Tren Pinjol 2025: Akun Pria Lebih Banyak, Tapi Perempuan Pegang Outstanding Lebih Besar

Japur SK

Suratkami.com, Jakarta – Data OJK mengenai perkembangan pinjaman online kembali menjadi sorotan publik. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun pinjol pria lebih banyak dibandingkan perempuan, namun temuan menariknya justru terlihat pada nilai outstanding yang ternyata lebih besar berasal dari peminjam perempuan. Fenomena ini menjadi salah satu dinamika yang menandai perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia sepanjang 2025.

Dalam laporan terbaru, industri fintech lending mencatat pertumbuhan yang signifikan pada sektor konsumsi berbasis digital. Lonjakan kebutuhan dana, akselerasi ekonomi digital, serta mudahnya akses melalui aplikasi membuat masyarakat semakin bergantung pada layanan P2P lending. Kondisi ini terlihat dari meningkatnya jumlah akun, peningkatan outstanding, serta membesarnya porsi peminjam dari berbagai kategori usia.

Tak hanya memunculkan tren baru dalam perilaku konsumsi digital, peningkatan ini juga memberikan gambaran bahwa peran teknologi finansial semakin besar dalam sistem ekonomi harian masyarakat. Namun di sisi lain, kualitas kredit dan risiko macet tetap menjadi perhatian utama, termasuk perbandingan antara peminjam laki-laki dan perempuan.

Peminjam Pria Lebih Banyak, Tapi Nilai Pinjaman Perempuan Mendominasi

Data OJK terbaru memperlihatkan bahwa total outstanding pinjaman fintech P2P lending mencapai Rp 82,94 triliun per Agustus 2025, melonjak 25,4% secara tahunan. Sementara jumlah rekening penerima pinjaman tumbuh 27,4% menjadi 25,46 juta akun.

Di antara total tersebut, jumlah akun milik laki-laki mencapai 12,89 juta, atau 50,7% dari keseluruhan penerima pinjaman aktif. Sementara akun perempuan berjumlah 12,56 juta atau 49,3%.

Namun meski akun perempuan lebih sedikit, nilai outstanding pembiayaannya justru jauh lebih besar.
Outstanding perempuan tercatat Rp 45,38 triliun, sementara laki-laki berada di angka Rp 37,56 triliun.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perempuan cenderung meminjam dalam nominal lebih besar, sekaligus mencerminkan tingginya kebutuhan dana pada sektor rumah tangga, usaha rumahan, UMKM perempuan, serta pembiayaan konsumtif yang dikelola oleh perempuan.

Pertumbuhan Outstanding Perempuan Lebih Kencang

Laporan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan outstanding perempuan mencapai 26% yoy, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang berada di angka 24,5% yoy. Hal ini sekaligus mengonfirmasi pergeseran perilaku keuangan dan pembiayaan berbasis digital di Indonesia.

Perempuan menjadi kelompok yang semakin dominan dalam transaksi fintech lending, terutama pada sektor produktif seperti usaha kecil, mikro, dan sektor perdagangan.

Tidak hanya itu, rasio kredit bermasalah atau TWP 90 perempuan juga lebih rendah, yakni 1,9%, sementara laki-laki 2,1%. Ini menunjukkan bahwa disiplin pembayaran perempuan cenderung lebih baik.

Namun, perlu dicatat bahwa pertumbuhan nilai TWP 90 perempuan meningkat signifikan sebesar 42,5% yoy, yang berarti terdapat potensi risiko apabila tren ini terus berlanjut seiring meningkatnya nilai pinjaman.

