Suratkami.com, Jakarta – Buyback saham Telkom kembali menjadi perhatian pasar setelah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memutuskan menaikkan alokasi dana pembelian kembali saham hingga empat kali lipat dari rencana awal. Langkah tersebut dilakukan di tengah tekanan yang masih membayangi pergerakan saham emiten telekomunikasi pelat merah tersebut.
Keputusan menaikkan anggaran buyback saham Telkom dari Rp1 triliun menjadi Rp4 triliun menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang perusahaan. Kebijakan ini juga menjadi sinyal positif bagi investor yang mencermati pergerakan saham TLKM dalam beberapa bulan terakhir.
Di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, saham TLKM mengalami koreksi cukup dalam. Setelah sempat berada di level Rp4.000 per saham pada awal tahun, harga saham Telkom kini bergerak di kisaran Rp2.900 per saham. Kondisi tersebut terjadi seiring tekanan yang juga dirasakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Buyback Saham Telkom Naik Empat Kali Lipat
Manajemen PT Telkom Indonesia mengumumkan bahwa nilai keseluruhan pembelian kembali saham diperkirakan mencapai maksimal Rp4 triliun. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan rencana sebelumnya yang hanya sebesar Rp1 triliun.
Keputusan itu disampaikan melalui keterbukaan informasi perusahaan. Langkah ini menjadi salah satu strategi korporasi untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendukung stabilitas harga saham di pasar.
Selain itu, buyback saham Telkom juga dilakukan sebagai bentuk keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang dinilai tetap kuat meskipun menghadapi tantangan pasar.
Manajemen menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan. Seluruh pendanaan berasal dari optimalisasi kas internal yang dimiliki perusahaan.
Jadwal Pelaksanaan Buyback Setelah RUPS
Pelaksanaan buyback saham Telkom mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 mengenai pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan oleh perusahaan terbuka.
Telkom telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 8 Juni 2026. Jika memperoleh persetujuan, proses pembelian kembali saham akan dimulai pada 9 Juni 2026.
Program tersebut akan berlangsung selama 12 bulan atau hingga 8 Juni 2027. Namun, pelaksanaan buyback dapat dihentikan lebih awal apabila terdapat pertimbangan tertentu dari manajemen.
Dana Bisa Berhenti Jika Alokasi Habis
Manajemen menjelaskan terdapat beberapa kondisi yang dapat mengakhiri program buyback sebelum batas waktu yang telah ditentukan.
Di antaranya meliputi:
- Dana buyback telah digunakan seluruhnya.
- Terdapat keputusan manajemen untuk menghentikan program.
- Muncul kondisi tertentu yang membuat aksi korporasi perlu dievaluasi kembali.
- Perusahaan menilai tujuan buyback telah tercapai.
Dengan fleksibilitas tersebut, Telkom dapat menyesuaikan strategi sesuai perkembangan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan.
Posisi Kas Telkom Dinilai Sangat Kuat
Salah satu faktor yang mendukung peningkatan nilai buyback saham Telkom adalah kuatnya posisi keuangan perusahaan. Hingga 31 Maret 2026, Telkom tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp37,55 triliun.
Jumlah tersebut memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk menjalankan berbagai strategi bisnis, termasuk program pembelian kembali saham tanpa mengganggu aktivitas operasional.
Sementara itu, kemampuan menghasilkan arus kas juga masih sangat solid. Dalam tiga bulan pertama tahun 2026, arus kas dari aktivitas operasional mencapai Rp17,29 triliun.
Angka tersebut berasal dari penerimaan kas pelanggan yang mencapai Rp36,97 triliun setelah dikurangi berbagai kewajiban operasional seperti pembayaran kepada karyawan dan vendor.
Kondisi keuangan yang sehat menjadi salah satu alasan utama manajemen optimistis menjalankan program buyback dengan nilai yang lebih besar dibandingkan rencana awal.
Strategi Perkuat Kepercayaan Investor
Peningkatan buyback saham Telkom dipandang sebagai langkah strategis untuk menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap nilai intrinsik saham TLKM. Ketika harga saham mengalami tekanan, pembelian kembali saham sering kali menjadi sinyal bahwa manajemen menilai harga pasar belum mencerminkan nilai sebenarnya.
Selain itu, aksi korporasi ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi investor. Keputusan perusahaan menggunakan dana internal juga menunjukkan bahwa Telkom memiliki likuiditas yang memadai untuk mendukung berbagai kebutuhan bisnis sekaligus menjalankan program buyback.
Meskipun kondisi pasar masih menghadapi berbagai tantangan, langkah Telkom menambah alokasi dana buyback hingga Rp4 triliun menjadi bukti bahwa perusahaan tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang. Dengan fundamental yang kuat serta arus kas yang stabil, Telkom berupaya menjaga kepercayaan pemegang saham dan memperkuat posisi perusahaan di tengah dinamika pasar modal Indonesia.





