Dialektikanetwork.com – Jakarta, olahraga lari kini semakin lekat dengan kebutuhan finansial digital. Pelari perlu menyiapkan dana race, membeli perlengkapan, melakukan transaksi saat bepergian, hingga mengatur kembali pengeluaran setelah lomba.
Retail Banking Digital Platform & Innovation Head SMBC Indonesia Febri Rusli mengatakan olahraga lari berkembang pesat, terutama di kalangan anak muda. Menurutnya, lari memang relatif murah jika dilakukan sendiri, tetapi biayanya dapat meningkat ketika pelari mulai mengejar target dan mengikuti race bergengsi.
“Kami ingin menjadi teman para pelari dalam mempersiapkan kebutuhan tersebut, mulai dari menabung untuk race, melakukan transaksi selama perjalanan, hingga mengelola kebutuhan finansial di kota tujuan,” kata Febri dalam sesi Media Luncheon #LariBarengJenius di Bandung, Jumat (18/9).
Fitur finansial untuk pelari sebelum race
Sebelum mengikuti lomba, pelari biasanya perlu menghitung biaya pendaftaran, perjalanan, akomodasi, serta perlengkapan seperti sepatu. Jenius menyediakan Dream Saver untuk membantu pengguna menentukan target tabungan dan mengatur setoran otomatis.
Selain itu, pengguna dapat memanfaatkan Flexi Saver untuk menyimpan dana yang bisa ditarik kapan saja. Febri mencontohkan biaya marathon atau pembelian sepatu baru sebagai kebutuhan yang dapat dipersiapkan sejak jauh hari.
Transaksi mata uang asing melalui aplikasi
Pelari yang mengikuti race di luar negeri juga perlu menyiapkan cara pembayaran yang praktis. Fitur Mata Uang Asing di Jenius menyediakan 12 pilihan mata uang.
Pengguna bisa membeli dan menyimpan mata uang tersebut langsung dari aplikasi. Selanjutnya, mereka dapat menghubungkannya ke kartu debit untuk melakukan transaksi atau tarik tunai di luar negeri.
Menurut Febri, kemampuan mengelola transaksi mata uang asing menjadi salah satu fitur yang banyak dimanfaatkan pengguna ketika bepergian untuk mengikuti race.
QRIS Cross-Border untuk kebutuhan sehari-hari
Pembayaran lintas negara juga dapat dilakukan melalui QRIS Cross-Border. Pengguna Jenius bisa membayar dengan QRIS di beberapa negara, termasuk Jepang, Thailand, dan Malaysia.
Dengan fasilitas tersebut, pelari tidak selalu perlu mengandalkan uang tunai atau kartu fisik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di negara tujuan.
Mengatur pengeluaran setelah mengikuti lomba
Race di luar kota atau luar negeri dapat memunculkan pengeluaran tambahan yang tidak masuk dalam rencana awal. Karena itu, fitur Split Pay dan Flexi Cash dapat membantu pengguna mengatur kembali arus kas setelah perjalanan.
Febri membagi kebutuhan finansial pelari ke dalam tiga tahap. Sebelum race, pelari menyiapkan dana. Selama race, mereka melakukan transaksi. Setelah race, mereka mengatur kembali pengeluaran yang muncul.
Fitur digital untuk donasi berkala
Pemanfaatan aplikasi digital juga mencakup kebutuhan di luar transaksi pribadi. Melalui kolaborasi Jenius dengan organisasi nirlaba Make-A-Wish Indonesia, pengguna dapat mengatur donasi secara berkala.
Pengguna bisa menjadwalkan donasi setiap minggu, dua minggu, atau setiap bulan dengan nominal mulai Rp100 ribu. Fitur ini menjadi bagian dari program “Lari Lebih Berarti” bersama Pocari Sweat Run Indonesia 2026.
Melalui kerja sama tersebut, Jenius by SMBC Indonesia juga akan membantu mewujudkan impian anak-anak dengan penyakit kritis. Dukungan itu diberikan untuk setiap pelari yang berhasil menyelesaikan offline race Pocari Sweat Run di Lombok dan Bandung.