Generasi Milenial dan Gen Z Masih Mendominasi Fintech Lending

Berdasarkan usia, kelompok peminjam terbesar berasal dari rentang usia produktif, terutama mereka yang banyak beraktivitas di dunia digital.
OJK mencatat bahwa:

  • Usia 19–34 tahun
    • Jumlah peminjam: 15,18 juta
    • Outstanding: Rp 41,07 triliun
    • Kelompok ini didominasi milenial dan Gen Z, yang aktif dalam transaksi digital, belanja online, serta kebutuhan modal usaha kecil dan freelance.
  • Usia 35–54 tahun
    • Jumlah peminjam: 9,16 juta
    • Outstanding: Rp 37,8 triliun
    • Kelompok ini biasanya memanfaatkan pinjol untuk kebutuhan konsumtif, renovasi rumah, kesehatan, pendidikan, hingga modal UMKM.
  • Usia di atas 54 tahun
    • Jumlah peminjam: 861.065
    • Outstanding: Rp 3,82 triliun
  • Usia di bawah 19 tahun
    • Jumlah peminjam: 257.331
    • Outstanding: Rp 316,87 miliar

Dominasi usia produktif menunjukkan bahwa ekonomi digital terus berkembang dan layanan pinjol menjadi ujung tombak kebutuhan pembiayaan cepat serta efisiensi transaksi finansial.

Implikasi Terhadap Industri Fintech dan Kesehatan Finansial Nasional

Tren ini berdampak besar pada perkembangan lanskap fintech. Peningkatan outstanding, naiknya jumlah akun aktif, serta perjuangan mengendalikan TWP 90 menjadi perhatian utama bagi OJK dan pelaku industri.

Dari sisi ekonomi makro, tingginya pertumbuhan pinjaman menandakan perputaran uang yang signifikan pada sektor digital. Namun di sisi lain, jika tidak diimbangi literasi keuangan, pertumbuhan ini berpotensi menimbulkan risiko gagal bayar yang memengaruhi kesehatan finansial pengguna.

Fintech lending perlu mendorong edukasi peminjam, menyediakan fitur pengingat pembayaran, serta memperluas integrasi data untuk penilaian kredit yang lebih akurat. Keseriusan ini penting untuk mengurangi angka kredit macet dan menjaga stabilitas industri.

Tips Agar Penggunaan Pinjol Tetap Aman dan Produktif

Fintech lending bisa membantu, tapi juga bisa menjerumuskan bila tidak dikelola dengan baik. Berikut tips aman bagi masyarakat:

1. Pinjam sesuai kemampuan bayar

Idealnya total cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan bulanan.

2. Pilih platform legal yang terdaftar di OJK

Hindari aplikasi ilegal yang berpotensi merugikan.

3. Gunakan untuk kebutuhan produktif

Misalnya modal usaha, pendidikan, atau kebutuhan penting lainnya.

4. Perhatikan bunga dan tenor

Sesuaikan dengan kondisi finansial agar tidak kesulitan melunasi.

5. Hindari gali lubang tutup lubang

Jangan meminjam di banyak aplikasi sekaligus.

F&Q — Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah benar outstanding perempuan lebih tinggi dibanding pria?

Ya, data OJK menunjukkan outstanding perempuan mencapai Rp 45,38 triliun, lebih tinggi dari laki-laki yang mencapai Rp 37,56 triliun.

2. Mengapa peminjam pria lebih banyak?

Pria lebih banyak membuat akun pinjol, namun tidak selalu meminjam dalam jumlah besar seperti perempuan.

3. Usia berapa yang paling banyak menggunakan pinjol?

Kelompok usia 19–34 tahun mendominasi dengan lebih dari 15 juta akun aktif.

4. Apakah perempuan lebih lancar membayar pinjaman?

Secara rasio TWP 90, perempuan lebih rendah (1,9%) dibanding laki-laki (2,1%), menandakan pembayaran yang lebih disiplin.

5. Bagaimana cara aman memanfaatkan pinjol?

Pastikan meminjam di platform legal, sesuaikan cicilan dengan penghasilan, dan gunakan untuk hal produktif.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Bank Saqu Mei 2026, Raih Bonus Saldo dengan Cara Ini!

Kode Referral Bank Saqu Mei 2026, Raih Bonus Saldo dengan Cara Ini!

Kunjungi Artikel