Jejak Perintis Al Furqon dalam Buku Dari Mushola ke Pesantren

Japur SK

Syahid M. Rahman Menulis Jejak Perintis Al Furqon dalam Buku Dari Mushola ke Pesantren

Menulis sejarah pesantren bukan sekadar merekam masa lalu, tetapi menjaga kesinambungan nilai dan perjuangan. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi Syahid Mujibur Rahman menulis buku berjudul Dari Mushola ke Pesantren, sebuah karya historis yang mendokumentasikan perjalanan para perintis dan tokoh berjasa di Pondok Modern Al Furqon.

Dalam buku tersebut, Syahid M. Rahman tampil bukan hanya sebagai penulis, tetapi sebagai penghubung antar generasi. Ia menyusun kisah berdirinya dan berkembangnya Pondok Modern Al Furqon dengan pendekatan ilmiah-historis, sekaligus humanis, sehingga sejarah tidak hanya hadir sebagai deretan peristiwa, tetapi sebagai teladan perjuangan.

Buku Dari Mushola ke Pesantren memuat 18 tokoh perintis, yang kontribusi dan pengabdiannya menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya Al Furqon. Penulisan buku ini didasarkan pada pengumpulan data primer, terutama melalui diskusi langsung bersama Pimpinan Pondok Modern Al Furqon, yang menuturkan jasa-jasa para tokoh baik secara lisan maupun melalui catatan tertulis.

Menurut Syahid M. Rahman, menulis adalah bagian dari tanggung jawab intelektual dan moral seorang insan pesantren.

 “Jika hari ini saya tidak menulis, maka saya tidak akan meninggalkan peradaban yang bisa diteladani oleh generasi setelah kita. Saya sadar, sebelum ajal menjemput, perlu mempersiapkan peninggalan yang memiliki nilai manfaat jangka panjang bagi Al Furqon,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap sejarah perintis merupakan kunci tumbuhnya rasa memiliki terhadap pesantren. Tanpa pengetahuan tentang perjuangan generasi awal, nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan yang menjadi ruh pesantren berpotensi memudar seiring waktu.

 “Generasi perintis tidak selamanya hadir di tengah-tengah kita. Karena itu, sejarah mereka perlu ditulis dan diwariskan,” tambahnya.

Bagi Syahid, buku ini juga merupakan ikhtiar personal untuk memastikan bahwa ketika kelak ia tidak lagi aktif di lingkungan Al Furqon, masih ada karya yang dapat menjadi pondasi intelektual dan historis bagi generasi penerus. Melalui tulisan, ia berharap perjalanan panjang Al Furqon tetap hidup dalam ingatan, dibaca, dan direnungkan.

Kehadiran buku Dari Mushola ke Pesantren diharapkan menjadi rujukan bacaan sejarah pesantren, sekaligus sarana pendidikan karakter yang menanamkan nilai keteladanan, kontinuitas perjuangan, dan tanggung jawab keilmuan di lingkungan Pondok Modern Al Furqon.

— Artikel dikirim oleh: Syahid M.R. ([email protected])

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referal Kredivo Mei 2026 Bisa Dapat Bonus 125.000 Points Cepat Acc

Kode Referal Kredivo Mei 2026 Bisa Dapat Bonus 125.000 Points Cepat Acc

Kunjungi Artikel