Waspada Silent Call, Modus Penipuan Telepon Terbaru

Japur SK

Waspada Silent Call, Modus Penipuan Telepon Terbaru

SURATKAMI.COM, INDONESIA – Fenomena silent call atau panggilan hening kini menjadi perhatian serius karena diduga sebagai bagian dari modus penipuan telepon terbaru. Praktik ini semakin sering dialami masyarakat, baik melalui nomor lokal maupun luar negeri yang tidak dikenal.

Dalam beberapa kasus, penerima hanya melihat panggilan masuk tanpa suara, atau panggilan terputus dalam hitungan detik. Meski terlihat sepele, pola ini disebut sebagai bagian dari strategi penipuan berbasis teknologi yang terus berkembang.

Dosen Program Studi Ilmu Komputer , , mengingatkan masyarakat untuk tidak merespons panggilan semacam ini. Ia menegaskan bahwa langkah paling aman adalah mengabaikan panggilan tersebut sepenuhnya.

Silent Call Jadi Modus Penipuan Telepon Baru

Menurut Heru, silent call merupakan bagian dari teknik social engineering atau rekayasa sosial. Teknik ini bertujuan memanipulasi korban agar tanpa sadar memberikan informasi penting.

Panggilan hening biasanya tidak memiliki suara atau hanya berlangsung beberapa detik. Namun, di balik itu terdapat tujuan tertentu yang bisa merugikan korban.

Beberapa tujuan utama dari silent call antara lain:

  • Mengecek apakah nomor telepon aktif
  • Memancing korban untuk melakukan panggilan balik
  • Mengumpulkan data awal untuk serangan lanjutan
  • Menghubungkan korban ke layanan premium berbiaya tinggi

Selain itu, nomor yang merespons panggilan ini berpotensi masuk ke dalam daftar target penipuan. Hal ini membuat risiko kejahatan lanjutan semakin besar.

Risiko Silent Call Tidak Bisa Dianggap Remeh

Heru menjelaskan bahwa dampak dari silent call tidak hanya sebatas gangguan. Jika ditanggapi, risiko yang muncul bisa jauh lebih serius.

Korban bisa diarahkan ke berbagai skema penipuan lanjutan. Misalnya, pencurian kode OTP, penipuan berbasis phishing, hingga manipulasi data pribadi.

Sementara itu, panggilan balik ke nomor tertentu juga dapat mengakibatkan biaya tinggi. Hal ini biasanya terjadi jika nomor tersebut terhubung ke layanan premium internasional.

Mengapa Call Back Sangat Berbahaya?

Heru menegaskan bahwa tindakan call back adalah jebakan yang paling sering terjadi. Banyak pelaku memanfaatkan teknik missed call bait untuk memancing korban.

Berikut risiko saat melakukan panggilan balik:

  • Terhubung ke nomor premium berbayar mahal
  • Nomor pengguna terverifikasi sebagai target aktif
  • Membuka peluang serangan lanjutan seperti phishing
  • Data suara bisa direkam untuk manipulasi identitas

Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak tergoda melakukan panggilan balik, meskipun merasa penasaran.

Cara Menghindari Silent Call dan Penipuan Telepon

Untuk melindungi diri dari silent call, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan. Langkah ini dinilai efektif untuk meminimalkan risiko kejahatan digital.

Berikut tips yang disarankan:

  • Jangan angkat telepon dari nomor tidak dikenal
  • Hindari menerima panggilan dari luar negeri yang mencurigakan
  • Jangan pernah melakukan call back
  • Blokir nomor yang terindikasi spam
  • Aktifkan fitur pemblokiran nomor tidak dikenal di ponsel

Selain itu, pengguna juga disarankan memanfaatkan aplikasi pihak ketiga untuk mendeteksi nomor spam. Aplikasi ini biasanya mampu memberi label peringatan secara otomatis.

Di sisi lain, fitur bawaan ponsel seperti silence unknown callers juga sangat membantu. Fitur ini dapat menyaring panggilan yang tidak tersimpan di kontak.

Pentingnya Edukasi dan Literasi Digital

Heru juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait ancaman silent call. Terutama bagi kelompok rentan seperti orang tua dan anak-anak.

Mereka sering kali menjadi target karena kurang memahami pola penipuan digital. Oleh karena itu, edukasi menjadi langkah penting untuk mencegah korban baru.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang saat menerima panggilan mencurigakan. Jangan mudah percaya pada ancaman atau informasi yang belum jelas kebenarannya.

Jika panggilan terlanjur diangkat, pengguna sebaiknya tidak menjawab dengan kata “ya”. Hal ini karena suara tersebut bisa direkam dan disalahgunakan.

Di sisi lain, peningkatan literasi digital dinilai menjadi kunci utama menghadapi ancaman ini. Kolaborasi antara masyarakat, operator seluler, dan pemerintah juga diperlukan.

Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan sistem penyaringan panggilan spam bisa semakin kuat. Selain itu, basis data nomor penipuan juga dapat terus diperbarui.

Fenomena silent call menjadi pengingat bahwa kejahatan digital terus berkembang. Karena itu, kewaspadaan dan pemahaman teknologi menjadi hal yang sangat penting di era saat ini.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Flip Mei 2026, Dapat Hadiah Rp40.000

Kode Referral Flip Mei 2026, Dapat Hadiah Rp40.000

Kunjungi Artikel