Target IHSG 28.000 Dinilai Realistis oleh Airlangga

Dwi Prakoso

Target IHSG 28.000 Dinilai Realistis oleh Airlangga

Suratkami.com, Jakarta – Target IHSG 28.000 mulai menjadi sorotan setelah pernyataan optimistis dari pemerintah terkait prospek pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah menilai capaian tersebut bukan sekadar ambisi, melainkan target yang memiliki dasar kuat. Dukungan ekonomi domestik dan pertumbuhan investor dinilai menjadi faktor utama.

Selain itu, tren pertumbuhan historis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan bahwa lonjakan signifikan pernah terjadi dalam periode tertentu. Karena itu, optimisme kembali muncul untuk mendorong indeks ke level lebih tinggi.

Target IHSG 28.000 Dinilai Masih Rasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut positif target IHSG 28.000 yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, pertumbuhan indeks hingga empat kali lipat masih dalam batas rasional.

Airlangga mengingat kembali pengalaman saat menjabat sebagai Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 2004–2013. Pada masa itu, IHSG naik dari level 1.000 menjadi sekitar 4.200.

Kenaikan tersebut terjadi dalam kurun waktu sembilan tahun. Artinya, pertumbuhan tahunan bisa mencapai 15 hingga 20 persen.

Namun, setelah 2014, pertumbuhan IHSG cenderung melambat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor global, termasuk dampak pandemi COVID-19.

Meskipun begitu, Airlangga optimistis momentum pertumbuhan tinggi bisa kembali tercapai. Terlebih, adanya dorongan baru dari kebijakan fiskal pemerintah.

Faktor Pendukung Target IHSG 28.000

Target IHSG 28.000 tidak berdiri sendiri. Ada sejumlah faktor yang dinilai menjadi pendorong utama kenaikan indeks ke depan.

Pertama, fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan pasar modal.

Kedua, meningkatnya jumlah investor domestik, khususnya dari kalangan generasi muda. Data menunjukkan bahwa investor Gen Z mendominasi hingga 57 persen.

Selain itu, program investasi yang terstruktur juga menjadi penopang. Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) dinilai mampu menciptakan aliran dana stabil ke pasar.

Peran Investor Domestik dalam Pasar Modal

Investor domestik memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas IHSG. Ketika terjadi gejolak global, investor lokal dapat menjadi penyeimbang.

Karena itu, pemerintah terus mendorong inklusi keuangan. Salah satunya melalui program berbasis Systematic Investment Plan (SIP).

Program ini memungkinkan masyarakat berinvestasi secara rutin dengan nominal terjangkau. Dengan begitu, partisipasi investor ritel bisa terus meningkat.

Tantangan Menuju IHSG 28.000

Meski optimistis, pemerintah juga menyadari adanya tantangan. Salah satunya adalah volatilitas pasar global yang masih tinggi.

Di sisi lain, pertumbuhan IHSG yang sempat melandai menjadi catatan penting. Rata-rata kenaikan hanya berada di kisaran 5 hingga 6 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, pemerintah melihat peluang untuk mempercepat pertumbuhan kembali ke dua digit. Hal ini didukung oleh kebijakan ekonomi yang lebih agresif.

Selain itu, kebutuhan pembiayaan nasional yang meningkat juga menjadi faktor pendorong. Pada 2026, kebutuhan pembiayaan diperkirakan mencapai Rp7.400 triliun.

Angka tersebut bahkan diproyeksikan naik menjadi Rp9.200 triliun pada 2029. Karena itu, pasar modal diharapkan menjadi sumber pendanaan utama.

Prospek Ekonomi dan Dampaknya ke IHSG

Kinerja sektor riil juga turut memperkuat optimisme. Realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,79 triliun.

Angka ini tumbuh 7,22 persen dan menyerap sekitar 706.000 tenaga kerja. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional.

Selain itu, ekspansi ekonomi diperkirakan terus berlanjut hingga 2030. Momentum ini diyakini akan mendorong kenaikan IHSG secara bertahap.

Di sisi lain, pemerintah menilai bahwa kolaborasi antara kebijakan fiskal dan pasar modal sangat penting. Sinergi ini akan menentukan keberhasilan target jangka panjang.

Dengan berbagai faktor pendukung tersebut, target IHSG 28.000 dinilai bukan hal yang mustahil. Namun, pencapaian ini tetap memerlukan konsistensi kebijakan dan partisipasi investor yang luas.

Pada akhirnya, penguatan pasar modal domestik menjadi kunci utama. Jika basis investor terus berkembang, stabilitas dan pertumbuhan IHSG akan lebih terjaga.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Ajaib Terbaru Mei 2026 (Jaya690), Daftar dan Klaim Saham Puluhan Juta

Kode Referral Ajaib Terbaru Mei 2026 (Jaya690), Daftar dan Klaim Saham Puluhan Juta

Kunjungi Artikel