Suratkami.com, Jakarta – Reli saham Barito kembali menjadi sorotan pasar pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring penguatan signifikan sejumlah emiten yang berada dalam grup milik taipan Prajogo Pangestu.
Pergerakan saham-saham konglomerasi ini menunjukkan tren pembalikan arah yang semakin solid setelah sebelumnya sempat tertekan di awal tahun. Kenaikan tajam ini sekaligus menjadi sinyal kembalinya kepercayaan investor terhadap saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia.
Data perdagangan menunjukkan lonjakan harga yang konsisten dalam beberapa hari terakhir. Penguatan tersebut tidak hanya terjadi pada satu saham, melainkan merata di hampir seluruh lini bisnis Grup Barito.
Fenomena ini juga mengindikasikan adanya perubahan sentimen pasar yang cukup kuat. Investor mulai kembali memburu saham-saham berkapitalisasi besar, terutama yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang.
Saham Barito Pimpin Penguatan Pasar
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi motor utama reli saham Barito dengan kenaikan 8,22 persen ke level Rp2.380 hingga pukul 10.12 WIB. Dalam sepekan, saham ini mencatat lonjakan impresif hingga 62,33 persen dan telah menguat selama tujuh hari berturut-turut.
Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang naik 2,32 persen ke Rp6.625. Dalam kurun waktu satu minggu, saham ini melonjak 58,49 persen dengan tren penguatan selama enam hari beruntun.
Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 2,80 persen ke Rp1.470 dan mencatat reli tujuh hari berturut-turut. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga ikut terdongkrak dengan kenaikan 3,70 persen ke Rp6.300, melanjutkan tren positif selama enam hari terakhir.
Di sisi lain, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat lonjakan harian paling tinggi sebesar 11,25 persen ke Rp6.675. Dalam sepekan, saham ini telah menguat 47,78 persen dengan reli tujuh hari berturut-turut.
Tak ketinggalan, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turut melesat 10,22 persen ke Rp1.240 dan mencatat penguatan mingguan sebesar 42,29 persen.
Sentimen Global Dorong Kepercayaan Investor
Pengamat pasar modal, Michael Yeoh, menilai reli saham Barito ini mencerminkan kembalinya aliran dana ke saham-saham konglomerasi. Menurutnya, kepastian status Indonesia dalam indeks global menjadi katalis utama penguatan.
Ia menjelaskan bahwa keputusan FTSE yang tetap mempertahankan Indonesia sebagai bagian dari emerging market memberikan dorongan signifikan terhadap kepercayaan investor global.
“Saham Prajogo mengalami penguatan yang cukup signifikan dan bahkan menjadi pemimpin kenaikan di IHSG. Aliran dana mulai kembali masuk ke saham konglomerasi,” ujarnya.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa investor mulai kembali optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia. Terutama setelah sempat diliputi kekhawatiran terkait status investabilitas di indeks global.
Pola Teknikal Tunjukkan Pemulihan Cepat
Secara teknikal, reli saham Barito menunjukkan pola pembalikan arah berbentuk V-shaped recovery. Pola ini mengindikasikan adanya pemulihan cepat setelah tekanan signifikan sebelumnya.
Pergerakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar telah menemukan titik balik. Investor yang sebelumnya menahan diri kini mulai kembali masuk untuk memanfaatkan momentum kenaikan.
Selain faktor teknikal, dukungan dari sentimen global juga memperkuat tren ini. Stabilitas status Indonesia di mata investor internasional menjadi faktor penting dalam mendorong aliran dana masuk.
Tekanan Awal Tahun Mulai Terbalik
Sebagai catatan, saham-saham konglomerasi sempat mengalami tekanan sejak awal tahun. Hal ini turut membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa bulan terakhir.
Tekanan tersebut dipicu oleh isu investabilitas Indonesia dari MSCI serta meningkatnya tensi geopolitik global, termasuk konflik Iran. Sentimen negatif ini sempat membuat investor asing menarik dananya dari pasar domestik.
Namun, kondisi tersebut kini mulai berbalik. Reli saham Barito menjadi salah satu indikator bahwa pasar mulai pulih dan kembali menarik bagi investor.
Dengan tren penguatan yang masih berlanjut, pelaku pasar kini mencermati apakah reli ini akan bertahan dalam jangka menengah atau hanya bersifat sementara. Meski demikian, momentum positif ini menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia secara keseluruhan.





