Dampak Data Center terhadap Wilayah Pemukiman Penduduk di Sekitarnya

Dwi Prakoso

Dampak Data Center terhadap Wilayah Pemukiman Penduduk di Sekitarnya
Dampak Data Center terhadap Wilayah Pemukiman Penduduk di Sekitarnya

Suratkami.com – Sydney, Australia, pembangunan data center atau pusat data terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komputasi, termasuk untuk teknologi artificial intelligence (AI). Namun, fasilitas berskala besar tersebut juga menimbulkan perhatian ketika lokasinya berada dekat dengan kawasan pemukiman penduduk.

Data center menjadi infrastruktur penting untuk menyimpan, memproses, dan mengelola data dalam jumlah besar. Pertumbuhan penggunaan AI seperti ChatGPT dan Gemini turut meningkatkan kebutuhan terhadap fasilitas komputasi dengan kapasitas besar.

Di sisi lain, pembangunan fasilitas tersebut dapat memunculkan persoalan bagi masyarakat sekitar. Konsumsi listrik dan air yang tinggi, kebisingan, serta perubahan lingkungan menjadi sejumlah isu yang mendapat perhatian dalam pengembangan pusat data.

Dampak Data Center Mulai Menjadi Perhatian

Perkembangan data center tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara juga mempercepat pembangunan fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi digital dan AI. Namun, masyarakat di beberapa wilayah mempertanyakan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh muncul di Sydney, Australia. Pengembang Goodman Group membatalkan rencana pembangunan Project Mars di Lane Cove pada 28 September 2026. Proyek senilai 1,2 miliar dolar Australia atau sekitar Rp15 triliun itu mendapat penolakan kuat dari masyarakat setempat.

Proyek tersebut rencananya menghadirkan fasilitas data center berkapasitas 90 megawatt. Lokasinya juga berada sangat dekat dengan rumah warga. Kondisi tersebut kemudian memicu perhatian terhadap penggunaan energi, air, kebisingan, dan dampak fasilitas terhadap lingkungan sekitar.

Konsumsi Energi Data Center Sangat Besar

Data center membutuhkan pasokan listrik yang stabil untuk menjalankan server dan berbagai sistem pendukung. Perangkat komputasi bekerja terus-menerus sehingga fasilitas membutuhkan energi dalam jumlah besar.

Selain server, fasilitas pusat data juga memerlukan sistem pendingin. Sistem tersebut menjaga suhu perangkat agar tetap berada pada kondisi yang sesuai. Karena itu, kebutuhan energi tidak hanya berasal dari aktivitas komputasi.

Pertumbuhan AI kemudian meningkatkan kebutuhan tersebut. Model AI membutuhkan kemampuan komputasi besar untuk menjalankan berbagai proses. Akibatnya, ekspansi data center menjadi bagian penting dalam perkembangan industri teknologi digital.

Namun, kebutuhan listrik yang besar dapat memberi tekanan terhadap infrastruktur energi di sekitar lokasi. Karena itu, pemilihan lokasi dan perencanaan jaringan listrik menjadi bagian penting dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Penggunaan Air Juga Menjadi Perhatian

Selain listrik, data center membutuhkan air untuk mendukung sistem pendinginan tertentu. Server menghasilkan panas ketika bekerja. Sistem pendingin kemudian membantu menjaga temperatur peralatan tetap stabil.

Besarnya kebutuhan air bergantung pada ukuran fasilitas dan teknologi pendingin yang digunakan. Dengan demikian, dampaknya terhadap sumber air juga dapat berbeda antara satu data center dan fasilitas lainnya.

World Resources Institute mencatat bahwa fasilitas pusat data dapat membutuhkan air dalam jumlah besar untuk proses pendinginan. Fasilitas berukuran menengah dapat menggunakan hingga 300.000 galon air per hari. Sementara itu, fasilitas besar dapat mencapai 5 juta galon per hari.

Karena itu, lokasi pembangunan menjadi faktor penting. Wilayah yang memiliki keterbatasan air perlu mempertimbangkan kebutuhan fasilitas tersebut bersama kebutuhan rumah tangga, industri, dan lingkungan.

Jarak Data Center dengan Pemukiman Jadi Sorotan

Selain kebutuhan energi dan air, jarak fasilitas dengan rumah penduduk juga menjadi perhatian. Bangunan berukuran besar dapat mengubah karakter kawasan ketika berdiri berdekatan dengan permukiman.

Virginia di Amerika Serikat menjadi salah satu wilayah yang banyak memiliki fasilitas data center. Sejumlah fasilitas di wilayah tersebut berada dekat dengan kawasan pemukiman. Kondisi itu membuat perencanaan tata ruang menjadi semakin penting.

Aktivitas fasilitas juga dapat menimbulkan suara dari sistem pendingin dan peralatan pendukung. Selain itu, beberapa pusat data menggunakan generator sebagai sumber listrik cadangan. Karena itu, masyarakat sekitar dapat memperhatikan aspek kebisingan dan kualitas lingkungan ketika pengembang mengajukan proyek baru.

Namun, dampak setiap fasilitas tidak selalu sama. Teknologi pendingin, sumber energi, desain bangunan, ukuran fasilitas, serta jarak dari permukiman dapat memengaruhi dampaknya terhadap masyarakat sekitar.

Pembatalan Proyek di Sydney Menjadi Contoh

Kasus Project Mars di Sydney menunjukkan bahwa pembangunan data center dapat menghadapi tantangan sosial selain persoalan teknis. Goodman Group menarik rencana tersebut setelah mempertimbangkan perubahan kebijakan dan regulasi serta masukan masyarakat selama proses perencanaan.

Keputusan tersebut muncul ketika pemerintah Australia dan pemerintah daerah meningkatkan perhatian terhadap pengembangan infrastruktur AI. Masyarakat juga semakin aktif menyampaikan kekhawatiran mengenai penggunaan sumber daya dan lokasi fasilitas.

Sementara itu, kebutuhan terhadap data center tetap meningkat. Perkembangan layanan digital dan AI membuat perusahaan teknologi membutuhkan infrastruktur komputasi yang semakin besar.

Dengan demikian, tantangan utama bukan hanya menentukan seberapa cepat fasilitas baru dapat dibangun. Pengembang dan pemerintah juga perlu mempertimbangkan lokasi, kebutuhan energi, penggunaan air, tata ruang, serta hubungan dengan masyarakat sekitar.

Perencanaan Menjadi Faktor Penting

Pembangunan data center membutuhkan perencanaan yang memperhatikan kondisi wilayah secara menyeluruh. Pemerintah perlu melihat kapasitas jaringan listrik dan ketersediaan air sebelum memberikan persetujuan terhadap proyek.

Selain itu, jarak dari kawasan pemukiman juga perlu menjadi pertimbangan. Tata ruang yang tepat dapat membantu mengurangi potensi gangguan terhadap masyarakat.

Pengembang juga dapat mempertimbangkan teknologi yang lebih efisien. Sistem pendinginan dan sumber energi yang tepat dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sumber daya di sekitar fasilitas.

Pada akhirnya, pertumbuhan data center akan terus berkaitan dengan kebutuhan ekonomi digital. Namun, pembangunan fasilitas tersebut juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Kasus di Sydney menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan. Karena itu, komunikasi dengan warga, perencanaan tata ruang, serta pengelolaan energi dan air menjadi bagian penting dalam pengembangan pusat data.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral SeaBank Oktober 2026, Bonus Rp10.000 untuk Pengguna Baru

Kode Referral SeaBank Oktober 2026, Bonus Rp10.000 untuk Pengguna Baru

Kunjungi Artikel