Bupati Gunungkidul Sebut Ketidakhadiran Wabup Joko Parwoto di Hari Jadi ke-196 sebagai Sikap Pribadi

Ragilkun SK

Bupati Gunungkidul Sebut Ketidakhadiran Wabup Joko Parwoto di Hari Jadi ke-196 sebagai Sikap Pribadi
Bupati Gunungkidul Sebut Ketidakhadiran Wabup Joko Parwoto di Hari Jadi ke-196 sebagai Sikap Pribadi

SuratKami.com – Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menanggapi ketidakhadiran Wakil Bupati Joko Parwoto dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul. Endah menilai ketidakhadiran tersebut mungkin merupakan sikap pribadi Joko.

Endah menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mengundang Joko untuk menghadiri sejumlah kegiatan peringatan hari jadi. Namun, Joko tidak hadir dalam beberapa agenda, termasuk upacara peringatan yang menjadi salah satu kegiatan utama.

Menurut Endah, pihaknya telah menghubungi Joko menjelang pelaksanaan upacara. Saat itu, Joko menyampaikan izin karena sakit gigi. Meski demikian, Endah meminta masyarakat memahami persoalan tersebut secara proporsional dan tidak membangun polemik tanpa mengonfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan.

Bupati Gunungkidul Jelaskan Ketidakhadiran Wabup

Endah menyampaikan penjelasan tersebut kepada wartawan di Gunungkidul pada Jumat (16/10/2026). Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berupaya menghubungi Joko sebelum hari pelaksanaan upacara.

Sebelumnya, jajaran pemerintah daerah juga menggelar gladi bersih untuk mempersiapkan upacara hari jadi. Namun, Joko tidak menghadiri kegiatan tersebut. Karena hari pelaksanaan semakin dekat, Endah kemudian menelepon wakilnya untuk menanyakan kehadirannya.

“Sampai dengan kemarin kita gladi bersih untuk agenda upacara pun beliau juga tidak hadir. Maka karena sudah mendekati hari H, kami telepon beliau. Kami agak memaksa untuk pulang di hari H, tetapi kemudian beliau menyampaikan kalau izin sakit giginya,” ujar Endah.

Selain menjelaskan upaya komunikasi tersebut, Endah menegaskan bahwa ketidakhadiran Joko tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan dalam hubungan kerja pemerintahan. Ia menyebut kemungkinan sikap pribadi sebagai salah satu penjelasan, tetapi meminta wartawan mengonfirmasi alasan terperinci kepada Joko.

Endah juga menjelaskan bahwa kegiatan pemerintah daerah tidak seluruhnya mengharuskan wakil bupati hadir secara langsung atau mengirim perwakilan. Menurutnya, Joko kerap meneruskan disposisi kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ketika menerima arahan dari bupati, kecuali untuk agenda paripurna.

Sejumlah Agenda Hari Jadi Juga Tanpa Kehadiran Wabup

Ketidakhadiran Joko tidak hanya terjadi saat gladi bersih dan upacara hari jadi. Endah menyebut wakil bupati tersebut juga tidak menghadiri sejumlah kegiatan lain dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Gunungkidul.

Salah satunya ialah pengajian bersama yang menghadirkan hampir 1.500 tokoh agama. Menurut Endah, pemerintah kabupaten telah mengundang Joko untuk menghadiri kegiatan tersebut. Namun, Joko berada di Jakarta sehingga tidak mengikuti acara itu.

Selanjutnya, Joko juga tidak hadir dalam malam tirakatan. Endah mengatakan bahwa pihaknya telah mengundangnya, tetapi Joko kembali berada di Jakarta dan menyampaikan izin. Kondisi serupa terjadi dalam acara kenduri agung di kawasan Baron.

Selain agenda keagamaan dan tradisi daerah, pemerintah kabupaten juga mengundang Joko dalam acara amal untuk membantu pengentasan kekeringan. Endah bahkan merencanakan penampilan duet bersama wakil bupati tersebut dengan membawakan lagu Isabella.

