DRMA Kembangkan Fast Charging Motor Listrik, Isi Baterai 20-80 Persen dalam Dua Menit

Japur Ganteng

DRMA Kembangkan Fast Charging Motor Listrik, Isi Baterai 20-80 Persen dalam Dua Menit
Ilustrasi: fast charging motor listrik

Suratkami.com – Tangerang, Banten, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) terus mengembangkan teknologi untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik. Salah satu fokusnya ialah fast charging motor listrik yang mampu mengisi baterai dari 20 persen hingga 80 persen dalam waktu dua menit.

Pengembangan tersebut menunjukkan langkah DRMA dalam memperluas bisnis komponen otomotif ke ekosistem kendaraan listrik. Selama ini, perusahaan juga memproduksi berbagai komponen untuk kendaraan dengan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).

Direktur DRMA Darmawan Widjaja menjelaskan perkembangan teknologi pengisian cepat tersebut saat menghadiri Automechanika Jakarta 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat (25/9/2026). Menurutnya, teknologi dua menit itu sudah siap dan perusahaan kini memasuki tahap finalisasi.

DRMA Siapkan Fast Charging Motor Listrik Dua Menit

Darmawan mengatakan teknologi fast charging motor listrik yang tengah DRMA kembangkan menyasar kendaraan roda dua. Teknologi tersebut memungkinkan pengisian baterai dari kapasitas 20 persen hingga 80 persen dalam waktu dua menit.

Saat ini, proses pengisian membutuhkan waktu sekitar lima menit. Namun, DRMA menyebut teknologi dengan durasi dua menit sebenarnya sudah siap digunakan setelah perusahaan menyelesaikan tahap finalisasi.

Pengisian baterai menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kendaraan listrik. Karena itu, teknologi pengisian yang lebih cepat dapat mendukung kebutuhan pengguna motor listrik yang membutuhkan waktu lebih singkat saat mengisi daya.

Selain mengembangkan teknologi pengisian cepat, DRMA juga menyiapkan pendekatan berbeda untuk setiap produk. Perusahaan menyesuaikan proses pengembangan dengan tingkat kematangan teknologi yang tersedia di industri.

Pengembangan Teknologi Menyesuaikan Kematangan Produk

Untuk produk dengan teknologi yang sudah umum digunakan, DRMA biasanya bekerja sama dengan prinsipal. Setelah itu, perusahaan melakukan proses lokalisasi dan mengembangkan desain dari dalam negeri.

Langkah tersebut memungkinkan DRMA mengembangkan kemampuan produksi secara bertahap. Selain itu, pendekatan lokalisasi membantu perusahaan menyesuaikan produk dengan kemampuan manufaktur yang tersedia di dalam negeri.

Sementara itu, DRMA mengambil pendekatan berbeda untuk teknologi yang masih tergolong baru. Perusahaan terlebih dahulu mempelajari produk yang sudah tersedia sebelum mengembangkan kemampuan produksinya sendiri.

Darmawan menjelaskan bahwa perusahaan tidak selalu bergantung pada prinsipal ketika teknologi tertentu belum memiliki mitra yang siap. Dalam kondisi tersebut, DRMA dapat mempelajari teknologi yang tersedia dan mengembangkan kemampuan produksinya secara mandiri.

DRMA Pelajari Charging Station yang Sudah Tersedia

Salah satu contoh pendekatan tersebut terlihat pada pengembangan charging station. DRMA membeli produk yang sudah tersedia, kemudian memeriksa cara kerja serta komponen yang digunakan.

Setelah mempelajari produk tersebut, perusahaan menentukan komponen yang memungkinkan untuk diproduksi secara lokal. Selanjutnya, DRMA melakukan lokalisasi secara bertahap sesuai kemampuan yang dimiliki.

Pendekatan ini membuat perusahaan tidak hanya mengandalkan proses perakitan produk dari luar negeri. DRMA juga berupaya meningkatkan porsi komponen yang dapat perusahaan produksi di dalam negeri.

Namun, beberapa komponen masih harus perusahaan impor. Karena itu, proses lokalisasi berlangsung secara bertahap mengikuti kesiapan teknologi dan kemampuan produksi.

Lokalisasi Jadi Bagian dari Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Pengembangan fast charging motor listrik menjadi salah satu bagian dari upaya DRMA mengikuti perubahan industri otomotif menuju elektrifikasi. Perusahaan tidak hanya mempertahankan bisnis komponen kendaraan bermesin pembakaran internal, tetapi juga mulai mengembangkan produk untuk kendaraan listrik.

Selain itu, strategi lokalisasi menunjukkan upaya DRMA membangun kemampuan manufaktur untuk teknologi baru. Perusahaan mempelajari produk yang sudah tersedia, kemudian mengembangkan komponen yang memungkinkan untuk dibuat di dalam negeri.

Dengan demikian, pengembangan teknologi tidak berhenti pada proses perakitan. DRMA juga berupaya meningkatkan kemampuan desain dan produksi secara bertahap, termasuk pada produk yang mendukung kendaraan listrik.

Teknologi pengisian cepat untuk motor listrik menjadi salah satu area yang kini mendapat perhatian perusahaan. Jika tahap finalisasi berjalan sesuai rencana, teknologi pengisian 20 persen hingga 80 persen dalam dua menit akan menjadi bagian dari pengembangan DRMA untuk kendaraan roda dua listrik.

Di sisi lain, perusahaan tetap menjalankan proses lokalisasi untuk sejumlah komponen. Langkah tersebut berjalan mengikuti tingkat kesiapan masing-masing teknologi dan kemampuan produksi yang tersedia.

Fokus DRMA pada Teknologi Kendaraan Listrik

Perubahan menuju elektrifikasi mendorong produsen komponen otomotif untuk memperluas kemampuan teknologinya. DRMA merespons perubahan tersebut dengan mengembangkan produk yang mendukung kebutuhan kendaraan listrik.

Fast charging motor listrik menjadi salah satu pengembangan yang menonjol karena menawarkan waktu pengisian lebih singkat. Teknologi tersebut saat ini memasuki tahap finalisasi setelah DRMA mengembangkan kemampuan pengisian dari 20 persen hingga 80 persen dalam dua menit.

Sementara itu, strategi pengembangan produk tetap bergantung pada karakter teknologi. Produk yang sudah umum dapat perusahaan kembangkan melalui kerja sama dengan prinsipal dan proses lokalisasi. Untuk teknologi baru, DRMA mempelajari produk yang tersedia sebelum mengembangkan kemampuan produksinya sendiri.

Dengan pendekatan tersebut, DRMA berupaya memperkuat kemampuan manufaktur sekaligus mengikuti perkembangan kendaraan listrik. Pengembangan teknologi pengisian cepat dan lokalisasi komponen menjadi bagian dari langkah perusahaan menghadapi perubahan industri otomotif.

Editor:

Japur Ganteng

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral SEVA September 2026 untuk Daftar Cepat, Kredit Mobil dan Dana Tunai

Kode Referral SEVA September 2026 untuk Daftar Cepat, Kredit Mobil dan Dana Tunai

Kunjungi Artikel