Suratkami.com – Jakarta – BI-FAST tumbuh 38 persen pada triwulan II-2026, menandai semakin kuatnya adopsi sistem pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp3.777 triliun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan masyarakat dan pelaku usaha semakin mengandalkan layanan pembayaran digital yang cepat, efisien, serta aman. Di sisi lain, transaksi melalui QRIS juga mencatat lonjakan signifikan sepanjang periode yang sama.
Bank Indonesia menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional. Infrastruktur sistem pembayaran yang semakin andal turut mendukung meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat.
BI-FAST Tumbuh 38 Persen pada Triwulan II-2026
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI-FAST tumbuh 38 persen secara tahunan (year on year/yoy) selama triwulan II-2026. Total volume transaksi mencapai 1.529 juta transaksi atau meningkat 38,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain volume yang meningkat, nilai transaksi yang diproses melalui BI-FAST juga mencapai Rp3.777 triliun. Angka tersebut memperlihatkan semakin besarnya peran layanan transfer dana instan dalam aktivitas ekonomi nasional.
Menurut Perry, peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan sistem pembayaran digital oleh masyarakat. Kini, transaksi keuangan dapat dilakukan lebih cepat dengan biaya yang relatif terjangkau.
Selain itu, semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan BI-FAST untuk mendukung kegiatan bisnis. Kemudahan transaksi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan layanan tersebut.
Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus menjaga keandalan sistem pembayaran agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Transaksi QRIS Melonjak Lebih dari 100 Persen
Selain BI-FAST, pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi.
Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS meningkat 100,12 persen secara tahunan pada triwulan II-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh semakin banyak masyarakat yang menggunakan QRIS dalam aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, jumlah merchant yang menerima pembayaran menggunakan QRIS juga terus bertambah. Adopsi yang semakin luas membuat pembayaran digital menjadi lebih praktis bagi konsumen maupun pelaku usaha.
“Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya jumlah pengguna, maupun merchant yang mulai mengadopsi sistem pembayaran digital,” ujar Perry Warjiyo dalam Pengumuman RDG Bulanan Juli 2026 yang digelar secara virtual, Rabu (22/7/2026).
Di sisi lain, peningkatan penggunaan QRIS juga memperkuat transformasi digital sektor keuangan Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan upaya memperluas inklusi keuangan nasional.
Transaksi BI-RTGS dan Uang Kartal Tetap Bertumbuh
Untuk transaksi bernilai besar, sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) juga mencatat pertumbuhan positif.
Volume transaksi BI-RTGS mencapai 2,63 juta transaksi atau meningkat 13,03 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai transaksi melalui sistem tersebut mencapai Rp53.492 triliun atau tumbuh 12,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan dengan baik, terutama pada transaksi bernilai besar yang dilakukan lembaga keuangan maupun pelaku usaha.
Di sisi lain, penggunaan uang tunai juga masih menunjukkan peningkatan. Bank Indonesia mencatat Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 14,03 persen menjadi Rp1.315 triliun pada triwulan II-2026.
Kondisi tersebut menandakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai tetap terjaga, meskipun penggunaan pembayaran digital berkembang semakin pesat.
Bank Indonesia Perkuat Sistem Pembayaran Nasional
Perry Warjiyo menegaskan stabilitas sistem pembayaran nasional tetap terpelihara berkat dukungan infrastruktur yang andal dan struktur industri yang sehat.
Menurutnya, penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) maupun sistem pembayaran industri berjalan lancar. Selain itu, ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik juga terus dijaga.
Bank Indonesia juga terus memperkuat interkoneksi antarpenyelenggara sistem pembayaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) di Indonesia.
Ke depan, BI akan memastikan setiap pengembangan produk, aktivitas, maupun kerja sama di sektor sistem pembayaran tetap memenuhi prinsip manajemen risiko. Dengan demikian, inovasi dapat berjalan tanpa mengurangi aspek keamanan dan keandalan sistem.
Selain itu, Bank Indonesia berkomitmen menjaga infrastruktur SPBI, baik untuk transaksi ritel maupun wholesale. Ketersediaan uang rupiah juga akan terus dipastikan hingga menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Poin Penting Kinerja Sistem Pembayaran Triwulan II-2026
- BI-FAST tumbuh 38,09 persen secara tahunan.
- Volume transaksi BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi.
- Nilai transaksi BI-FAST mencapai Rp3.777 triliun.
- Transaksi QRIS melonjak 100,12 persen secara tahunan.
- BI-RTGS mencatat 2,63 juta transaksi.
- Nilai transaksi BI-RTGS mencapai Rp53.492 triliun.
- Uang Kartal yang Diedarkan tumbuh 14,03 persen menjadi Rp1.315 triliun.
- Bank Indonesia memastikan sistem pembayaran tetap aman, andal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital.





