SURATKAMI.COM, JAKARTA – Warung kelontong biasanya identik dengan usaha kecil di sekitar rumah, tapi siapa sangka omzet jaringan toko kelontong SRC kini menembus angka fantastis, mencapai Rp 236 triliun per tahun. Angka ini membuktikan ritel tradisional bisa berkembang pesat berkat sentuhan teknologi dan komunitas yang solid.
Pencapaian ini diumumkan oleh PT HM Sampoerna Tbk dalam gelaran Pesta Rakyat 2025 di Jakarta Selatan. Presiden Direktur HMSP, Ivan Cahyadi, menyebut angka tersebut sebagai hasil nyata dari modernisasi ribuan warung kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC). Dengan lebih dari 250 ribu anggota, komunitas ini berhasil menjadi salah satu ekosistem ritel berbasis warung terbesar di Indonesia.
Fenomena ini menunjukkan warung tradisional bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga bertransformasi mengikuti zaman. Digitalisasi membuat warung lebih efisien dalam melayani konsumen, sekaligus membuka jalan bagi produk-produk lokal untuk ikut meramaikan pasar ritel.
SRC tidak hanya berfokus pada transaksi harian. Lewat program “Pojok Lokal”, para pemilik warung dapat menjajakan produk UMKM di etalase mereka. Cara ini bukan hanya memperluas jangkauan pasar, tapi juga meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu bersaing dengan merek besar. Beberapa UMKM bahkan sudah berhasil menembus pasar ekspor, membawa produk Indonesia ke kancah internasional.
Selain itu, Sampoerna juga membangun Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di Pasuruan, Jawa Timur. Hingga kini, pusat pelatihan tersebut telah membina puluhan ribu peserta serta mendukung ribuan UMKM agar lebih siap menghadapi tantangan era digital. Dari sana, ratusan UMKM mulai terdigitalisasi dan sebagian berhasil ekspor ke luar negeri.
Tak berhenti pada sektor perdagangan, ekosistem yang dibangun Sampoerna juga melibatkan petani tembakau dan cengkeh, mitra produksi, pemasok barang dan jasa, hingga jutaan peritel di seluruh Indonesia. Rantai ekonomi ini disebut menyerap lebih dari 90 ribu tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung, menciptakan dampak ekonomi yang luas.
Ivan Cahyadi menegaskan, komitmen Sampoerna adalah terus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan warung dan UMKM. Menurutnya, warung kelontong yang dulunya dianggap usaha kecil kini bisa jadi motor penggerak ekonomi nasional dengan peran yang semakin besar di tengah masyarakat.





