RATU Targetkan Tambah Aset Migas Produktif pada 2027

Dwi Prakoso

RATU Targetkan Tambah Aset Migas Produktif pada 2027
Ilustrasi: akuisisi aset migas RATU

Suratkami.comJakarta, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menargetkan penambahan sedikitnya satu aset migas melalui aksi akuisisi pada 2027. Saat ini, perseroan masih menjalankan proses due diligence terhadap sejumlah aset yang masuk dalam pipeline akuisisi.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis RATU Adrian Hartadi mengatakan, beberapa peluang akuisisi masih berada dalam tahap penjajakan. Namun, waktu menuju akhir 2026 yang tersisa sekitar tiga bulan membuat perseroan mengambil sikap lebih konservatif.

Karena itu, RATU memperkirakan sebagian transaksi akuisisi baru dapat terealisasi pada 2027. Perseroan tetap menjalankan proses evaluasi agar aset yang dipilih sesuai dengan strategi pengembangan bisnis perusahaan.

RATU Masih Evaluasi Pipeline Akuisisi

Adrian Hartadi menjelaskan bahwa RATU masih memiliki beberapa pipeline akuisisi yang terus mereka jajaki. Tim perseroan juga melakukan due diligence untuk menilai berbagai aspek dari aset yang masuk dalam pertimbangan.

“Untuk tahun ini kita masih beberapa proses, beberapa pipeline sudah masuk di kita. Kita masih melakukan due diligence, tapi sebagai ekspektasi yang lebih konservatif, mungkin beberapa akuisisi ini akan terjadi tahun 2027,” ujar Adrian dalam konferensi pers Public Expose Live RATU, Kamis (10/9/2026).

Dengan pendekatan tersebut, RATU tidak hanya mengejar kecepatan transaksi. Perseroan juga ingin memastikan setiap aset memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan ekspansi perusahaan.

Selain itu, proses evaluasi menjadi bagian penting karena RATU memiliki fokus khusus terhadap aset migas yang sudah menghasilkan produksi. Strategi ini memungkinkan perusahaan mengurangi ketidakpastian yang biasanya muncul dalam kegiatan eksplorasi.

Akuisisi Aset Migas RATU Fokus pada Produksi

Direktur Utama RATU Sumantri menegaskan bahwa strategi akuisisi pada 2027 tetap mengarah pada aset migas yang sudah berproduksi. Perseroan memilih pendekatan tersebut untuk menekan risiko eksplorasi sekaligus mempercepat kontribusi aset terhadap kinerja keuangan.

“Untuk tahun 2027, pendekatannya masih sama, kita hanya melakukan akuisisi atas aset-aset yang produksi atau aset-aset yang telah berproduksi,” kata Sumantri.

Menurut Sumantri, status produksi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan aset. RATU juga memperhatikan rekam jejak operator yang mengelola aset tersebut.

Perseroan cenderung membidik aset yang berada di bawah pengelolaan operator berpengalaman. Namun, RATU tetap membuka peluang pengecualian apabila terdapat pertimbangan strategis yang mendukung keputusan akuisisi.

Sementara itu, model bisnis RATU saat ini berfokus pada akuisisi dan pengelolaan aset yang telah tersedia. Karena itu, tim pengembangan bisnis terus membangun daftar peluang aset baru untuk menjaga pilihan ekspansi perusahaan.

RATU Ingin Kurangi Risiko Eksplorasi

Strategi membidik aset produktif memiliki tujuan yang cukup jelas. RATU ingin mengurangi risiko eksplorasi dan mempercepat peningkatan kapabilitas keuangan melalui aset yang sudah menghasilkan produksi.

Sumantri mengatakan, perseroan kemungkinan terus mencari aset produktif dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat portofolio aset migas RATU.

“Prioritas asetnya adalah aset-aset produksi. Jadi kita mungkin 2-3 tahun ke depan akan terus mencari aset produktif. Karena harapannya mengurangi risiko eksplorasi dan secepat mungkin menambah kapabilitas keuangan perusahaan,” ujar Sumantri.

Dengan demikian, pipeline akuisisi akan tetap menjadi bagian penting dari kegiatan pengembangan bisnis RATU. Tim perusahaan terus memantau peluang agar dapat bergerak ketika kondisi keuangan dan regulasi mendukung pelaksanaan transaksi.

