Operasi Pemulihan BBM Bali Ditopang 66 SPBU dengan Layanan 24 Jam

Japur Ganteng

Operasi Pemulihan Bbm Bali Ditopang 66 Spbu Dengan Layanan 24 Jam
Ilustrasi: Operasi Pemulihan Bbm Bali Ditopang 66 Spbu Dengan Layanan 24 Jam

Suratkami.com – SPBU 24 jam di Bali disiagakan untuk membantu menjaga pelayanan bahan bakar selama proses pemulihan distribusi. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoperasikan layanan nonstop di 66 SPBU, dengan 42 lokasi di Denpasar dan 24 di Kabupaten Badung.

Langkah tersebut berjalan bersama penguatan pasokan, armada pengangkut, dan personel di lapangan. Perusahaan juga berkoordinasi dengan unsur keamanan serta mengikuti pengaturan pengisian yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bali.

Upaya itu ditujukan agar masyarakat tetap memperoleh BBM sekaligus membantu penyaluran berjalan lebih lancar. Namun, pengendara perlu memperhatikan batas pembelian harian dan skema ganjil-genap yang berlaku selama masa pemulihan.

Stok BBM Bali ditargetkan mencapai 48 juta liter

Pertamina menargetkan stok BBM di Terminal Manggis, Karangasem, dan Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, mencapai 48 juta liter. Persediaan tersebut diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat Bali untuk sekitar 14 hingga 15 hari ke depan.

Penebalan stok menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan di tengah pemulihan penyaluran. Dengan persediaan yang lebih kuat di terminal, perusahaan berupaya menopang pengiriman BBM menuju SPBU secara berkelanjutan.

Selain menambah stok, Pertamina memperkuat pengangkutan lewat jalur darat. Sebanyak 108 mobil tangki disiagakan bersama 465 awak armada. Perusahaan juga menambahkan 16 unit mobil tangki baru untuk mendukung kegiatan distribusi.

Pengiriman dari terminal hingga SPBU memerlukan pergerakan armada yang tertata. Karena itu, Polda Bali turut mengawal mobil tangki agar perjalanan menuju titik penyaluran tidak terhambat. Pengawalan tersebut menjadi salah satu dukungan untuk menjaga kelancaran distribusi di lapangan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kesiapan pasokan berjalan beriringan dengan dukungan operasional. Ia menyebut pemantauan terus dilakukan agar penanganan dapat menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

66 SPBU 24 jam di Bali beroperasi di Denpasar dan Badung

Penguatan layanan SPBU menjadi bagian penting dalam langkah pemulihan. Dari 66 SPBU yang beroperasi penuh selama 24 jam, sebanyak 42 berada di Kota Denpasar. Sementara itu, 24 lainnya berlokasi di Kabupaten Badung.

Operasi tanpa henti memberi masyarakat pilihan waktu untuk mengisi BBM, termasuk pada malam hari. Pengaturan ini juga membantu menjaga akses layanan tetap tersedia selama periode pemulihan distribusi. Meski demikian, pengendara tetap perlu mengikuti ketentuan pembelian yang berlaku.

Untuk mendukung layanan malam, Pertamina bekerja sama dengan Kodam IX/Udayana. Sebanyak 100 personel TNI disiagakan sebagai operator SPBU cadangan. Keterlibatan mereka ditujukan untuk menopang kesiapan operasional pada jam-jam tersebut.

Penempatan operator cadangan melengkapi langkah penguatan pasokan dan armada. Dengan dukungan personel, SPBU dapat mempertahankan pelayanan sesuai jadwal siaga yang ditetapkan. Sementara itu, pengawalan kendaraan tangki membantu menjaga aliran distribusi menuju lokasi pengisian.

Jumlah SPBU siaga dan pembagian lokasinya menunjukkan cakupan layanan yang difokuskan di Denpasar serta Badung. Informasi tersebut memberi gambaran mengenai wilayah yang mendapat dukungan operasional 24 jam, tanpa mengubah ketentuan pengisian untuk setiap kendaraan.

Batas pembelian dan ganjil-genap berlaku selama pemulihan

Pemerintah Provinsi Bali menetapkan batas pembelian BBM harian untuk sementara. Mobil dapat mengisi maksimal 20 liter, sedangkan sepeda motor dibatasi maksimal 3 liter hingga kondisi dinyatakan pulih.

Selain batas volume, skema ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan berlaku selama tiga hari berturut-turut. Jadwalnya dimulai Sabtu, 17 Oktober 2026, dan berakhir Senin, 19 Oktober 2026.

Pengaturan tersebut merujuk pada Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM. Masyarakat perlu memperhatikan jadwal serta ketentuan yang berlaku sebelum menuju SPBU, agar proses pengisian mengikuti kebijakan pemerintah daerah.

Batas pembelian dan pengaturan nomor kendaraan merupakan bagian dari tata kelola pengisian selama masa pemulihan. Ketentuan ini berjalan bersamaan dengan upaya Pertamina memperkuat stok dan distribusi. Karena itu, layanan 24 jam tidak berarti pembelian dapat melampaui batas yang ditetapkan.

Imbauan untuk pengendara selama pasokan dipulihkan

Ahad mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Ia juga meminta pengendara mengikuti pengaturan pengisian yang telah ditetapkan. Menurutnya, dukungan masyarakat diperlukan agar pelayanan dapat kembali normal secara bertahap.

Pengendara sebaiknya merencanakan pengisian dengan memperhatikan ketentuan harian dan jadwal ganjil-genap. Selain mengurangi risiko ketidaksesuaian aturan, langkah tersebut membantu masyarakat menggunakan pasokan secara bijak selama proses pemulihan berlangsung.

Pertamina terus memantau kesiapan pasokan dan dukungan operasional di lapangan. Perusahaan dapat menyesuaikan penanganan berdasarkan perkembangan kondisi, sementara masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dan ketentuan yang berlaku.

Dengan stok yang ditargetkan mencapai 48 juta liter, tambahan armada, serta 66 SPBU yang melayani 24 jam, berbagai unsur bekerja untuk menopang penyaluran BBM di Bali. Pemulihan tetap berlangsung bertahap, sehingga kepatuhan terhadap batas pengisian dan arahan pemerintah menjadi bagian penting dari kelancaran layanan.

Editor:

Japur Ganteng

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Flip Oktober 2026, Dapat Hadiah Rp40.000

Kode Referral Flip Oktober 2026, Dapat Hadiah Rp40.000

Kunjungi Artikel