MyRepublic Air Resmi Meluncur, Internet 100 Mbps Rp100 Ribu

Japur SK

Suratkami.com, Jakarta – MyRepublic resmi meluncurkan layanan internet rumah berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) bernama MyRepublic Air. Layanan internet 100 Mbps Rp100 ribu ini menjadi solusi baru bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik.

Peluncuran MyRepublic Air dilakukan di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026. Produk ini menyasar pengguna di wilayah Indonesia barat, tengah, hingga timur yang membutuhkan akses internet cepat, stabil, dan tanpa instalasi kabel rumah.

Pada tahap awal, layanan internet rumah berbasis 5G ini sudah tersedia secara komersial di empat kota, yaitu Pekanbaru, Lampung, Makassar, dan Bali. Keempat wilayah tersebut dipilih sebagai area awal ekspansi sebelum layanan diperluas ke lebih banyak daerah di Indonesia.

MyRepublic Air Tawarkan Internet Unlimited Murah

MyRepublic Air hadir dengan dua pilihan skema perangkat. Pelanggan dapat memilih sistem rental modem atau membeli perangkat secara langsung.

Untuk skema rental, pelanggan cukup membayar Rp115.000 per bulan, termasuk biaya sewa modem Rp15.000. Sementara itu, skema beli putus menawarkan modem seharga Rp850.000 dengan biaya langganan internet Rp100.000 per bulan.

Kedua paket tersebut menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps tanpa batas kuota atau tanpa FUP. Sebagai promo awal peluncuran, MyRepublic juga membebaskan biaya deposit senilai Rp200.000 bagi pelanggan early bird.

Fokus Menjangkau Wilayah Non Fiber

Chief Technology Officer MyRepublic, Hendra Gunawan, mengatakan bahwa MyRepublic Air memang dirancang untuk memperluas jangkauan internet ke daerah yang belum terlayani jaringan fiber optik.

Saat ini, MyRepublic Air sudah menyelesaikan deployment di 90 kota per 7 April 2026. Angka tersebut menjadi bagian dari target besar perusahaan yang ingin menjangkau 180 kota dalam lima tahun ke depan.

Beberapa wilayah yang telah melalui Uji Layak Operasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital antara lain Medan, Pekanbaru, Batam, Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Makassar, Bali, dan Gorontalo.

Gunakan Teknologi 5G Terbaru

MyRepublic Air menggunakan standar 5G Release 17 atau 5G R17 yang saat ini menjadi teknologi terbaru di jaringan seluler. Teknologi ini dilengkapi fitur beamforming, yaitu kemampuan antena untuk memfokuskan sinyal langsung ke pelanggan agar koneksi lebih stabil.

Selain itu, jaringan ini juga menggunakan konfigurasi antena 8 transmit dan 8 receive di sisi jaringan. Dengan alokasi bandwidth sebesar 80 MHz dari pemerintah, kecepatan teoritis layanan ini bisa mencapai 1,1 Gbps untuk downlink dan 250 Mbps untuk uplink.

Meski demikian, kecepatan aktual yang diterima pelanggan akan mengikuti kemampuan modem berbasis Wi-Fi 6, yakni berkisar 900 Mbps hingga 1 Gbps. Berbeda dengan internet seluler biasa yang berpindah-pindah antara jaringan 4G dan 5G, MyRepublic Air bersifat fixed sehingga koneksi dinilai lebih stabil untuk kebutuhan rumah tangga.

Satu perangkat MyRepublic Air juga diklaim mampu melayani hingga lima pengguna sekaligus di dalam rumah.

Target 2,6 Juta Pelanggan

MyRepublic diketahui memenangkan tender pemerintah untuk Regional 2 dan Regional 3. Regional 2 mencakup wilayah Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara, sedangkan Regional 3 meliputi Kalimantan dan Sulawesi.

Melalui proyek tersebut, perusahaan menargetkan dapat menjangkau 6,6 juta rumah tangga dengan potensi 2,6 juta pelanggan di masa mendatang.

Pelanggan yang ingin berlangganan MyRepublic Air juga tidak perlu menunggu kunjungan teknisi. Aktivasi modem bisa dilakukan secara mandiri melalui situs resmi maupun aplikasi MyRepublic.

Selain internet rumah murah, MyRepublic juga menyiapkan sejumlah layanan hiburan seperti streaming dan siaran televisi. Perusahaan bahkan tengah menyiapkan kolaborasi dengan Vidio dalam waktu dekat.

Respons Positif dari Pengguna Internet

Kehadiran MyRepublic Air mendapat perhatian positif dari banyak pengguna internet, terutama masyarakat yang tinggal di daerah tanpa akses fiber optik.

Dalam berbagai diskusi komunitas internet, banyak pengguna menilai harga Rp100 ribu per bulan untuk internet unlimited 100 Mbps menjadi pilihan yang menarik dibanding layanan internet rumah konvensional yang jauh lebih mahal.

Namun, sebagian pengguna juga mengingatkan bahwa internet berbasis FWA tetap memiliki perbedaan dengan fiber optik, terutama dari sisi latensi dan stabilitas saat digunakan untuk gaming atau streaming berat. Meski begitu, bagi wilayah yang belum memiliki jaringan kabel, MyRepublic Air dinilai bisa menjadi alternatif yang menjanjikan.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Ajaib Terbaru Mei 2026 (Jaya690), Daftar dan Klaim Saham Puluhan Juta

Kode Referral Ajaib Terbaru Mei 2026 (Jaya690), Daftar dan Klaim Saham Puluhan Juta

Kunjungi Artikel