TPIA ARB Lima Hari, Saham Chandra Asri Tertekan Keluar dari MSCI

Dwi Prakoso

TPIA ARB Lima Hari, Saham Chandra Asri Tertekan Keluar dari MSCI

Suratkami.com, Jakarta – Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali terpuruk pada perdagangan Kamis (21/5/2026). TPIA ARB lima hari berturut-turut setelah tekanan jual terus membesar akibat sentimen keluarnya saham ini dari indeks MSCI.

Pada sesi perdagangan pagi, saham emiten petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu itu turun tajam hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB). Kondisi ini memperpanjang tren penurunan yang sudah berlangsung selama sepekan terakhir.

Investor mencermati potensi arus keluar dana asing yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun. Selain itu, perubahan data kepemilikan saham yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut memengaruhi status free float TPIA di mata penyedia indeks global.

TPIA ARB Lima Hari, Harga Saham Anjlok ke Level Terendah

Berdasarkan data perdagangan BEI hingga pukul 09.41 WIB, saham TPIA merosot 14,66 persen ke level Rp2.270 per saham. Posisi ini menjadi titik terendah TPIA sejak sekitar September 2023.

Nilai transaksi saham TPIA mencapai Rp157,1 miliar. Sementara itu, volume perdagangan tercatat sebanyak 67,43 juta saham.

Dalam sepekan terakhir, harga saham TPIA sudah jatuh 47,21 persen. Bahkan, dalam satu bulan, penurunannya mencapai 62,63 persen.

Koreksi ini sangat tajam jika dibandingkan dengan posisi tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di Rp11.200 per saham yang tercatat pada 7 Agustus 2024.

Keluar dari MSCI Jadi Pemicu Tekanan

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai TPIA ARB lima hari dipicu oleh potensi keluarnya saham tersebut dari indeks MSCI. Indeks ini menjadi acuan banyak investor institusi global, khususnya dana pasif.

Menurut Michael, perubahan data kepemilikan saham yang diumumkan BEI membuat kapitalisasi pasar free float TPIA tidak lagi memenuhi ambang batas minimal MSCI.

“TPIA akan keluar dari indeks MSCI karena jumlah shareholders di atas 1 persen yang dibuka oleh BEI membuat market cap free float tidak memenuhi threshold,” ujar Michael, Kamis (21/5/2026).

Jika resmi dikeluarkan, dana asing yang mengikuti indeks tersebut diperkirakan akan melepas kepemilikannya. Karena itu, tekanan jual berpotensi terus berlanjut.

“Estimasi akan ada outflow sekitar Rp2 triliun,” kata Michael.

Tekanan Diperkirakan Berlanjut hingga Juni 2026

Michael menambahkan, sentimen negatif terhadap TPIA dan saham Grup Barito lain yang terkait MSCI kemungkinan masih berlangsung hingga periode penyesuaian indeks berikutnya pada Juni 2026.

Artinya, volatilitas saham TPIA diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Investor pun cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu kepastian keputusan MSCI.

Fundamental TPIA Masih Kuat

Di tengah TPIA ARB lima hari, kondisi fundamental perusahaan sebenarnya masih menunjukkan performa positif. PT Chandra Asri Pacific Tbk membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD1,09 miliar hingga akhir 2025.

Selain itu, perseroan memiliki saldo laba ditahan sebesar USD1,71 miliar. Total ekuitas perusahaan juga mencapai USD4,66 miliar.

Kinerja tersebut menunjukkan bisnis inti TPIA tetap solid. Namun, sentimen pasar jangka pendek lebih dipengaruhi faktor teknikal dan aliran dana asing.

TPIA Tetap Bagikan Dividen Tunai

Perseroan juga telah memutuskan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 13 Mei 2026.

Total dividen yang dibagikan mencapai USD30 juta atau setara Rp6,07 per saham.

Berikut jadwal pembagian dividen TPIA:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 25 Mei 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 26 Mei 2026
  • Recording date: 27 Mei 2026
  • Pembayaran dividen: 17 Juni 2026

Pembagian dividen ini menjadi salah satu kabar positif bagi pemegang saham. Meski begitu, nilainya relatif kecil dibandingkan tekanan harga saham yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Prospek Saham TPIA ke Depan

Pergerakan saham TPIA saat ini menjadi perhatian besar pelaku pasar. Di satu sisi, fundamental perusahaan tetap kuat dan perseroan masih membagikan dividen. Namun, di sisi lain, risiko keluarnya dari MSCI menimbulkan kekhawatiran akan arus keluar dana asing dalam jumlah besar.

Karena itu, investor disarankan mencermati perkembangan keputusan MSCI dan dinamika perdagangan hingga Juni 2026. TPIA ARB lima hari menunjukkan bahwa sentimen indeks global dapat memberikan dampak signifikan terhadap harga saham, meskipun kinerja perusahaan tetap positif.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Bibit Mei 2026: Cara Daftar Mudah, Cepat Acc, Bonus Cashback Rp25.000

Kode Referral Bibit Mei 2026: Cara Daftar Mudah, Cepat Acc, Bonus Cashback Rp25.000

Kunjungi Artikel