Jumat, 23 Oktober 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Apa Itu Three-Finger Salute? Sejarah dan Makna Simbol Tiga Jari dalam Aksi Demonstrasi

Oleh Jaya Purnama · Oktober 21, 2026 · 10:26 pm
Daftar Isi 6 bagian

suratkami.com/ – Jakarta, acungan tiga jari ke udara menjadi salah satu simbol protes yang digunakan mahasiswa dan masyarakat sipil dalam demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Massa yang tergabung dalam Komite Sadar (Seruan Kedaulatan Rakyat) mengangkat tiga jari sebagai bentuk ekspresi kekecewaan terhadap pemerintah. Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda mengajak peserta aksi menggunakan gestur tersebut saat menyampaikan orasi.

Dalam orasinya, Hafidz menegaskan bahwa simbol tiga jari mencerminkan kemarahan, kekecewaan, dan perlawanan masyarakat terhadap pemimpin yang mereka nilai gagal. Gestur ini dikenal secara internasional sebagai three-finger salute atau salam tiga jari.

Namun, simbol tersebut tidak hanya muncul dalam demonstrasi di Indonesia. Three-finger salute memiliki perjalanan panjang dalam budaya populer dan kemudian berkembang menjadi lambang solidaritas bagi gerakan prodemokrasi di sejumlah negara.

Popularitasnya meningkat setelah film The Hunger Games memperkenalkan gestur tersebut kepada khalayak luas. Selanjutnya, para demonstran di Thailand mengadopsinya sebagai bentuk penolakan terhadap pemerintahan militer dan kekuasaan otoriter.

Apa Itu Three-Finger Salute?

Three-finger salute merupakan gestur ketika seseorang mengangkat tiga jari tangan sebagai tanda penghormatan, solidaritas, atau perlawanan. Maknanya dapat berbeda sesuai konteks politik, sosial, dan budaya yang melatarbelakangi penggunaannya.

Dalam gerakan protes modern, simbol ini sering mewakili aspirasi mengenai kebebasan, kesetaraan, dan persatuan. Selain itu, gestur tersebut memungkinkan peserta aksi menyampaikan pesan secara visual tanpa harus mengucapkan slogan panjang.

Karena bentuknya sederhana, siapa pun dapat menirukannya dengan mudah. Bahkan, seseorang bisa menunjukkan dukungan terhadap sebuah gerakan hanya dengan mengangkat tiga jari di tengah kerumunan.

Di sisi lain, makna simbol ini tidak selalu sama di setiap negara. Masyarakat memahami gestur tersebut melalui pengalaman politik, nilai yang mereka perjuangkan, serta peristiwa yang melatarbelakangi aksi mereka.

Asal-Usul Three-Finger Salute dari The Hunger Games

Film The Hunger Games menjadi salah satu faktor utama yang memopulerkan salam tiga jari di kalangan masyarakat dunia. Waralaba film distopia ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang menghadapi ketimpangan dan tekanan di bawah pemerintahan otoriter Capitol.

Dalam cerita tersebut, penduduk distrik menggunakan acungan tiga jari sebagai gestur penghormatan dan solidaritas. Seiring perkembangan cerita, simbol itu memperoleh makna yang lebih luas sebagai tanda persatuan dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.

Tokoh-tokoh dalam cerita menghadapi sistem yang membatasi kebebasan dan menempatkan masyarakat dalam ketidakadilan. Karena itu, gestur tiga jari berkembang menjadi lambang keberanian untuk menentang penguasa.

Popularitas film tersebut kemudian membawa simbol ini keluar dari layar bioskop. Sejumlah kelompok masyarakat mengadaptasinya untuk menyampaikan pesan politik dalam kehidupan nyata.

Meskipun berasal dari karya fiksi, maknanya terasa relevan bagi sebagian orang yang menghadapi tekanan politik. Dengan demikian, budaya populer dapat menjadi sumber inspirasi bagi gerakan sosial dan protes politik.

Three-Finger Salute Menjadi Simbol Protes di Thailand

Penggunaan salam tiga jari dalam gerakan protes politik mendapat perhatian internasional setelah kudeta militer Thailand pada Mei 2014. Menurut laporan The Guardian, sejumlah demonstran mengangkat tiga jari untuk menyatakan ketidakpuasan terhadap pengambilalihan kekuasaan oleh militer.

Salah satu aksi awal berlangsung di depan sebuah pusat perbelanjaan. Sekelompok kecil demonstran menunjukkan gestur yang terinspirasi dari The Hunger Games sebagai bentuk penolakan terhadap situasi politik saat itu.

