Daftar Isi 4 bagian
SuratKami.com – Jakarta, saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, terus mengalami tekanan sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Senin (2/11), saham RANS turun ke level Rp101 per saham atau terkoreksi 62,87 persen dari level tertinggi setelah penawaran umum perdana saham (IPO).
Penurunan harga tersebut juga berlangsung di tengah sorotan publik terhadap Raffi Ahmad. Kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Kamis (29/10) menuai polemik.
Sejumlah kalangan mempersoalkan kegiatan tersebut karena menilainya sebagai aksi tandingan terhadap demonstrasi mahasiswa. Namun, data perdagangan saham menunjukkan bahwa RANS juga menghadapi tekanan harga dan penurunan jumlah pemegang saham.
Harga Saham RANS Turun dari Puncak Pasca-IPO
Pada Senin (2/11), saham RANS melemah 6,48 persen dan berakhir di level Rp101 per saham. Harga tersebut berada Rp69 di bawah harga IPO sebesar Rp170 per saham.
Dengan demikian, investor yang membeli saham saat IPO dan masih memegangnya hingga perdagangan tersebut mengalami penurunan nilai sebesar 40,59 persen dibandingkan modal awal. Setiap saham yang semula bernilai Rp170 kini bernilai Rp101.
Koreksi semakin terlihat jika dibandingkan dengan harga tertinggi RANS setelah IPO. Pada 15 Juli 2026, saham perusahaan mencapai Rp272 per saham. Dari level tersebut, harga saham telah turun sekitar 62,87 persen.
Pergerakan ini menggambarkan besarnya perubahan nilai saham sejak mencapai puncak pasca-pencatatan. Meski demikian, angka tersebut merupakan perbandingan harga dan tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh faktor yang memengaruhi pergerakan saham.
Jumlah Pemegang Saham RANS Ikut Menyusut
Selain penurunan harga, RANS juga mencatat pengurangan jumlah pemegang saham. Laporan bulanan registrasi pemegang efek periode September 2026 mencatat 126.253 pemegang saham atau Single Investor Identification (SID).
Jumlah tersebut berkurang 21.843 SID dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang mencapai 148.096 SID. Penurunan itu setara dengan 14,75 persen dalam satu bulan.
Sementara itu, jumlah pemegang saham pada awal pencatatan di BEI pada Juli 2026 mencapai 754.691 SID. Jika dibandingkan dengan angka September, jumlah tersebut telah menyusut sebanyak 628.438 SID atau sekitar 83,27 persen.
Perubahan jumlah pemegang saham menunjukkan bahwa basis investor RANS jauh lebih kecil dibandingkan saat perusahaan pertama kali tercatat di bursa. Namun, data jumlah SID tidak menjelaskan alasan setiap investor mengurangi atau mengakhiri kepemilikannya.
Polemik Publik Beriringan dengan Tekanan Pasar
Sorotan terhadap Raffi Ahmad meningkat setelah ia menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026. Acara tersebut berlangsung di Bundaran HI pada Kamis (29/10) dan memicu perdebatan mengenai kaitannya dengan aksi demonstrasi mahasiswa.
Di sisi lain, pergerakan saham RANS memperlihatkan tekanan yang sudah tercermin dalam harga dan jumlah pemegang saham. Data yang tersedia menunjukkan kondisi pasar tersebut, tetapi tidak membuktikan bahwa polemik publik menjadi penyebab langsung penurunan saham.
Karena itu, investor perlu membedakan antara perkembangan yang berlangsung bersamaan dan faktor yang benar-benar memengaruhi kinerja perusahaan. Penilaian terhadap saham juga memerlukan informasi lain, termasuk kondisi bisnis dan laporan keuangan perusahaan.
Perubahan Nilai Investasi dan Basis Investor
Perbandingan harga IPO, harga tertinggi pasca-IPO, dan harga perdagangan 2 November memperlihatkan besarnya koreksi saham RANS. Investor yang masuk pada harga IPO menghadapi penurunan nilai per saham, sedangkan jumlah pemegang saham juga menyusut tajam sejak pencatatan perdana.
Meski begitu, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan prospek saham ke depan. Investor perlu mempertimbangkan informasi perusahaan dan risiko pasar sebelum mengambil keputusan investasi.




