SuratKami.com – Aichi-Nagoya, Jepang, Pebulu tangkis muda Indonesia Moh Zaki Ubaidillah memilih memanfaatkan bonus dan hadiah kejuaraan untuk membangun gelanggang olahraga atau GOR di kampung halamannya. Langkah tersebut menjadi bentuk investasi sekaligus kepeduliannya terhadap perkembangan olahraga di daerah asalnya.
Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed tidak menjadikan apresiasi dari berbagai kejuaraan sebagai beban. Ia membagi hasil jerih payahnya untuk kedua orang tua dan mengalokasikan sebagian lainnya sebagai investasi.
Keputusan membangun fasilitas olahraga itu datang setelah Ubed mencatat prestasi penting bersama tim beregu putra Indonesia. Ia membantu Merah Putih meraih medali emas pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Moh Zaki Ubaidillah Bangun GOR dari Bonus
Ubed mengungkapkan bahwa ia memiliki cara sendiri dalam mengelola apresiasi yang ia terima sebagai atlet profesional. Selain memberikan sebagian hasilnya kepada orang tua, ia memilih membangun GOR di rumah sebagai bentuk investasi jangka panjang.
βKalau buat saya sih tidak. Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah, buat investasi juga,β kata Ubed, seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/10/2026).
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa Ubed tidak hanya melihat bonus sebagai hasil dari sebuah kemenangan. Ia juga memanfaatkannya untuk membangun fasilitas yang dapat mendukung aktivitas olahraga di lingkungan tempat tinggalnya.
Bonus Asian Games 2026 untuk Tim Indonesia
Prestasi Ubed bersama tim beregu putra turut membawa apresiasi besar dari PP PBSI. Induk organisasi bulu tangkis Indonesia itu memberikan bonus Rp 2 miliar kepada tim beregu putra.
PP PBSI kemudian membagikan bonus tersebut secara merata kepada seluruh pemain dalam skuad. Secara keseluruhan, PBSI menyiapkan dana Rp 4,5 miliar bagi para atlet yang menyumbangkan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Selain tim beregu putra, pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menerima bonus Rp 1 miliar. Mereka meraih medali emas pada nomor ganda putra.
Sementara itu, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah memperoleh apresiasi Rp 500 juta setelah meraih medali perak pada nomor ganda campuran. Tim beregu putri juga menerima Rp 500 juta setelah menyumbangkan medali perunggu.
Adapun tunggal putra Alwi Farhan serta pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri masing-masing memperoleh bonus Rp 250 juta.
Ubed Jadi Penentu Emas Beregu Putra
Perjalanan tim beregu putra Indonesia menuju medali emas berlangsung penuh tekanan. Pada partai final, Indonesia sempat tertinggal 0-2 sehingga pertandingan berikutnya menjadi sangat menentukan.
Ubed kemudian turun pada partai kelima dalam situasi yang menuntut fokus tinggi. Ia berhasil memenangkan pertandingan tersebut dan menjadi salah satu sosok penting dalam keberhasilan Indonesia merebut emas.
Sebelum menjalani laga penentu itu, Ubed mengakui bahwa rasa gugup tetap muncul. Namun, ia mampu menjaga konsentrasi ketika menghadapi pertandingan yang menentukan nasib tim.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi Ubed sebagai salah satu talenta muda yang mendapat perhatian dalam perkembangan bulu tangkis Indonesia. Prestasinya di panggung internasional juga memberikan momentum penting bagi perjalanan kariernya.
Bonus Menjadi Investasi Jangka Panjang
Bagi Ubed, bonus dari prestasi olahraga tidak hanya memiliki nilai finansial. Ia mengarahkan sebagian hasil tersebut untuk kebutuhan keluarga dan investasi yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pembangunan GOR di kampung halaman menjadi salah satu bentuk nyata dari keputusan tersebut. Selain menjadi aset, fasilitas itu dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan olahraga.
Karena itu, keberhasilan Ubed di Asian Games 2026 tidak berhenti pada pencapaian medali emas. Ia juga mulai mengubah hasil kerja kerasnya menjadi sesuatu yang memiliki manfaat lebih luas.
Langkah tersebut menjadi cerita lain dari perjalanan seorang atlet muda setelah meraih prestasi besar. Ubed memilih mengelola apresiasi yang diterimanya dengan membaginya untuk keluarga sekaligus menyiapkan investasi melalui pembangunan GOR di kampung halaman.