Selanjutnya, simbol tersebut menyebar dan menjadi bagian dari berbagai demonstrasi di Thailand. Para pengunjuk rasa memakainya untuk menyampaikan aspirasi mengenai kebebasan politik dan penolakan terhadap kekuasaan militer.

Aktivis prodemokrasi Thailand, Sirawith Seritiwati, menjelaskan bahwa simbol tiga jari mudah dipahami sebagai representasi kebebasan, kesetaraan, dan solidaritas. Pesan antiautoriter dalam The Hunger Games juga memiliki kedekatan dengan pengalaman kaum muda yang menentang pemerintahan militer.

Selain mudah dikenali, gestur tersebut membantu peserta aksi membangun identitas bersama. Akibatnya, simbol sederhana dari film populer itu berkembang menjadi salah satu penanda penting dalam gerakan protes di Thailand.

Mengapa Simbol Tiga Jari Digunakan dalam Demonstrasi?

Penggunaan three-finger salute dalam demonstrasi berkaitan dengan kemampuannya menyampaikan pesan secara ringkas dan mudah dikenali. Dalam situasi ketika ribuan orang berkumpul, gestur tangan dapat menjadi sarana komunikasi visual yang kuat.

Ada beberapa makna yang sering dikaitkan dengan simbol ini dalam gerakan prodemokrasi.

  • Kebebasan: simbol ini dapat menyatakan keinginan masyarakat untuk menikmati hak dan ruang berekspresi.
  • Kesetaraan: gestur ini mencerminkan harapan agar masyarakat memperoleh hak yang setara.
  • Solidaritas: acungan tiga jari memperlihatkan kebersamaan di antara orang-orang yang memiliki aspirasi serupa.
  • Perlawanan: dalam konteks tertentu, simbol ini menjadi ekspresi penolakan terhadap kekuasaan yang dianggap mengekang kebebasan.

Namun, masyarakat tidak selalu memberikan makna yang identik terhadap gestur tersebut. Konteks aksi, tuntutan demonstran, dan kondisi politik setempat menentukan pesan yang ingin mereka sampaikan.

Karena itu, memahami salam tiga jari memerlukan perhatian terhadap latar belakang penggunaannya. Gestur yang sama dapat membawa pesan berbeda ketika muncul dalam film, kegiatan sosial, atau demonstrasi politik.

Makna Three-Finger Salute dalam Demonstrasi Jakarta

Dalam demonstrasi di kawasan Tugu Tani pada Selasa (20/10/2026), peserta aksi menggunakan acungan tiga jari sebagai simbol kekecewaan dan perlawanan terhadap pemerintah. Aksi tersebut berlangsung dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hafidz Hernanda mengajak massa mengangkat tiga jari saat menyampaikan kritik melalui orasi. Gestur tersebut menjadi bagian dari ekspresi politik mahasiswa dan masyarakat sipil yang bergabung dalam Komite Sadar.

Penggunaan simbol ini memperlihatkan bagaimana budaya populer dapat memengaruhi cara masyarakat menyampaikan aspirasi politik. Sebuah gestur yang dikenal melalui film dapat memperoleh makna baru ketika kelompok masyarakat menghubungkannya dengan pengalaman mereka sendiri.

Meski begitu, acungan tiga jari tidak dapat berdiri sebagai satu-satunya penjelasan mengenai tujuan demonstrasi. Masyarakat perlu melihat tuntutan peserta aksi, pernyataan koordinator, dan konteks politik yang menyertai kegiatan tersebut.

Dengan demikian, three-finger salute menjadi contoh bagaimana simbol visual melampaui batas hiburan dan memasuki ruang politik. Di berbagai negara, masyarakat dapat menggunakannya untuk menunjukkan solidaritas serta menyuarakan aspirasi tentang kebebasan dan keadilan.

Simbol Sederhana dengan Pesan Politik yang Kuat

Perjalanan salam tiga jari menunjukkan hubungan erat antara budaya populer dan gerakan sosial. The Hunger Games membantu memperkenalkan gestur ini kepada khalayak luas, sedangkan demonstrasi di Thailand memperkuat asosiasinya dengan perlawanan terhadap kekuasaan otoriter.

Kini, penggunaan simbol tersebut dalam demonstrasi di Jakarta memperlihatkan bagaimana masyarakat Indonesia juga mengadaptasi gestur yang telah dikenal secara internasional. Namun, setiap penggunaannya tetap perlu dipahami berdasarkan konteks dan aspirasi peserta aksi.

Pada akhirnya, kekuatan three-finger salute terletak pada kesederhanaan bentuknya dan kemampuan masyarakat memberikan makna bersama. Satu gestur tangan dapat menyampaikan pesan solidaritas, kekecewaan, atau perlawanan tanpa membutuhkan banyak kata.

Tag: ·
Jaya Purnama

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)