SILO Siapkan Capex Hampir Rp1 Triliun untuk Bedah Robotik hingga 2029

Dwi Prakoso

SILO Siapkan Capex Hampir Rp1 Triliun untuk Bedah Robotik hingga 2029
Ilustrasi: capex SILO

Suratkami.comIndonesia, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan belanja modal atau capex SILO hampir Rp1 triliun untuk memperkuat digitalisasi layanan kesehatan. Perseroan akan mengalokasikan investasi tersebut secara bertahap hingga 2029.

SILO akan menggunakan investasi tersebut untuk pengadaan berbagai unit bedah robotik. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan teknologi dalam layanan kesehatan perseroan. Selain itu, SILO terus mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I 2026.

Pada periode tersebut, SILO membukukan laba bersih Rp580,68 miliar. Angka itu tumbuh 27,11 persen dibandingkan Rp456,82 miliar pada semester I 2025. Sementara itu, pendapatan perseroan mencapai Rp6,76 triliun, naik 10,78 persen dari Rp6,10 triliun.

Capex SILO untuk Bedah Robotik hingga 2029

SILO menyiapkan capex hampir Rp1 triliun secara bertahap sampai 2029. Perseroan mengarahkan investasi tersebut untuk pengadaan berbagai unit bedah robotik sebagai bagian dari penguatan digitalisasi layanan kesehatan.

Investasi ini menunjukkan bahwa SILO mengembangkan teknologi kesehatan seiring pertumbuhan bisnisnya. Namun, perusahaan tetap menempatkan tenaga medis sebagai bagian penting dalam pelaksanaan layanan dan tindakan medis.

Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, mengatakan perkembangan kecerdasan buatan atau AI dan teknologi robotik tidak akan menggantikan peran dokter. Menurutnya, teknologi justru menjadi alat pendukung bagi tenaga medis.

Grace menyampaikan pandangan tersebut kepada media dalam acara The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 pada Sabtu (19/9/2026). Ia menjelaskan bahwa teknologi dapat membantu dokter meningkatkan presisi dan kualitas pelayanan.

Teknologi Robotik Mendukung Tindakan Operasi

Menurut Grace, teknologi robotik dapat membantu dokter menjalankan tindakan operasi dengan sayatan yang lebih kecil. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat proses penyembuhan pasien.

Selain itu, penggunaan teknologi robotik berpotensi mengurangi kemungkinan infeksi. Teknologi tersebut juga dapat membantu mempercepat pasien kembali produktif setelah menjalani tindakan operasi.

Dengan demikian, penerapan robotik tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat baru. SILO juga melihat teknologi tersebut sebagai alat pendukung bagi dokter dalam menjalankan tindakan medis dengan tingkat presisi yang lebih baik.

Grace menegaskan bahwa teknologi tidak menghilangkan peran dokter. Sebaliknya, teknologi membantu meningkatkan kemampuan tenaga medis ketika menjalankan tindakan kepada pasien.

Laba SILO Naik 27,11 Persen

Di tengah rencana investasi teknologi tersebut, SILO mencatat pertumbuhan laba pada semester I 2026. Laba bersih perseroan mencapai Rp580,68 miliar, naik 27,11 persen dari Rp456,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan SILO juga tumbuh pada periode yang sama. Perseroan mencatat pendapatan Rp6,76 triliun, meningkat 10,78 persen dibandingkan Rp6,10 triliun pada semester I 2025.

Pertumbuhan tersebut berasal dari layanan rawat jalan dan rawat inap. SILO mencatat pendapatan rawat jalan sebesar Rp3,07 triliun. Sementara itu, pendapatan rawat inap mencapai Rp3,69 triliun.

Komposisi pendapatan tersebut menunjukkan kontribusi dua layanan utama dalam kinerja perseroan pada semester I 2026. Selain itu, SILO menjalankan pengembangan teknologi kesehatan bersamaan dengan penguatan layanan medis.

EPS SILO Ikut Mengalami Pertumbuhan

Pertumbuhan laba juga tercermin dalam laba per saham atau earnings per share (EPS) SILO. Pada semester I 2026, EPS perseroan mencapai Rp44,71 per saham.

Angka tersebut meningkat 27,08 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan pertumbuhan tersebut, kinerja laba dan EPS SILO bergerak sejalan pada semester pertama 2026.

Sementara itu, perseroan tetap melanjutkan investasi teknologi secara bertahap hingga 2029. Capex SILO hampir Rp1 triliun tersebut akan mendukung pengadaan unit bedah robotik dalam pengembangan layanan kesehatan.

Pengembangan teknologi juga berjalan berdampingan dengan layanan rawat jalan dan rawat inap yang menjadi bagian dari pendapatan perseroan. Karena itu, SILO menjalankan investasi teknologi bersamaan dengan pertumbuhan aktivitas layanan medis.

AI dan Robotik Tetap Mendukung Dokter

Penerapan AI dan robotik menjadi bagian dari perkembangan teknologi dalam layanan kesehatan SILO. Namun, Grace menekankan bahwa teknologi tersebut tidak menggantikan dokter dalam menjalankan tindakan medis.

Sebaliknya, tenaga medis memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tindakan. Dalam konteks bedah, teknologi robotik dapat membantu dokter melakukan operasi dengan sayatan yang lebih kecil.

Selain itu, kondisi tersebut berpotensi mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi kemungkinan infeksi. Teknologi juga berpotensi membantu pasien kembali produktif dalam waktu lebih cepat setelah menjalani tindakan.

Dengan investasi hampir Rp1 triliun hingga 2029, SILO menempatkan pengembangan teknologi sebagai bagian dari arah penguatan layanan kesehatan. Sementara itu, pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I 2026 menunjukkan perkembangan kinerja perseroan pada periode tersebut.

SILO mencatat pendapatan Rp6,76 triliun dan laba bersih Rp580,68 miliar pada semester I 2026. Pada saat yang sama, perseroan melanjutkan rencana capex SILO untuk pengadaan berbagai unit bedah robotik secara bertahap hingga 2029.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral SEVA September 2026 untuk Daftar Cepat, Kredit Mobil dan Dana Tunai

Kode Referral SEVA September 2026 untuk Daftar Cepat, Kredit Mobil dan Dana Tunai

Kunjungi Artikel