisi muncul dan berkembang sepanjang Agustus hingga September.

Saham BYAN Sempat Tertekan Sebelum Kesepakatan

Pergerakan BYAN sebelum pengumuman kesepakatan menunjukkan kondisi yang berbeda. Pada 14 September, saham BYAN masih menghadapi tekanan dan mencatat pelemahan selama tiga hari perdagangan berturut-turut.

Tekanan tersebut muncul di tengah ketidakpastian mengenai kabar akuisisi. Pasar belum memperoleh kepastian mengenai rencana pengambilalihan yang sebelumnya ramai diperbincangkan.

Kemudian, pengungkapan CSPA pada 17 September mengubah situasi tersebut. Bayan Resources secara resmi mengungkap adanya perjanjian dengan PT Jhonlin Baratama untuk pengalihan saham dalam jumlah besar.

Akibatnya, saham BYAN langsung bergerak kuat pada perdagangan Jumat pagi. Hingga pukul 09.02 WIB, kenaikannya mencapai 16,05 persen dan membawa harga saham ke level Rp13.375 per saham.

Transaksi Masih Menunggu Kondisi Pendahuluan

Meskipun kesepakatan sudah tercapai, proses pengalihan saham belum otomatis selesai. CSPA tersebut masih mensyaratkan pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan sebelum transaksi memasuki tahap penyelesaian.

Dengan demikian, perkembangan berikutnya akan bergantung pada pemenuhan persyaratan dalam perjanjian. Informasi resmi mengenai proses tersebut menjadi bagian penting bagi pasar setelah pengumuman kesepakatan.

Kesepakatan antara Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan PT Jhonlin Baratama juga menjadi titik terang atas rumor yang telah beredar sejak Agustus. Namun, detail mengenai penyelesaian transaksi tetap menunggu proses selanjutnya.

Pada akhirnya, lonjakan saham BYAN pada Jumat (18/9/2026) terjadi setelah pasar menerima kepastian mengenai adanya CSPA dengan PT Jhonlin Baratama. Bersamaan dengan itu, saham JARR, PGUN, dan TEBE juga bergerak menguat pada awal perdagangan.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral SpayLater September 2026, Dapat 40.000 Koin Shopee!

Kode Referral SpayLater September 2026, Dapat 40.000 Koin Shopee!

Kunjungi Artikel