Saham BUMI Menguat Seiring Ekspansi Non-Batubara

Dwi Prakoso

Saham BUMI Menguat Seiring Ekspansi Non-Batubara

Suratkami.com, Jakarta – Saham BUMI kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah perusahaan mempercepat ekspansi ke sektor non-batubara dalam setahun terakhir.

Paragraf awal ini menandai perubahan arah strategi bisnis perusahaan yang sebelumnya sangat bergantung pada komoditas batu bara. Kini, diversifikasi menjadi fokus utama untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, langkah ekspansi ini juga dinilai sebagai upaya perusahaan menghadapi volatilitas harga komoditas global yang kerap memengaruhi kinerja keuangan.

Saham BUMI Sorotan Usai Diversifikasi Bisnis

Saham BUMI saat ini mendapat perhatian luas dari investor. Hal ini tidak lepas dari langkah strategis perusahaan dalam mengembangkan bisnis multi-komoditas.

Selama ini, PT Bumi Resources Tbk dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. Namun, dalam satu tahun terakhir, perusahaan mulai aktif menggarap sektor non-batubara.

Transformasi ini dilakukan untuk menciptakan struktur pendapatan yang lebih seimbang. Dalam jangka menengah, perusahaan menargetkan kontribusi EBITDA dari batu bara dan non-batubara bisa seimbang.

Di sisi lain, strategi ini juga dinilai mampu meningkatkan ketahanan bisnis. Dengan diversifikasi, risiko ketergantungan pada satu komoditas dapat ditekan.

Akuisisi Tambang Jadi Kunci Pertumbuhan

Untuk mempercepat transformasi, perusahaan melakukan sejumlah akuisisi strategis. Pada akhir 2025, perusahaan berhasil mengamankan tambang Wolfram dan Jubilee Metals.

Tambang Wolfram memiliki daya tarik dari sisi nilai ekonomi. Selain tembaga, tambang ini juga menghasilkan emas dan perak sebagai produk sampingan.

Produksi Wolfram diperkirakan mencapai 20.000 ton konsentrat tembaga per tahun. Angka ini berpotensi menjadi kontributor utama dalam jangka pendek.

Sementara itu, Jubilee Metals menawarkan eksposur pada komoditas emas. Tambang ini ditargetkan memproduksi sekitar 30.000 ounce emas per tahun.

Potensi Margin dari Diversifikasi

Kualitas sumber daya yang tinggi menjadi faktor pendukung utama. Selain itu, jalur peningkatan produksi yang jelas juga memperkuat prospek margin.

Analis menilai kontribusi kedua aset ini akan mulai terlihat signifikan pada semester kedua 2026. Karena itu, perubahan bauran pendapatan diperkirakan semakin nyata.

Selain emas dan tembaga, perusahaan juga masuk ke segmen logam industri. Melalui kepemilikan 45 persen di Laman Mining, perusahaan membuka peluang di sektor bauksit.

Cadangan bauksit yang mencapai sekitar 30 juta ton menjadi modal penting. Hal ini memberikan potensi tambahan dalam rantai industri aluminium.

Ekspansi Berlanjut ke Proyek Global

Tidak berhenti di situ, perusahaan juga menjajaki akuisisi Loyal Metals di Australia. Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp977 miliar.

Langkah ini berpotensi memperkuat portofolio komoditas logam. Selain itu, ekspansi global menunjukkan keseriusan perusahaan dalam transformasi bisnis.

Namun, realisasi akuisisi ini masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan. Meskipun begitu, arah strategi jangka panjang sudah terlihat jelas.

Rangkaian aksi korporasi ini menunjukkan bahwa diversifikasi dilakukan secara terencana. Bukan sekadar langkah oportunistik, melainkan bagian dari reposisi bisnis.

Prospek Saham BUMI dan Rekomendasi Analis

Dengan strategi yang semakin matang, prospek saham BUMI dinilai cukup menarik. Fundamental perusahaan dinilai semakin kuat seiring bertambahnya sumber pendapatan.

Selain itu, visibilitas pertumbuhan juga meningkat. Hal ini menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.

Analis dari Sinarmas Sekuritas, Kenny Shan, memberikan rekomendasi beli. Target harga saham dipatok di level Rp290 per saham.

Sementara itu, transformasi bisnis ini dipandang mampu meningkatkan valuasi perusahaan. Ketergantungan pada siklus batu bara pun semakin berkurang.

Karena itu, saham BUMI berpotensi mengalami rerating di pasar. Investor kini mulai melihat perusahaan sebagai entitas multi-komoditas.

Di sisi lain, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada eksekusi proyek. Namun, arah yang diambil dinilai sudah berada di jalur yang tepat.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, saham BUMI diproyeksikan terus menjadi salah satu saham yang menarik untuk dicermati dalam waktu dekat.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral SeaBank Mei 2026, Bonus Rp10.000 untuk Pengguna Baru

Kode Referral SeaBank Mei 2026, Bonus Rp10.000 untuk Pengguna Baru

Kunjungi Artikel