Namun, hingga malam pelaksanaan acara, Joko masih berada di Jakarta. Karena itu, Endah kembali menyoroti ketidakhadirannya dalam rangkaian kegiatan yang telah pemerintah daerah persiapkan.

Rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa ketidakhadiran Joko mencakup beberapa kegiatan berbeda. Meski begitu, alasan untuk setiap agenda perlu merujuk pada keterangan pihak terkait agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh.

Endah Minta Wartawan Mengonfirmasi Langsung kepada Joko

Endah meminta wartawan menghubungi Joko secara langsung untuk memperoleh penjelasan mengenai alasan ketidakhadirannya. Ia tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi polemik yang mengaburkan pelaksanaan agenda pemerintahan daerah.

Ia juga mengingatkan agar publik tidak mengabaikan pejabat dan pihak lain yang tetap mengikuti kegiatan resmi. Menurut Endah, masyarakat perlu memberikan apresiasi secara adil kepada mereka yang hadir dan menjalankan agenda pemerintahan.

“Sehingga ini jangan sampai ada playing victim, justru yang rawuh (hadir), yang mengikuti agenda rutin tidak diapresiasi, kemudian yang tidak datang justru malah yang dibela,” kata Endah.

Endah kemudian meminta wartawan menggali informasi langsung dari Joko mengenai alasan terperinci di balik ketidakhadirannya. Dengan demikian, penjelasan dari kedua pihak dapat membantu masyarakat memahami situasi tanpa bergantung pada asumsi.

Di sisi lain, Endah mengakui bahwa Joko terkadang berada di Jakarta, terutama menjelang akhir pekan. Ia mengatakan bahwa wakil bupati tersebut biasanya memberi tahu mengenai rencana kepulangannya ke Jakarta pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.

“Yang jelas, beliau selalu menyampaikan kalau hari Sabtu-Minggu itu beliau bukan minta izin, tetapi memberitahu kalau Jumat, Sabtu, Minggu beliau pulang ke Jakarta,” ujar Endah.

Pernyataan tersebut menjelaskan kebiasaan komunikasi yang Endah sampaikan mengenai keberadaan Joko pada akhir pekan. Namun, informasi itu tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan ketidakhadiran wakil bupati dalam setiap agenda resmi pemerintahan daerah.

Polemik Kehadiran Pejabat dalam Agenda Pemerintahan

Ketidakhadiran pejabat dalam kegiatan resmi sering menarik perhatian publik, terutama ketika kegiatan tersebut berkaitan dengan peringatan hari jadi daerah. Dalam kasus Gunungkidul, Endah menekankan pentingnya melihat persoalan berdasarkan informasi yang jelas dan keterangan langsung dari pihak terkait.

Selain itu, penjelasan mengenai undangan, izin, dan penerusan disposisi kepada kepala OPD menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana pemerintah daerah menjalankan agenda kerjanya. Setiap kegiatan juga memiliki kebutuhan kehadiran yang dapat berbeda sesuai dengan sifat dan tujuan acara.

Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara fakta ketidakhadiran dan penilaian mengenai penyebabnya. Endah telah menyampaikan versinya mengenai rangkaian kegiatan tersebut, sementara Joko menjadi pihak yang dapat memberikan penjelasan langsung mengenai alasan dan pertimbangannya.

Hingga keterangan Endah pada Jumat (16/10/2026), penjelasan yang tersedia dalam bahan informasi ini berfokus pada keterangan bupati. Oleh karena itu, konfirmasi langsung kepada Joko tetap penting untuk melengkapi informasi mengenai ketidakhadirannya.

Pada akhirnya, persoalan ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang jelas antara pejabat daerah dan masyarakat. Transparansi mengenai agenda, izin, serta pelaksanaan tugas dapat membantu menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Gunungkidul.

Editor:

Ragilkun SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Digipulsa Siap Tampung Order Top Up Game Ramadhan dan Lebaran 2026

Digipulsa Siap Tampung Order Top Up Game Ramadhan dan Lebaran 2026

Kunjungi Artikel