Ratusan Pengemudi Ojol dan Taksi Online Jadi Korban Order Fiktif di Cipulir

Japur SK

JAKARTA, Suratkami.com – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online menjadi korban orderan fiktif di kawasan Jalan Haji Amsar, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Order fiktif ini membuat pengemudi dirugikan karena harus menunggu penumpang yang tidak pernah muncul di lokasi.

Fenomena order palsu ini diketahui sudah berlangsung sejak Minggu (17/8/2025) malam. Awalnya hanya lima taksi online yang datang bersamaan, namun jumlahnya semakin meningkat hingga ratusan pengemudi. Mereka semua mendapat pesanan dengan nama pemesan berbeda-beda, mulai dari Hendro, Andhika, Ardiansah hingga Farhat.

Warga setempat mengaku resah karena hampir setiap jam selalu ada pengemudi ojol dan taksi online yang datang. Semua pesanan dilakukan dengan pembayaran tunai, dengan tujuan akhir Stasiun Kebayoran untuk ojol motor, dan Bandara Soekarno-Hatta untuk taksi online.

Seorang warga bernama Fedrik menyebutkan bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke pihak aplikator. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata untuk menghentikan kejadian yang merugikan pengemudi. Ia berharap jalan tempat titik jemput tersebut bisa diblokir sementara agar tidak lagi digunakan pelaku order fiktif.

Salah satu pengemudi ojol bernama Joko mengatakan, mereka tidak bisa langsung membatalkan pesanan. Sesuai aturan aplikasi, driver harus menunggu minimal 10 menit sebelum bisa membatalkan dengan alasan “penumpang tidak ada di tempat”. Hal ini membuat waktu, tenaga, dan bahan bakar mereka terbuang sia-sia.

Dalam pantauan di lokasi, sejumlah pengemudi ojol saling menanyakan nama pemesan, namun tidak pernah ada penumpang yang muncul. Beberapa di antaranya sempat bingung karena dalam 30 menit, belasan pengemudi tiba hampir bersamaan dengan nama pemesan yang sama.

Hingga Selasa (19/8/2025) siang, diperkirakan lebih dari 200 pengemudi ojol dan taksi online sudah datang silih berganti. Namun tak satupun berhasil mengangkut penumpang. Para pengemudi pun berharap pihak aplikator segera menindaklanjuti laporan ini dan melacak pelaku order fiktif yang merugikan banyak orang.

Situasi ini juga menimbulkan keresahan warga sekitar karena keramaian kendaraan ojol dan taksi online yang terus berdatangan. Mereka berharap ada solusi cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, sementara para pengemudi tidak lagi menjadi korban penipuan digital.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Digipulsa Siap Tampung Order Top Up Game Ramadhan dan Lebaran 2026

Digipulsa Siap Tampung Order Top Up Game Ramadhan dan Lebaran 2026

Kunjungi Artikel