SURATKAMI.com, Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyatakan masih menunggu salinan resmi Perpres Ojol 2026 yang mengatur perlindungan pekerja transportasi online di Indonesia. Sampai saat ini, perusahaan belum menerima dokumen lengkap terkait aturan baru tersebut.
Pernyataan itu disampaikan manajemen GOTO dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 5 Mei 2026. Perseroan menyebut masih membutuhkan informasi lengkap sebelum melakukan kajian lebih lanjut terkait implementasi kebijakan tersebut.
Selain itu, GOTO juga menegaskan bahwa pihaknya akan mempelajari dampak bisnis dari aturan baru tersebut. Perusahaan ingin memastikan setiap kebijakan yang diterapkan tetap sejalan dengan keberlangsungan ekosistem transportasi online di Indonesia.
GOTO Tunggu Informasi Lengkap Perpres Ojol 2026
Manajemen GOTO mengungkapkan bahwa perusahaan belum menerima salinan resmi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Karena itu, perseroan belum dapat melakukan analisis mendalam terhadap aturan tersebut.
Dalam keterbukaan informasi BEI, manajemen menyebut pihaknya masih menunggu rincian lengkap dari pemerintah. Hal itu mencakup berbagai ketentuan baru yang akan diterapkan kepada perusahaan transportasi online.
“Perseroan masih menunggu informasi lebih lanjut atas ketentuan-ketentuan yang diatur di dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online,” tulis manajemen GOTO.
Sementara itu, perusahaan menilai regulasi baru tersebut memiliki dampak penting terhadap industri transportasi digital. Karena itu, kajian menyeluruh dianggap perlu agar implementasi aturan dapat berjalan efektif.
Di sisi lain, kebijakan perlindungan pekerja transportasi online saat ini menjadi perhatian pemerintah. Regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
Dampak Perpres Ojol 2026 bagi Industri Transportasi Online
Kehadiran Perpres Ojol 2026 dinilai menjadi langkah penting dalam pengaturan hubungan kerja di sektor transportasi online. Pemerintah ingin menciptakan sistem yang lebih jelas antara aplikator dan mitra pengemudi.
Namun, sejumlah perusahaan teknologi masih menunggu detail teknis pelaksanaan aturan tersebut. Hal ini penting karena setiap kebijakan baru akan berdampak pada operasional perusahaan dan model bisnis digital.
Selain itu, aturan perlindungan pekerja transportasi online juga diperkirakan memengaruhi beberapa aspek berikut:
- Sistem kemitraan pengemudi
- Perlindungan sosial pekerja
- Skema pendapatan dan bonus
- Standar operasional perusahaan
- Kebijakan kesejahteraan mitra
Karena itu, perusahaan transportasi online membutuhkan waktu untuk menyesuaikan sistem internal mereka. Penyesuaian tersebut bertujuan agar aturan baru dapat diterapkan tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat.
Meskipun begitu, sejumlah pengamat menilai Perpres Ojol 2026 dapat menjadi momentum perbaikan ekosistem transportasi digital. Regulasi yang jelas dianggap mampu memberikan kepastian bagi seluruh pihak.
Kajian Bisnis Jadi Fokus GOTO
GOTO memastikan akan melakukan kajian secara menyeluruh terkait aturan baru tersebut. Perseroan juga akan menyiapkan strategi bisnis yang tepat dalam menghadapi perubahan regulasi transportasi online.
Manajemen menilai setiap kebijakan pemerintah perlu dipahami secara detail sebelum diterapkan. Karena itu, perusahaan belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh mengenai dampak Perpres Ojol 2026.
Selain mempertimbangkan aspek hukum, kajian tersebut juga akan melihat pengaruhnya terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan. Langkah ini dinilai penting agar layanan tetap berjalan optimal.
Danantara Disebut Beli Saham GOTO
Dalam keterbukaan informasi yang sama, GOTO juga membenarkan adanya pembelian saham oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Perseroan menyebut pembelian dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia dalam jumlah kurang dari satu persen dari total saham yang diterbitkan perusahaan.
Meski nilainya relatif kecil, langkah Danantara membeli saham GOTO menjadi perhatian pelaku pasar. Investor menilai aksi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap prospek bisnis perusahaan teknologi nasional.
Sementara itu, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai tujuan pembelian saham tersebut. Namun, pasar menilai langkah itu dapat memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham GOTO.
Di sisi lain, perhatian publik saat ini masih tertuju pada perkembangan Perpres Ojol 2026. Regulasi tersebut diprediksi akan menjadi salah satu kebijakan penting dalam industri transportasi online Indonesia.
Pemerintah diharapkan segera memberikan salinan resmi dan penjelasan teknis kepada perusahaan aplikator. Dengan begitu, implementasi aturan dapat berjalan lebih jelas dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Selain itu, kejelasan aturan juga penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlanjutan bisnis digital. Karena itu, pelaku industri berharap proses sosialisasi regulasi dilakukan secara terbuka dan bertahap.





