Suratkami.com, Jakarta – Laba Bank Neo Commerce stabil pada awal 2026 menjadi sorotan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Kinerja ini menunjukkan kemampuan bank digital tersebut dalam menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus memperkuat fondasi bisnisnya.
Di tengah tekanan global dan dinamika pasar keuangan, PT Bank Neo Commerce Tbk tetap mencatatkan kinerja positif. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal I-2026.
Selain itu, pencapaian ini melanjutkan tren positif yang telah terjaga sejak tahun sebelumnya. Hal ini menjadi indikasi bahwa strategi bisnis yang dijalankan mulai menunjukkan hasil yang konsisten.
Laba Bank Neo Commerce Stabil di Tengah Tantangan Global
Kinerja laba Bank Neo Commerce stabil tidak terlepas dari strategi kehati-hatian yang diterapkan perusahaan. Direktur Utama Eri Budiono menegaskan bahwa perseroan tetap fokus pada pertumbuhan yang sehat.
Menurutnya, kondisi global yang penuh gejolak tidak menghalangi perusahaan untuk tetap berkembang. Karena itu, BNC mengedepankan tata kelola yang baik serta manajemen risiko yang ketat.
Sementara itu, penyaluran kredit menjadi salah satu fokus utama. BNC memilih untuk lebih selektif dalam memberikan pinjaman demi menjaga kualitas aset.
Kebijakan ini berdampak pada penurunan penyaluran kredit menjadi Rp7,03 triliun. Meski turun dibandingkan tahun lalu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL neto hanya 0,43 persen.
Di sisi lain, pendekatan ini justru memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Bank tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan.
Perbaikan Struktur Pendanaan dan Efisiensi Operasional
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp13,42 triliun. Angka ini turun tipis 1,97 persen secara tahunan.
Namun, terdapat perbaikan pada komposisi dana murah. Tabungan tumbuh 8,62 persen menjadi Rp3,50 triliun.
Sebaliknya, deposito mengalami penurunan sebesar 2,18 persen menjadi Rp9,35 triliun. Perubahan ini mendorong rasio CASA meningkat ke level 30,34 persen.
Selain itu, efisiensi operasional juga menunjukkan hasil yang positif. Hal ini tercermin dari:
- Rasio BOPO sebesar 83,68 persen
- Cost to Income Ratio (CIR) di level 32,93 persen
- Net Interest Margin (NIM) tinggi di 13,50 persen
Dengan indikator tersebut, laba Bank Neo Commerce stabil didukung oleh efisiensi yang terjaga.
Penguatan Modal Dorong Ekspansi
Permodalan menjadi salah satu kekuatan utama BNC saat ini. Rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 50,60 persen.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan 35,81 persen pada periode yang sama tahun lalu. Tingginya CAR mencerminkan kesiapan bank untuk melakukan ekspansi.
Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan peningkatan manajemen risiko. Dengan modal yang kuat, BNC memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan bisnis digital.
Strategi Digital dan Rencana BNPL 2026
Ke depan, BNC terus memperkuat ekosistem digitalnya. Salah satu langkah strategis adalah rencana peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) pada 2026.
Layanan ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi nasabah. Selain itu, BNPL juga menjadi bagian dari transformasi digital bank.
Tidak hanya itu, BNC juga fokus pada pengembangan kredit digital retail. Strategi ini dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kualitas portofolio.
Di sisi lain, pasar modal memberikan respons positif terhadap kinerja perusahaan. Saham BBYB resmi masuk dalam indeks Economic 30 sejak 2 Maret 2026.
Masuknya saham ke indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor. Hal ini juga memperkuat posisi BNC di industri perbankan digital.
Optimisme Kinerja Sepanjang 2026
Manajemen optimistis tren positif akan berlanjut hingga akhir tahun. Dukungan dari nasabah dan pemegang saham menjadi faktor penting.
Selain itu, komitmen karyawan dalam menjalankan prinsip kehati-hatian turut menjadi kunci keberhasilan. Dengan strategi yang terarah, laba Bank Neo Commerce stabil diyakini dapat terus meningkat.
Meskipun tantangan global masih ada, BNC menunjukkan ketahanan yang kuat. Pendekatan selektif dan inovasi digital menjadi kombinasi yang menjanjikan.
Karena itu, prospek BNC sepanjang 2026 tetap cerah. Perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi juga siap tumbuh lebih agresif dengan tetap menjaga kualitas bisnis.





