Suratkami.com, Beijing – Huawei Pura X Max laris terjual dalam waktu singkat sejak pertama kali dijual pada 25 April, menandai tingginya minat pasar terhadap ponsel lipat generasi terbaru.
Huawei kembali menunjukkan dominasinya di pasar perangkat premium dengan menghadirkan inovasi desain dan teknologi terkini. Antusiasme konsumen terlihat sejak pagi hari saat perangkat mulai tersedia di toko resmi.
Dalam waktu singkat, seluruh varian Huawei Pura X Max dilaporkan habis terjual. Hal ini memperkuat tren bahwa ponsel lipat semakin diterima luas oleh pengguna global.
Huawei Pura X Max Laris Sejak Hari Pertama
Huawei Pura X Max laris sejak hari pertama penjualan pada 25 April. Semua versi yang tersedia di Huawei Mall langsung habis dalam hitungan jam. Perangkat ini hadir dalam lima pilihan warna dan empat konfigurasi memori.
Harga awal perangkat ini dipatok sekitar 10.999 yuan. Jika dikonversi, nilainya setara dengan kisaran Rp24 jutaan. Meskipun berada di segmen premium, permintaan tetap tinggi.
Selain itu, Huawei menghadirkan desain lipat horizontal lebar. Desain ini berbeda dari model lipat vertikal yang sebelumnya lebih umum di pasaran.
Spesifikasi Premium dan Inovasi Teknologi
Huawei Pura X Max laris bukan tanpa alasan. Perangkat ini dibekali spesifikasi kelas atas yang menarik perhatian pengguna.
Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan antara lain:
- Chipset Kirin 9030 Pro untuk performa tinggi
- Sistem operasi HarmonyOS 6.1 terbaru
- Engsel Xuanwu generasi kedua yang lebih kuat
- Kamera Maple Image dengan peningkatan kualitas foto
- Desain layar lipat horizontal yang lebih luas
Selain itu, perangkat ini juga dirancang lebih tipis dan ringan. Hal ini membuatnya lebih nyaman digunakan dalam berbagai situasi.
Huawei juga memposisikan Pura X Max sebagai produk flagship. Posisi ini setara dengan lini ponsel lipat premium lainnya dalam portofolio perusahaan.
Persaingan dengan iPhone Fold Mulai Memanas
Kesuksesan Huawei Pura X Max laris bertepatan dengan momentum penting di industri ponsel lipat. Apple dikabarkan sedang menyiapkan perangkat serupa yang akan segera dirilis.
iPhone Fold disebut akan mengusung desain lipat seperti buku. Desain ini mirip dengan konsep yang digunakan Huawei pada perangkat terbarunya.
Selain itu, Apple dikabarkan fokus pada teknologi layar fleksibel dan engsel presisi tinggi. Tujuannya adalah untuk mengurangi lipatan pada layar, yang selama ini menjadi tantangan utama.
Harga iPhone Fold diperkirakan lebih tinggi. Versi standar disebut berada di kisaran 14.000 hingga 15.000 yuan. Sementara itu, versi premium bisa menembus 20.000 yuan.
Prediksi Dampak Kehadiran Apple
Masuknya Apple ke pasar ponsel lipat diyakini akan mengubah peta persaingan. Tidak hanya dari sisi perangkat keras, tetapi juga ekosistem.
Beberapa dampak yang diprediksi antara lain:
- Persaingan beralih ke ekosistem perangkat dan layanan
- Fokus pada integrasi AI dan software
- Tekanan pada efisiensi biaya produksi
- Peningkatan inovasi dari produsen lain
Karena itu, persaingan tidak lagi sekadar soal spesifikasi. Pengalaman pengguna menjadi faktor utama.
Masa Depan Ponsel Lipat di Pasar Global
Huawei Pura X Max laris menunjukkan bahwa pasar ponsel lipat masih memiliki potensi besar. Produsen asal Tiongkok saat ini memimpin dalam inovasi perangkat keras.
Mereka unggul dalam beberapa aspek penting, seperti desain tipis, baterai tahan lama, dan teknologi engsel. Namun, persaingan diperkirakan akan semakin ketat.
Di sisi lain, analis memperkirakan penjualan iPhone Fold bisa mencapai 14 juta unit pada awal 2026. Jika terealisasi, Apple akan langsung menjadi pemain besar di pasar ini.
Sementara itu, Samsung masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin global. Namun, kehadiran Huawei dan Apple akan membuat kompetisi semakin dinamis.
Karena itu, konsumen akan diuntungkan dengan lebih banyak pilihan. Selain itu, inovasi teknologi dipastikan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.





