WONO KERTO, TULANG BAWANG BARAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKN-PLP) Universitas Muhammadiyah Metro Kelompok 11 meresmikan Taman Literasi di SDN 41 Tulang Bawang Tengah, Tiyuh Wono Kerto, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada Senin, 17 Agustus 2026. Program unggulan tersebut dibangun untuk memperkuat budaya membaca sekaligus menyediakan ruang literasi yang nyaman dan menarik bagi 246 peserta didik.
Pembangunan Taman Literasi berlangsung sejak 9 Juli hingga 17 Agustus 2026 melalui kerja sama mahasiswa dan pihak sekolah. Ruang tersebut dilengkapi bahan bacaan, rak buku, meja, alas duduk, dekorasi, dan media visual sehingga dapat dimanfaatkan untuk membaca, belajar, berdiskusi, serta menjalankan kegiatan literasi di luar kelas.
Berangkat dari Data, Menjawab Kebutuhan Sekolah
Program ini disusun berdasarkan kebutuhan nyata sekolah. Rapor Pendidikan SDN 41 Tulang Bawang Tengah Tahun 2025 mencatat persentase peserta didik yang mencapai kompetensi minimum literasi sebesar 43,33 persen, turun 20 poin dari capaian tahun 2024 sebesar 63,33 persen. Nilai rerata kemampuan literasi juga turun dari 57,84 pada 2024 menjadi 49,73 pada 2025. Data tersebut menunjukkan perlunya penguatan lingkungan dan pembiasaan literasi di sekolah.
Rapor Pendidikan juga merekomendasikan pengembangan kegiatan literasi, pemberdayaan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca, serta pengadaan dan pemanfaatan buku nonteks. Taman Literasi mendukung arah perbaikan tersebut melalui penyediaan ruang baca dan bahan bacaan yang dapat diaktifkan oleh guru dan peserta didik. Program ini tidak dimaksudkan sebagai klaim peningkatan capaian literasi, karena dampaknya memerlukan pemanfaatan yang konsisten dan evaluasi berkala.
Pembangunan Taman Literasi Dilaksanakan Bertahap
Tahap observasi dan identifikasi kebutuhan dilaksanakan pada 9-15 Juli 2026. Pada tahap ini, mahasiswa memetakan kebutuhan sekolah dan memilih gazebo yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai lokasi Taman Literasi. Perencanaan dan koordinasi bersama pihak sekolah dilanjutkan pada 16-22 Juli 2026 untuk menentukan fungsi ruang, kebutuhan renovasi, tata letak fasilitas, keamanan penggunaan, dan rencana pemanfaatan setelah KKN-PLP berakhir.
Pada 23-29 Juli 2026, tim menyusun desain sederhana, konsep warna, dekorasi, posisi rak buku, meja, dan alas duduk, sekaligus menyiapkan cat, alat pengecatan, bahan dekorasi, fasilitas, serta buku yang sesuai bagi peserta didik sekolah dasar. Pengerjaan fisik dilaksanakan pada 30 Juli-5 Agustus 2026 melalui pembersihan, dan pengecatan agar area lebih bersih, cerah, aman, dan layak digunakan.
Dekorasi, penataan fasilitas, dan pemasangan identitas visual dilakukan pada 6-12 Agustus 2026. Banner utama menampilkan nama Taman Literasi dan identitas KKN-PLP UM Metro Kelompok 11, sedangkan X-banner “5 Pilar Tubaba” memperkuat keterkaitan ruang dengan identitas lokal dan nilai karakter. Finalisasi kebersihan, kerapian buku, posisi fasilitas, serta kesiapan peresmian dilaksanakan pada 13-16 Agustus 2026 sebelum program diresmikan dan diserahkan pemanfaatannya kepada sekolah pada 17 Agustus 2026.
Sejalan dengan Gerakan Literasi Daerah Tubaba
Program Taman Literasi sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat di bidang pendidikan, khususnya Gerakan Literasi Daerah yang diatur melalui Peraturan Bupati Tulang Bawang Barat Nomor 29 Tahun 2021. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.
Dalam ranah sekolah, Gerakan Literasi Daerah mencakup peningkatan jumlah dan ragam sumber bacaan bermutu, pengembangan sarana penunjang yang membentuk ekosistem kaya literasi, penyediaan ruang baca di tempat strategis, serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi mahasiswa UM Metro, pihak sekolah, dan Pemerintah Tiyuh Wono Kerto dalam pembangunan Taman Literasi menjadi wujud dukungan terhadap arah program pendidikan Tubaba tersebut.
Kolaborasi Sekolah, Mahasiswa, dan Pemerintah Tiyuh
Peresmian Taman Literasi dihadiri Kepala SDN 41 Tulang Bawang Tengah, dewan guru, peserta didik, mahasiswa KKN-PLP UM Metro Kelompok 11, serta Kepalo Tiyuh Wono Kerto beserta istri. Kehadiran para pihak menunjukkan bahwa penguatan literasi bukan pekerjaan satu unsur, melainkan gerakan bersama yang memerlukan dukungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah tiyuh.
Ketua KKN-PLP UM Metro Kelompok 11 menegaskan bahwa Taman Literasi diserahkan kepada sekolah sebagai fasilitas bersama. Ruang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat duduk, tetapi benar-benar digunakan untuk membaca, belajar, berdiskusi, dan menumbuhkan minat literasi peserta didik secara berkelanjutan.
Kepala SDN 41 Tulang Bawang Tengah, Wijianto, S.Pd.SD., menyambut baik kontribusi mahasiswa. Ia menilai Taman Literasi dapat memperluas pilihan ruang belajar bagi peserta didik di lingkungan sekolah. Harapan berikutnya adalah menjaga kebersihan dan kerapian fasilitas, mengembangkan koleksi bacaan, serta mengaktifkan ruang tersebut dalam kegiatan literasi sekolah.
Menjaga Keberlanjutan Program
Keberhasilan Taman Literasi tidak hanya ditentukan oleh selesainya renovasi atau banyaknya buku yang tersedia. Tolok ukur yang lebih penting adalah seberapa rutin ruang itu digunakan oleh peserta didik dan guru. Pembiasaan membaca, kegiatan berbagi cerita, diskusi kelompok, dan pembelajaran luar kelas dapat menjadi cara untuk menjaga ruang tersebut tetap hidup setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan ekosistem literasi serta SDG 17 tentang kemitraan. Taman Literasi menunjukkan bahwa kolaborasi dan pemanfaatan potensi sekolah dapat menjadi langkah konkret untuk memperluas pengalaman belajar peserta didik.
Tim pelaksana terdiri atas Rahman Aminudin, Muhammad Rauf Nur Hafizh, Adinda Rahmadhani Putri, Amanda Khusnul Khotimah, Nadia Azti Putri Savitri, Azzahra Maulinna, Azzahra Syalsabila Putri, Selvia Dwi Yulianti, dan Salma Nurkamilah. Mereka berharap Taman Literasi terus dimanfaatkan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di sekolah.
— Artikel dikirim oleh: Smr (syahidmujiburrahman@gmail.com)





