Tol Getaci Belum Dilirik Investor, Ini Penyebabnya

Syakira

JAKARTA, Suratkami.com – Proyek jalan Tol Getaci atau Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap hingga kini masih belum terealisasi meski telah lama direncanakan sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan bahwa proyek Tol Getaci sepanjang 206,65 kilometer belum mampu menarik minat investor. Minimnya ketertarikan tersebut menjadi kendala utama yang membuat pembangunan tol tersebut terus tertunda.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyebutkan bahwa faktor utama yang menyebabkan Tol Getaci kurang diminati adalah proyeksi tingkat lalu lintas atau traffic yang dinilai belum menjanjikan secara bisnis.

Menurutnya, dalam proyek infrastruktur berbasis investasi, potensi penggunaan jalan sangat menentukan minat investor untuk menanamkan modal. Jika trafik rendah, maka potensi keuntungan juga dianggap kurang menarik.

Minimnya Trafik Jadi Kendala Utama

Dody menjelaskan bahwa rendahnya proyeksi kendaraan yang melintas menjadi alasan utama investor enggan masuk ke proyek Tol Getaci. Hal ini berkaitan langsung dengan perhitungan pengembalian investasi yang dinilai belum optimal.

Dalam skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha, trafik menjadi indikator penting. Jika jumlah pengguna jalan rendah, maka waktu pengembalian modal akan semakin lama dan berisiko bagi investor.

Pemerintah sebenarnya memiliki opsi untuk memberikan dukungan konstruksi atau chip in guna meningkatkan daya tarik proyek. Namun, kondisi anggaran saat ini membuat langkah tersebut belum bisa dilakukan.

Keterbatasan fiskal membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan proyek mana yang akan diprioritaskan. Akibatnya, Tol Getaci untuk sementara waktu belum mendapatkan dukungan tambahan tersebut.

Pemerintah Alihkan Fokus ke Proyek Prioritas

Alih-alih memaksakan pembangunan Tol Getaci, Kementerian PU kini memilih fokus pada proyek yang dinilai lebih mendesak dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey. Kedua bendungan ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, dan Bekasi.

Menurut Dody, percepatan pembangunan bendungan dinilai lebih penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam mengatasi banjir yang kerap terjadi.

Ia menargetkan pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey dapat selesai secara bertahap mulai 2027 hingga 2028. Dengan rampungnya proyek tersebut, risiko banjir di wilayah industri dan permukiman padat diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Tol Getaci Masih Dalam Tahap Evaluasi

Dalam catatan pemerintah, Tol Getaci telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2020. Namun hingga kini, proyek tersebut telah beberapa kali mengalami kegagalan dalam proses lelang.

Saat ini, proyek jalan tol terpanjang tersebut masih dalam tahap evaluasi atau review ulang sebelum kembali ditawarkan kepada investor. Pemerintah berharap perbaikan skema dapat meningkatkan daya tarik proyek di masa mendatang.

Selain Tol Getaci, proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali juga mengalami kondisi serupa. Jalan tol sepanjang 96,84 kilometer tersebut membutuhkan investasi besar dan juga telah beberapa kali gagal lelang.

Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU menyatakan bahwa sejumlah proyek berbasis Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) masih dalam tahap persiapan ulang. Hal ini dilakukan agar proyek-proyek tersebut dapat lebih menarik bagi investor.

Tantangan Infrastruktur dan Harapan ke Depan

Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur besar tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada kelayakan ekonomi dan minat pasar. Tanpa dukungan trafik yang memadai, proyek jalan tol akan sulit direalisasikan.

Pemerintah kini dihadapkan pada pilihan antara mendorong proyek besar seperti Tol Getaci atau mengutamakan proyek yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Meski demikian, peluang pembangunan Tol Getaci belum sepenuhnya tertutup. Dengan perbaikan skema investasi dan dukungan kebijakan yang tepat, proyek ini masih berpotensi dilanjutkan di masa depan.

Untuk saat ini, fokus pemerintah adalah memastikan proyek prioritas seperti bendungan dapat berjalan tepat waktu demi mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdampak.

Editor:

Syakira

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Alfagift Terbaru Mei 2026, Dapat A-Poin Gratis Puluhan Ribu!

Kode Referral Alfagift Terbaru Mei 2026, Dapat A-Poin Gratis Puluhan Ribu!

Kunjungi Artikel