Remala Abadi Genjot Bisnis Internet di Jawa dan Bali, Siap Tantang Raksasa Telekomunikasi Nasional

Japur SK

Suratkami.com, Jakarta – PT Remala Abadi Tbk (DATA), emiten telekomunikasi di bawah naungan Grup Djarum, tengah agresif memperluas bisnis internet di Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan lewat pembangunan jaringan fiber to the home (FTTH) serta kerja sama operasi (KSO) dengan berbagai mitra lokal.

Langkah ekspansif ini memperlihatkan keseriusan Remala Abadi dalam menggarap pasar digital nasional yang terus tumbuh pesat. Dengan meningkatnya kebutuhan koneksi internet cepat, Remala ingin menjangkau lebih banyak pelanggan rumah tangga di berbagai daerah, khususnya di Jawa dan Bali.

Kebijakan ini juga menjadi bukti bahwa persaingan di industri telekomunikasi semakin ketat, dengan peluang besar yang bisa dimanfaatkan oleh pemain baru maupun lama.


Remala Abadi Perluas Bisnis Internet di Dua Wilayah Strategis

PT Remala Abadi Tbk baru-baru ini menandatangani kerja sama operasi (KSO) dengan dua perusahaan besar, yakni ARA Infra Indo dan Data Prima Solusindo. Melalui kolaborasi ini, mereka akan memperluas layanan broadband berlabel Nethome di wilayah Bali dan Tangerang Selatan.

Menurut Samuel Adi Mulia, Vice President Revenue Assurance PT Remala Abadi Tbk, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi layanan internet rumah tangga di kedua wilayah tersebut.

โ€œDengan KSO ini, kami menargetkan peningkatan signifikan pelanggan internet Nethome di Bali dan Tangerang Selatan,โ€ ujar Samuel dalam keterangan resmi, Jumat (7/11/2025).


Peluang Besar di Tengah Rendahnya Penetrasi Internet Rumah Tangga

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, jangkauan fixed broadband di Tanah Air baru menyentuh angka 21% dari total rumah tangga. Angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan penetrasi internet seluler yang sudah mencapai lebih dari 80%.

Kondisi ini justru menjadi peluang besar bagi Remala Abadi untuk mengembangkan bisnis internet rumah yang stabil, cepat, dan terjangkau.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga mencatat, pada tahun 2025, hanya sekitar 28% masyarakat Indonesia yang memiliki akses broadband di rumah. Padahal, pemerintah menargetkan jangkauan fixed broadband mencapai 50% rumah tangga pada 2029, dengan kecepatan minimal 100 Mbps.

Dengan target tersebut, Remala Abadi berpotensi menjadi bagian dari akselerasi digital nasional sekaligus memperkuat posisi bisnisnya di industri telekomunikasi.


Remala Abadi Optimistis Tambah 500 Ribu Homepass di 2026

Melalui dua KSO besar yang baru diteken, Remala Abadi optimistis dapat menambah hingga 500 ribu homepass baru di wilayah Bali dan Tangerang Selatan pada tahun 2026.

Ekspansi ini tidak hanya memperluas jangkauan pelanggan, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar broadband nasional yang selama ini didominasi oleh operator besar seperti IndiHome, Biznet, dan First Media.

Perluasan jaringan FTTH menjadi strategi jangka panjang Remala untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif. Dengan teknologi fiber optic, pelanggan akan menikmati koneksi internet cepat dan stabil yang mendukung kebutuhan rumah tangga modern seperti streaming, work from home, hingga smart home device.


Performa Keuangan Remala Abadi Melesat di Kuartal Ketiga 2025

Dari sisi keuangan, kinerja Remala Abadi menunjukkan tren positif. Pada kuartal ketiga 2025, perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp314,4 miliar, tumbuh 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp144 miliar dengan margin 46%, sementara laba bersih normalisasi sebesar Rp65 miliar.

Kinerja ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi digital melalui layanan internet rumah tangga mulai membuahkan hasil. Investor pun mulai melirik saham DATA sebagai emiten telekomunikasi potensial yang tengah tumbuh cepat di bawah naungan konglomerasi Grup Djarum.


Dukungan Pemerintah Dorong Ekspansi Broadband Nasional

Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan infrastruktur digital sebagai salah satu prioritas utama menuju โ€œIndonesia Emas 2045โ€. Salah satu fokusnya adalah memperluas akses internet cepat ke seluruh wilayah nusantara.

Remala Abadi pun menyatakan siap mendukung langkah tersebut melalui pembangunan jaringan FTTH yang lebih luas dan efisien.

Kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemerataan digital, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan literasi digital masyarakat. Dalam konteks ini, bisnis internet Remala Abadi bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga kontribusi terhadap transformasi ekonomi nasional.


Persaingan Bisnis Internet di Indonesia Semakin Ketat

Dalam beberapa tahun terakhir, industri telekomunikasi Indonesia memang mengalami pertumbuhan pesat. Munculnya pemain baru membuat kompetisi semakin dinamis.

Namun, Remala Abadi tampak percaya diri. Dengan dukungan teknologi modern, jaringan yang diperluas, dan dukungan finansial dari Grup Djarum, mereka optimis mampu menyaingi para raksasa lama di sektor ini.

Kunci suksesnya adalah inovasi dan layanan pelanggan yang prima. Remala menargetkan layanan Nethome sebagai alternatif berkualitas tinggi bagi masyarakat yang menginginkan koneksi stabil dan cepat.


Kesimpulan

Perluasan bisnis internet Remala Abadi menandai babak baru bagi industri telekomunikasi nasional. Dengan strategi ekspansi agresif, dukungan keuangan kuat, dan peluang pasar yang masih luas, perusahaan ini diprediksi akan menjadi salah satu pemain kunci di masa depan.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun infrastruktur digital nasional yang merata, terjangkau, dan cepat โ€” demi Indonesia yang semakin terkoneksi dan kompetitif secara global.


FAQ (Pertanyaan Umum)

Apa itu bisnis internet Remala Abadi?

Bisnis internet Remala Abadi adalah layanan broadband berbasis fiber optic bernama Nethome, yang dikembangkan oleh PT Remala Abadi Tbk (DATA) di bawah Grup Djarum.

Wilayah mana saja yang menjadi fokus ekspansi Remala Abadi?

Saat ini fokusnya di wilayah Bali dan Tangerang Selatan, dengan target menambah 500 ribu homepass baru hingga tahun 2026.

Mengapa ekspansi ini penting bagi Indonesia?

Karena penetrasi fixed broadband di Indonesia masih rendah, sementara kebutuhan internet cepat terus meningkat. Ekspansi ini akan membantu pemerataan akses digital.

Bagaimana kinerja keuangan Remala Abadi saat ini?

Pada kuartal ketiga 2025, pendapatan Remala meningkat 26% menjadi Rp314,4 miliar dengan laba bersih normalisasi Rp65 miliar.

Siapa yang menjadi mitra utama dalam ekspansi ini?

Remala Abadi bekerja sama dengan ARA Infra Indo dan Data Prima Solusindo untuk memperluas jaringan internet Nethome di berbagai wilayah.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Promo Maxim 200.000 Terbaru Mei 2026, Untuk Diskon Perjalanan Pengguna Baru

Kode Promo Maxim 200.000 Terbaru Mei 2026, Untuk Diskon Perjalanan Pengguna Baru

Kunjungi Artikel