Selain mencari aset baru, RATU juga tetap mengelola aset yang sudah dimiliki. Pendekatan tersebut membuat kegiatan akuisisi berjalan beriringan dengan pengelolaan portofolio yang sudah ada.

Private Placement Dukung Ekspansi RATU

Ekspansi RATU juga mendapat dukungan dari rencana penguatan struktur permodalan. Sebelumnya, pemegang saham independen perseroan menyetujui rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement hingga 10 persen saham.

Rencana tersebut terutama bertujuan memperkuat modal kerja dan mendukung kebutuhan ekspansi. Salah satu kebutuhan yang dapat memperoleh dukungan tersebut ialah akuisisi aset-aset migas produktif.

Namun, RATU tetap menjalankan proses seleksi aset secara hati-hati. Perseroan ingin menjaga kesinambungan antara kemampuan permodalan, kebutuhan ekspansi, dan kualitas aset yang menjadi target akuisisi.

Sumantri juga menegaskan bahwa tim pengembangan bisnis akan terus mencari peluang baru. Bahkan setelah perseroan menyelesaikan sebuah akuisisi, tim tetap melihat potensi aset lain untuk menjaga ketersediaan pipeline.

“Kita akuisisi, kemudian memanage existing aset, sehingga teman-teman business development itu walaupun baru minggu lalu selesai saya melakukan akuisisi, mereka pasti melihat aset-aset baru karena kita ingin selalu punya list,” kata dia.

Roadmap RATU Dibagi dalam Tiga Tahap

RATU juga memiliki roadmap pengembangan bisnis hingga 10 tahun mendatang. Perseroan menyusun roadmap tersebut pada Mei 2026 sebagai arah pengembangan investasi dan kemampuan operasional perusahaan.

Pada tahap pertama, yakni satu hingga tiga tahun, RATU berfokus pada investasi nonoperating. Perseroan menargetkan akuisisi participating interest pada PSC berskala besar tanpa mengoperasikan aset secara langsung.

Dalam fase tersebut, RATU berperan sebagai pemegang participating interest. Posisi itu memungkinkan perseroan memperoleh kepemilikan strategis pada PSC besar dengan tanggung jawab operasional yang minimal.

Selanjutnya, pada periode tiga hingga lima tahun, RATU mengarahkan strategi menuju investasi operasional. Perseroan menargetkan participating interest pada PSC produksi berskala kecil sekaligus mulai mengelola dan mengoperasikan aset secara langsung.

Kemudian, pada tahap enam hingga 10 tahun, RATU menargetkan perluasan investasi operasional ke PSC dengan skala produksi yang lebih besar. Perseroan berharap tahap ini dapat memperkuat kemampuan operasional sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap portofolio produksi.

Arah Ekspansi RATU ke Depan

Rangkaian strategi tersebut menunjukkan bahwa RATU ingin membangun pertumbuhan melalui aset migas yang sudah memiliki produksi. Pendekatan itu sekaligus menjadi dasar bagi perseroan dalam menyusun pipeline akuisisi untuk beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, target penambahan sedikitnya satu aset pada 2027 masih bergantung pada hasil due diligence dan kesiapan transaksi. RATU perlu memastikan setiap peluang memenuhi pertimbangan bisnis sebelum perseroan mengambil keputusan.

Dengan fokus pada aset produktif, RATU berharap dapat mengurangi risiko eksplorasi. Selain itu, strategi tersebut dapat membantu perseroan mempercepat kontribusi aset terhadap kemampuan keuangan dan portofolio produksinya.

Pada akhirnya, keberhasilan ekspansi RATU akan bergantung pada kemampuan perseroan memilih aset yang sesuai dengan roadmap. Pipeline yang terus berkembang juga menjadi bagian penting agar perusahaan memiliki pilihan ketika kondisi keuangan dan regulasi mendukung transaksi.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral IndoSeptember Poinku September 2026, Dapat Poin Cash hingga Rp25.000

Kode Referral IndoSeptember Poinku September 2026, Dapat Poin Cash hingga Rp25.000

Kunjungi Artikel