Bnetfit Targetkan Jadi Infrastruktur Digital Nasional 2026

Japur SK

JAKARTA | Suratkami.com – Bnetfit targetkan transformasi 2026 dengan ambisi besar menjadi infrastruktur digital nasional, bukan lagi sekadar penyedia layanan internet. Langkah ini menandai perubahan strategis perusahaan dalam menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas dan ekosistem digital di Indonesia.

Perusahaan penyedia layanan internet tersebut menegaskan roadmap jangka panjangnya untuk membangun fondasi teknologi yang lebih kuat, modern, dan terintegrasi. Transformasi ini mencakup pengembangan jaringan berkapasitas tinggi, penguatan data center, hingga integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Di tengah percepatan transformasi digital nasional, kebutuhan akan konektivitas cepat, stabil, dan aman semakin mendesak. Bnetfit melihat peluang tersebut sebagai momentum untuk memperluas perannya dalam membangun tulang punggung digital Indonesia.

Roadmap Transformasi Menuju 2026

Bnetfit menyiapkan sejumlah strategi utama untuk mencapai target sebagai pemain kunci infrastruktur digital nasional pada 2026. Perusahaan tidak hanya fokus pada konektivitas, tetapi juga memperluas layanan berbasis teknologi mutakhir.

Beberapa fokus pengembangan tersebut meliputi:

  • Automation & AI untuk mendukung efisiensi industri
  • Layanan Cloud yang scalable dan fleksibel
  • Sistem Security berstandar tinggi
  • Penguatan Data Center melalui Nexbyte
  • Implementasi Internet of Things (IoT) untuk smart city dan industri
  • Ekspansi konektivitas regional Indonesia–Singapura dan kawasan ASEAN

Strategi ini dirancang untuk mendukung transformasi digital pemerintah, sektor industri, hingga pelaku usaha berbasis teknologi.

Teknologi DWDM Tingkatkan Kapasitas Jaringan

Untuk menopang ambisi besar tersebut, Bnetfit mengimplementasikan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) generasi terbaru. Teknologi ini memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan fiber optik tanpa perlu membangun infrastruktur baru.

DWDM yang digunakan mendukung lebih dari 96 channel data dengan kecepatan hingga 100 Gbps, 400 Gbps, bahkan mencapai 800 Gbps atau lebih. Selain meningkatkan kapasitas, teknologi ini juga menyederhanakan infrastruktur jaringan dan menekan konsumsi daya.

Langkah ini menjadi krusial dalam menghadapi lonjakan trafik data yang terus meningkat akibat pertumbuhan layanan cloud, AI, dan kebutuhan digital enterprise.

Perkuat Jalur Internasional dan Domestik

Di jalur internasional, Bnetfit diperkuat oleh sistem kabel bawah laut SEA Cable Exchange-1 (SeaX-1) dan Super Sistem Batam-Singapura (SSBS) sepanjang 250 kilometer. Infrastruktur ini menghubungkan Mersing (Malaysia), Changi (Singapura), dan Batam (Indonesia), memperkuat konektivitas lintas negara.

Sementara itu, jaringan domestik didukung sistem kabel laut BTI-1 sepanjang sekitar 4.500 kilometer. Sistem ini menghubungkan Batam, Jakarta, Manado, serta memiliki percabangan ke Gresik, Makassar, dan Balikpapan.

Infrastruktur tersebut diposisikan sebagai tulang punggung trafik data nasional. Dengan dukungan kabel laut berkapasitas besar, Bnetfit memperkuat stabilitas dan redundansi jaringan nasional.

Kolaborasi dan Ekspansi Jaringan

Selain membangun infrastruktur sendiri, Bnetfit menjalin kolaborasi open access dengan Link Net Tbk dan Asianet. Kerja sama ini memungkinkan pemanfaatan lebih dari 7 juta homepass di berbagai wilayah Indonesia.

GM Business Development Bnetfit, Galuh Kusumah, menegaskan ekspansi jaringan akan terus dilakukan. Ia menyatakan perusahaan berkomitmen menjadi mitra strategis dalam transformasi digital nasional.

“Bnetfit memiliki cita-cita untuk menjadi mitra strategis transformasi digital. Dimulai dari hadirnya Bnetfit di Jakarta, kami akan terus memperluas jaringan ke berbagai kota di seluruh Indonesia,” ujar Galuh di Jakarta.

Reposisi Kepemimpinan Perkuat Strategi

Transformasi Bnetfit juga diperkuat melalui reposisi manajemen. Victor Irianto yang sebelumnya menjabat CEO kini menjadi Komisaris untuk memperkuat positioning strategis perusahaan. Sementara posisi CEO dipegang oleh Ade Tjendra.

Victor menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Menurutnya, Indonesia harus terhubung kuat secara nasional maupun regional.

CEO Bnetfit, Ade Tjendra, menyampaikan perusahaan ingin melampaui peran sebagai Internet Service Provider (ISP). Ia menekankan bahwa Bnetfit berkomitmen menjadi pilar perkembangan dunia digital Indonesia melalui infrastruktur yang scalable, secure, dan reliable.

Dampak Bagi Ekosistem Digital Nasional

Transformasi ini dinilai akan berdampak luas bagi industri dan masyarakat. Infrastruktur digital yang kuat menjadi fondasi penting bagi pengembangan AI, cloud computing, data center, hingga otomatisasi industri.

Dengan memperkuat konektivitas regional dan nasional, Bnetfit berpotensi mendorong daya saing Indonesia di kawasan ASEAN. Integrasi jaringan internasional juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital lintas batas.

Langkah strategis ini memperlihatkan bahwa persaingan tidak lagi sebatas layanan internet, tetapi pada siapa yang mampu menyediakan ekosistem infrastruktur digital terintegrasi.

Kesimpulan

Bnetfit targetkan transformasi 2026 sebagai infrastruktur digital nasional dengan strategi komprehensif. Mulai dari implementasi DWDM, penguatan kabel laut internasional dan domestik, hingga ekspansi layanan cloud, AI, dan data center.

Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan ingin melampaui peran ISP tradisional. Dengan fondasi jaringan berkapasitas tinggi dan kepemimpinan baru, Bnetfit berupaya menjadi tulang punggung ekosistem digital Indonesia.

FAQ

1. Apa target Bnetfit pada 2026?
Bnetfit menargetkan menjadi pemain utama infrastruktur digital nasional, bukan hanya penyedia layanan internet.

2. Teknologi apa yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas jaringan?
Bnetfit menggunakan teknologi DWDM generasi terbaru dengan kapasitas hingga 800 Gbps atau lebih.

3. Apa saja infrastruktur kabel laut yang dimiliki?
Untuk internasional ada SeaX-1 dan SSBS, sedangkan domestik didukung sistem BTI-1 sepanjang 4.500 km.

4. Siapa CEO Bnetfit saat ini?
Posisi CEO dipegang oleh Ade Tjendra, sementara Victor Irianto menjabat Komisaris.

5. Apa dampak transformasi ini bagi Indonesia?
Transformasi ini memperkuat konektivitas nasional dan regional, mendukung pertumbuhan AI, cloud, serta ekosistem digital nasional.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Digipulsa Siap Tampung Order Top Up Game Ramadhan dan Lebaran 2026

Digipulsa Siap Tampung Order Top Up Game Ramadhan dan Lebaran 2026

Kunjungi Artikel