Peluang Ojol Tembus Rp 10 Juta per Bulan, Apakah Bisa Tercapai?

Japur SK

JAKARTA – Suratkami.com – Peluang ojol Rp 10 juta per bulan kini semakin terbuka bagi para pengemudi ojek online di Indonesia. Syaratnya jelas: mitra harus memenuhi target jumlah order harian tertentu agar bisa menembus pendapatan dua digit tersebut.

Data terbaru yang dibagikan manajemen Grab Indonesia menunjukkan bahwa potensi penghasilan driver tidak hanya bergantung pada lama bekerja, tetapi juga konsistensi dalam mengambil order. Baik pengemudi roda dua maupun roda empat memiliki peluang yang sama, dengan perhitungan berbeda.

Menariknya, sebagian besar mitra pengemudi ternyata tidak menjadikan pekerjaan sebagai driver ojol sebagai sumber nafkah utama. Fleksibilitas waktu menjadi alasan utama banyak mitra memilih bekerja paruh waktu.

Menurut CEO Grab Indonesia, , lebih dari 80 persen mitra roda dua tidak mengandalkan pekerjaan tersebut sebagai penghasilan utama. Sementara untuk GrabCar atau roda empat, jumlahnya sekitar 67 persen.

“Banyak sekali yang seperti itu. Ini menunjukkan fleksibilitas yang diberikan oleh Grab dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Neneng seperti dikutip dari , Jumat (27/2).

Mayoritas Driver Ojol Bekerja Paruh Waktu

Fenomena ojek online sebagai pekerjaan tambahan semakin umum terjadi. Banyak mitra memiliki pekerjaan utama seperti karyawan swasta, PNS, guru honorer, hingga wirausaha.

Mereka biasanya mulai “narik” setelah jam kerja utama selesai atau di akhir pekan. Dengan skema kerja fleksibel, penghasilan tambahan bisa diperoleh tanpa meninggalkan pekerjaan tetap.

Namun demikian, ada pula kelompok driver yang menjadikan profesi ini sebagai sumber nafkah utama. Umumnya mereka adalah kepala keluarga, tulang punggung keluarga, mantan karyawan, atau wirausaha yang beralih profesi.

Skema Penghasilan Ojol per Desember 2025

Berikut rincian potensi pendapatan mitra Grab berdasarkan jumlah rata-rata order per hari:

Roda Dua (Motor)

Nafkah Utama (> Rp 10 juta per bulan)

  • Rata-rata 28 order per hari
  • Profil: kepala keluarga, eks karyawan, wirausaha yang beralih profesi

Penghasilan Rutin (Rp 4–10 juta per bulan)

  • Rata-rata 15 order per hari
  • Profil: ibu rumah tangga, freelancer, wirausaha dengan jadwal fleksibel

Penghasilan Sampingan (Rp 1–4 juta per bulan)

  • Rata-rata 6 order per hari
  • Bekerja 2–4 jam setelah pekerjaan utama

Penghasilan Sesekali (< Rp 1 juta per bulan)

  • Rata-rata 4 order per hari
  • Biasanya hanya aktif saat akhir pekan 1–2 jam

Roda Empat (Mobil)

Nafkah Utama (> Rp 10 juta per bulan)

  • Rata-rata 11 order per hari
  • Profil: driver profesional penuh waktu, kepala keluarga

Penghasilan Rutin (Rp 4–10 juta per bulan)

  • Rata-rata 7 order per hari
  • Profil: freelancer, ibu tunggal, wirausaha

Penghasilan Sampingan (Rp 1–4 juta per bulan)

  • Rata-rata 6 order per hari
  • Bekerja setelah jam kantor

Penghasilan Sesekali (< Rp 1 juta per bulan)

  • Rata-rata 4 order per hari
  • Aktif saat senggang atau akhir pekan

Hitung-Hitungan Sederhana Penghasilan Driver

Jika ditarik rata-rata, 28 order per hari untuk roda dua berarti sekitar 840 order per bulan (dengan asumsi 30 hari kerja). Dengan kombinasi tarif dasar, insentif, dan bonus performa, angka tersebut memungkinkan penghasilan menembus Rp 10 juta per bulan.

Sementara roda empat hanya membutuhkan sekitar 11 order per hari atau 330 order per bulan untuk masuk kategori nafkah utama. Nilai per order yang lebih tinggi membuat target tersebut lebih realistis bagi pengemudi mobil.

Namun perlu dicatat, penghasilan bersih tetap bergantung pada biaya operasional seperti bensin, servis kendaraan, asuransi, dan potongan aplikasi.

Fleksibilitas Jadi Daya Tarik Utama

Model kerja fleksibel menjadi faktor utama pertumbuhan jumlah mitra. Banyak pekerja formal memanfaatkan platform transportasi online sebagai sumber pemasukan tambahan.

Dengan dukungan teknologi dan sistem aplikasi, mitra bisa menentukan sendiri jam kerja, area operasional, hingga target pendapatan.

Potensi penghasilan ojek online pun semakin variatif, mulai dari tambahan ratusan ribu rupiah hingga belasan juta per bulan, tergantung intensitas dan strategi kerja masing-masing mitra.

Kesimpulan

Peluang ojol Rp 10 juta per bulan bukan sekadar wacana. Target tersebut realistis dicapai, terutama bagi driver yang konsisten memenuhi jumlah order harian sesuai skema.

Baik roda dua maupun roda empat memiliki peluang besar, dengan perhitungan yang berbeda. Fleksibilitas waktu menjadi keunggulan utama yang membuat profesi ini tetap diminati, baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan.

FAQ

1. Apakah benar ojol bisa menghasilkan Rp 10 juta per bulan?
Ya, bisa. Syaratnya memenuhi target order harian, yaitu sekitar 28 order per hari untuk roda dua dan 11 order per hari untuk roda empat.

2. Apakah semua driver mendapat penghasilan sebesar itu?
Tidak. Mayoritas mitra bekerja paruh waktu dengan penghasilan antara Rp 1–4 juta per bulan.

3. Apa faktor utama yang memengaruhi pendapatan ojol?
Jumlah order, jam kerja, insentif, lokasi operasional, serta biaya operasional kendaraan.

4. Apakah pekerjaan ojol cocok sebagai penghasilan utama?
Bisa, terutama bagi yang bekerja penuh waktu dan konsisten mencapai target order harian.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral SEVA Mei 2026 untuk Daftar Cepat, Kredit Mobil dan Dana Tunai

Kode Referral SEVA Mei 2026 untuk Daftar Cepat, Kredit Mobil dan Dana Tunai

Kunjungi Artikel