Suratkami.com – Surface Laptop Ultra resmi diperkenalkan Microsoft sebagai laptop premium untuk pekerjaan komputasi berat, termasuk pembuatan konten dan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini menggabungkan NVIDIA RTX Spark Superchip dengan memori terpadu hingga 128 GB. Microsoft menyebutnya sebagai laptop Surface paling bertenaga yang pernah dibuatnya.
Pemesanan di Amerika Serikat dibuka pada 7 Oktober 2026, sedangkan pengiriman dijadwalkan mulai 16 Oktober. Harga awalnya US$2.599,99, setara sekitar Rp44,2 juta dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS. Konfigurasi tertinggi mencapai US$5.899,99 atau sekitar Rp100,3 juta, sebelum pajak dan biaya impor.
Surface Laptop Ultra ditujukan untuk kerja komputasi berat
Microsoft menyasar kreator profesional, pengembang perangkat lunak, dan pengguna yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi dalam perangkat portabel. Beban seperti pengolahan konten visual dan eksperimen AI lokal menjadi bagian dari penggunaan yang dituju. Namun, hasil kerja sebenarnya tetap bergantung pada aplikasi, model, serta konfigurasi laptop.
Di dalam perangkat, RTX Spark Superchip memadukan CPU NVIDIA Grace dengan GPU berarsitektur Blackwell. Pilihan prosesornya mencakup CPU hingga 20 inti, sementara GPU dapat memiliki hingga 6.144 CUDA cores. Spesifikasi tersebut menjadi fondasi pemrosesan paralel untuk tugas yang memanfaatkan komputasi grafis maupun AI.
Memori terpadu tersedia dalam beberapa kapasitas, mulai dari 24 GB hingga 128 GB. Karena CPU dan GPU berbagi sumber daya memori, kapasitas besar dapat membantu menangani beban kerja yang membutuhkan banyak data sekaligus. Meski begitu, kapasitas memori bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelancaran aplikasi.
Microsoft mengklaim platform ini mampu mencapai performa komputasi AI hingga 1 petaflop. Perusahaan juga menyatakan laptop dapat menjalankan model AI dengan lebih dari 120 miliar parameter secara lokal. Kemampuan itu memberi ruang untuk pemrosesan tanpa selalu bergantung pada layanan daring, tetapi dukungannya tetap dipengaruhi konfigurasi dan kebutuhan model.
Layar mini-LED dan sistem pendingin yang ditingkatkan
Untuk menampilkan pekerjaan visual, laptop ini menggunakan layar sentuh PixelSense Ultra berukuran 15 inci. Panel mini-LED tersebut mendukung kecerahan HDR puncak hingga 2.000 nits. Tingkat kecerahan tinggi dapat membantu menampilkan detail saat mengerjakan konten, meski pengalaman melihat juga dipengaruhi kondisi ruangan dan pengaturan layar.
Microsoft turut memperluas touchpad haptik hingga 30 persen dibandingkan Surface Laptop 15 inci generasi sebelumnya. Area yang lebih luas memberi ruang navigasi tambahan tanpa harus selalu memakai tetikus. Selain itu, umpan balik haptik menghadirkan respons sentuhan untuk interaksi tertentu.
Komponen bertenaga membutuhkan pengelolaan panas yang memadai. Karena itu, Microsoft meningkatkan kapasitas termal sistem pendingin hingga 2,5 kali dibandingkan Surface Laptop 15 inci generasi sebelumnya. Informasi tersebut menjelaskan peningkatan rancangan pendingin, tetapi tidak dengan sendirinya menggambarkan tingkat kebisingan atau suhu dalam setiap jenis penggunaan.
Bodi aluminium memiliki ketebalan kurang dari 18 mm dan bobot di bawah 2,04 kg. Ukuran itu menempatkannya dalam bentuk laptop yang masih dapat dibawa, meski bobotnya perlu dipertimbangkan pengguna yang sering bepergian. Microsoft menawarkan dua pilihan warna, yakni Platinum dan Nightfall.
Port, layar eksternal, dan SSD yang dapat diganti
Surface Laptop Ultra menyediakan tiga port USB-C, HDMI, USB-A, pembaca kartu SD, serta jack audio 3,5 mm. Kombinasi ini memungkinkan pengguna menghubungkan berbagai aksesori dan perangkat tanpa hanya mengandalkan satu jenis sambungan. Laptop tersebut juga mendukung hingga tiga monitor eksternal beresolusi 4K.
Fitur Magnetic Connect menggunakan kabel pengisian USB-C bermagnet. Jika kabel tertarik, sambungannya dapat terlepas dengan mudah, sementara port tetap mendukung transfer data dan keluaran video. Dengan demikian, konektor pengisian tidak harus digunakan khusus untuk mengisi daya.
Penyimpanan menggunakan SSD NVMe yang bisa dilepas dan diganti. Pengguna dapat mengganti SSD saat membutuhkan kapasitas berbeda atau ketika komponen perlu diganti. Namun, materi spesifikasi tidak merinci prosedur penggantian maupun pilihan kapasitas selain konfigurasi yang tercantum dalam daftar harga.
Daftar harga dan hal yang perlu diperhatikan
Harga berikut merupakan konversi perkiraan dari Microsoft Store AS menggunakan kurs Rp17.000 per dolar AS. Nilainya belum mencakup pajak atau biaya impor, sehingga bukan patokan harga resmi di Indonesia.
- Memori 24 GB dan SSD 512 GB: US$2.599,99, sekitar Rp44,2 juta.
- Memori 32 GB dan SSD 1 TB: sekitar Rp56,1 juta.
- Memori 48 GB dan SSD 1 TB: sekitar Rp68 juta.
- Memori 64 GB dan SSD 1 TB: sekitar Rp73,1 juta.
- Memori 128 GB dan SSD 1 TB: US$5.899,99, sekitar Rp100,3 juta.
Harga rupiah dapat berubah mengikuti kurs dan biaya yang berlaku. Seri Surface juga tidak masuk secara resmi ke Indonesia, sehingga calon pembeli perlu memperhatikan ketersediaan, pajak, dan biaya impor ketika mempertimbangkan pembelian.
Secara keseluruhan, Surface Laptop Ultra menggabungkan layar mini-LED terang, konektivitas beragam, dan komponen yang dirancang untuk beban kerja intensif. Kapasitas memori hingga 128 GB dan kemampuan menjalankan model AI secara lokal menjadi pembeda utamanya. Namun, harga tinggi serta faktor ketersediaan menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pengguna di luar pasar Amerika Serikat.








