UMKM Hengkang dari Shopee dan TikTok Shop Tak Ganggu E-Commerce

Japur SK

UMKM Hengkang dari Shopee dan TikTok Shop Tak Ganggu E-Commerce

Suratkami.com – Jakarta – UMKM hengkang dari Shopee dan TikTok Shop menjadi sorotan setelah banyak pelaku usaha kecil mengeluhkan kenaikan biaya logistik dan potongan komisi yang semakin besar. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi ini belum akan mengganggu pertumbuhan e-commerce nasional.

Fenomena ini muncul ketika sejumlah penjual mulai mencari alternatif saluran penjualan yang lebih efisien. Sebagian UMKM memilih membangun toko sendiri melalui media sosial, website, atau platform digital lainnya.

Namun, Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa transaksi digital Indonesia tetap memiliki prospek cerah. Pertumbuhan e-commerce dipengaruhi banyak faktor, sehingga perpindahan seller dari satu marketplace ke kanal lain tidak serta-merta menurunkan nilai transaksi nasional.

UMKM Hengkang dari Shopee dan TikTok Shop Dinilai Tidak Berdampak Besar

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, , mengatakan pertumbuhan transaksi digital nasional diperkirakan terus meningkat pada 2026.

Menurutnya, pelaku UMKM selalu mencari kanal penjualan yang paling menguntungkan. Jika satu platform dianggap terlalu mahal, seller akan beralih ke platform lain atau memanfaatkan strategi penjualan mandiri.

Selain itu, pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai marketplace dan pemangku kepentingan untuk memahami situasi di lapangan. Tujuannya adalah menjaga ekosistem perdagangan digital tetap sehat dan kompetitif.

Iqbal menekankan bahwa transparansi biaya dan praktik usaha yang adil menjadi kunci utama. Dengan begitu, platform dapat terus berkembang tanpa membebani pelaku usaha kecil.

Biaya Komisi dan Logistik Jadi Keluhan Seller

Banyak UMKM mengeluhkan kenaikan potongan komisi atau take rate yang diterapkan marketplace. Di sisi lain, biaya logistik juga dinilai semakin menekan margin keuntungan.

Kondisi tersebut membuat sebagian seller mempertimbangkan strategi penjualan multichannel. Mereka tidak lagi bergantung pada satu platform saja.

Strategi yang Banyak Dipilih UMKM

Beberapa pendekatan yang kini digunakan pelaku usaha antara lain:

  • Menjual produk melalui beberapa marketplace sekaligus.
  • Memanfaatkan media sosial untuk promosi langsung.
  • Membuka toko online sendiri.
  • Mengoptimalkan live shopping.
  • Menjalin hubungan langsung dengan pelanggan.

Strategi ini dinilai lebih fleksibel. Selain itu, pelaku usaha dapat mengurangi ketergantungan terhadap perubahan kebijakan platform.

Pemerintah Dorong Dialog antara Marketplace dan UMKM

Kementerian Perdagangan menilai komunikasi antara platform dan seller harus diperkuat. Kebijakan seperti kenaikan komisi sebaiknya disosialisasikan secara terbuka dan tidak dilakukan secara mendadak.

Karena itu, pemerintah terus mendorong terciptanya keseimbangan antara keberlanjutan bisnis platform, pertumbuhan sektor logistik, dan kesehatan usaha UMKM.

Meskipun begitu, pemerintah tetap mendukung inovasi teknologi dalam perdagangan digital. Platform e-commerce dianggap memiliki peran penting dalam memperluas akses pasar produk lokal.

Indonesia Tetap Jadi Raja E-Commerce Asia Tenggara

Laporan dari menyebut Indonesia masih menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara.

Nilai gross merchandise value (GMV) Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan mencapai US$57,7 miliar atau sekitar Rp999 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

memimpin pasar dengan pangsa 54 persen dan GMV sekitar US$31,2 miliar. Sementara itu, gabungan dan menguasai 38 persen pasar.

Di sisi lain, memiliki pangsa sekitar 6 persen, sedangkan menguasai sekitar 3 persen.

Data ini menunjukkan bahwa pasar digital Indonesia masih sangat besar. Karena itu, perpindahan sebagian UMKM dari satu marketplace diperkirakan tidak akan mengubah tren pertumbuhan secara signifikan.

Peluang Baru bagi UMKM di Era Digital

UMKM hengkang dari Shopee dan TikTok Shop justru bisa menjadi momentum untuk memperkuat strategi bisnis. Pelaku usaha didorong memanfaatkan berbagai kanal penjualan agar lebih mandiri.

Selain memperluas pasar, pendekatan multichannel membantu UMKM menghadapi perubahan kebijakan platform. Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha dapat tetap tumbuh dan meningkatkan omzet.

Sementara itu, pemerintah menegaskan akan terus menjaga iklim perdagangan digital yang sehat. Dengan dukungan kebijakan yang adil, e-commerce Indonesia diperkirakan tetap berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Cara Melihat Kode Referral Bank Saqu Mei 2026 dan Nikmati Promo Pengguna Baru

Cara Melihat Kode Referral Bank Saqu Mei 2026 dan Nikmati Promo Pengguna Baru

Kunjungi Artikel