Saham Happy Hapsoro Kompak Menguat, Investor Soroti Efek Stock Split

Dwi Prakoso

Saham Happy Hapsoro Kompak Menguat, Investor Soroti Efek Stock Split

SURATKAMI.COM – JAKARTA – Saham Happy Hapsoro menjadi perhatian pelaku pasar setelah tiga emiten yang terafiliasi dengan pengusaha tersebut kompak menguat pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/7/2026). Penguatan terjadi pada PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Kenaikan ketiga saham tersebut berlangsung sejak awal sesi perdagangan. Selain mencatatkan penguatan harga, aktivitas transaksi juga meningkat signifikan, terutama pada saham BUVA yang membukukan nilai transaksi lebih dari Rp280 miliar hingga menjelang pukul 10.00 WIB.

Pergerakan positif ini memunculkan optimisme di kalangan investor. Pasalnya, aksi korporasi berupa stock split serta prospek bisnis yang dinilai menjanjikan menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya minat pasar terhadap saham-saham tersebut.

Saham Happy Hapsoro Menguat Didukung Aktivitas Transaksi

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga pukul 09.58 WIB, saham BUVA naik 1,14 persen menjadi Rp890 per saham. Sementara itu, saham MINA menguat 2,92 persen ke level Rp282 per saham.

Di sisi lain, saham RAJA juga bergerak positif dengan kenaikan 2,29 persen ke posisi Rp895 per saham. Penguatan tersebut terjadi beriringan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar reguler.

Nilai transaksi terbesar tercatat pada saham BUVA yang melampaui Rp280 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya perhatian investor terhadap emiten yang memiliki hubungan dengan pengusaha Happy Hapsoro.

Selain kenaikan harga, volume transaksi yang meningkat juga menjadi sinyal bahwa minat pasar terhadap ketiga saham tersebut masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Stock Split Dinilai Mendorong Minat Investor

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai meningkatnya aktivitas perdagangan tidak terlepas dari aksi korporasi yang dilakukan sejumlah emiten, terutama stock split yang baru dijalankan oleh RAJA.

Menurutnya, pemecahan nilai nominal saham membuat harga menjadi lebih terjangkau. Karena itu, investor ritel memiliki peluang lebih besar untuk membeli saham dengan modal yang lebih kecil dibanding sebelumnya.

Michael menjelaskan bahwa setelah RAJA melakukan corporate action, transaksi maupun minat investor langsung menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa stock split masih dipandang sebagai sentimen positif oleh pelaku pasar.

Selain memperluas akses investor, stock split juga meningkatkan likuiditas perdagangan. Akibatnya, saham berpotensi lebih aktif diperdagangkan di pasar.

Beberapa manfaat stock split yang dinilai investor antara lain:

  • Harga saham menjadi lebih terjangkau.
  • Jumlah investor ritel berpotensi meningkat.
  • Likuiditas perdagangan bertambah.
  • Aktivitas transaksi menjadi lebih ramai.
  • Psikologis pasar cenderung lebih positif.

Aset Bali Menjadi Daya Tarik BUVA dan MINA

Selain faktor stock split, Michael melihat BUVA dan MINA masih memiliki daya tarik dari sisi fundamental. Kedua emiten tersebut dinilai memiliki potensi pertumbuhan karena kepemilikan aset lahan di Bali.

Menurutnya, aset tersebut dapat menjadi modal penting bagi manajemen untuk menjalankan strategi turnaround bisnis dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, investor masih melihat peluang pertumbuhan pada kedua emiten tersebut.

Prospek tersebut semakin menarik karena adanya wacana pemerintah yang ingin memperkuat posisi Bali sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Beberapa waktu lalu, pemerintah juga menyampaikan rencana pengembangan Bali sebagai kawasan wisata ekonomi khusus. Apabila kebijakan tersebut terealisasi, nilai aset maupun aktivitas bisnis di wilayah tersebut diperkirakan dapat meningkat.

Meskipun begitu, investor tetap perlu mencermati perkembangan proyek dan kebijakan pemerintah karena realisasinya masih membutuhkan waktu.

Analisis Teknikal Masih Menunggu Konfirmasi

Dari sisi teknikal, Michael menilai ketiga saham tersebut masih berada dalam fase konsolidasi. Artinya, arah tren selanjutnya masih membutuhkan konfirmasi melalui pergerakan harga pada beberapa sesi perdagangan mendatang.

Untuk saham MINA, level yang perlu ditembus berada di kisaran Rp300 per saham. Sementara itu, BUVA diperkirakan perlu melewati area Rp970 hingga Rp1.000 agar peluang kenaikan semakin terbuka.

Adapun saham RAJA dinilai harus mampu menembus level psikologis Rp1.000 per saham sebagai sinyal lanjutan tren bullish.

Karena itu, pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan volume transaksi, pergerakan indeks, serta sentimen eksternal sebelum mengambil keputusan investasi.

RAJA Resmi Diperdagangkan dengan Harga Baru

Sementara itu, saham RAJA baru memulai perdagangan menggunakan harga baru setelah resmi menjalankan stock split.

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia tertanggal 15 Juli 2026, harga penutupan RAJA pada akhir perdagangan cum date tercatat sebesar Rp4.600 per saham dengan nilai nominal lama Rp25 per saham.

Setelah nilai nominal berubah menjadi Rp5 per saham, Bursa menetapkan harga teoritis RAJA sebesar Rp920 per saham pada perdagangan 16 Juli 2026.

Penyesuaian tersebut juga berlaku terhadap jumlah saham hasil stock split serta seluruh parameter perdagangan dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).

Dengan kombinasi aksi korporasi, meningkatnya aktivitas transaksi, serta prospek fundamental yang dinilai menarik, saham Happy Hapsoro masih menjadi salah satu kelompok saham yang terus dipantau investor. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan teknikal dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Akulaku Juli 2026, SAL47Q: Cara Dapat Pinjaman Cepat dan Bonus hingga Ratusan Ribu

Kode Referral Akulaku Juli 2026, SAL47Q: Cara Dapat Pinjaman Cepat dan Bonus hingga Ratusan Ribu

Kunjungi Artikel