Blade Battery Generasi Kedua BYD Naikkan Kepadatan Energi 5 Persen

Japur Ganteng

Blade Battery Generasi Kedua Byd Naikkan Kepadatan Energi 5 Persen
Ilustrasi: Blade Battery Generasi Kedua Byd Naikkan Kepadatan Energi 5 Persen

Suratkami.com – Blade Battery generasi kedua menjadi pembaruan penting bagi teknologi baterai mobil listrik BYD. Baterai lithium iron phosphate (LFP) ini membawa kepadatan energi 5 persen lebih tinggi dibanding generasi pertama. BYD juga merancangnya agar dapat menerima pengisian berdaya tinggi dalam waktu singkat.

BYD memperkenalkan baterai tersebut di Shenzhen, Tiongkok, pada 5 Maret 2026. Pengembangannya berlangsung selama enam tahun, menurut perusahaan. Fokusnya bukan hanya mempercepat pengisian, tetapi juga menjaga keselamatan dan kemampuan baterai ketika digunakan dalam beragam kondisi.

Perubahan pada Blade Battery generasi kedua

Blade Battery pertama kali diperkenalkan pada 2020. Nama Blade merujuk pada bentuk selnya yang memanjang seperti bilah. Rancangan tersebut membantu pemanfaatan ruang dan mendukung integrasi baterai ke dalam kendaraan.

Generasi pertama mengangkat pendekatan keselamatan dan efisiensi ruang sebagai ciri utama. Kini, BYD mempertahankan fokus itu sambil meningkatkan kemampuan baterai menerima energi dalam durasi lebih pendek. Automotive World menyebut generasi terbaru ini sebagai pembaruan baterai BYD yang paling penting sejak Blade Battery debut.

Kenaikan kepadatan energi sebesar 5 persen memberi peluang untuk menambah jarak tempuh tanpa harus meningkatkan kapasitas baterai dalam proporsi yang sama. Namun, BYD tidak merinci angka jarak tempuh tertentu dalam keterangan yang tersedia. Hasil akhirnya juga bergantung pada kendaraan yang menggunakan baterai tersebut.

FlashPass mendukung pengisian cepat

Untuk mendukung pengisian, BYD mengembangkan sistem transportasi ion bernama FlashPass. Sistem ini mengoptimalkan perpindahan ion lithium pada katoda, elektrolit, dan anoda. Tujuannya menekan hambatan internal yang dapat memperlambat aliran energi.

BYD mengklaim baterai dapat terisi dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit menggunakan Flash Charging. Pengisian dari 10 persen hingga 97 persen disebut dapat berlangsung selama sembilan menit. Angka tersebut merupakan klaim perusahaan dan bergantung pada dukungan sistem pengisian yang sesuai.

Pengisian dengan daya sangat tinggi menghadirkan tantangan teknis. Arus energi besar dapat menghasilkan panas ketika ion bergerak di dalam baterai. Karena itu, sistem perlu mempercepat perpindahan ion sekaligus mengendalikan hambatan dan suhu.

Kecepatan pengisian juga tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kepadatan energi, kestabilan kimia, atau ketahanan struktur internal. BYD menyatakan pengembangan FlashPass berupaya menangani persoalan tersebut. Meski begitu, perusahaan tidak memerinci tahapan riset selama enam tahun maupun data ketahanan jangka panjang.

Performa baterai dalam suhu rendah

Kemampuan bekerja pada cuaca dingin menjadi bagian lain dari sasaran pengembangan. Suhu rendah dapat memengaruhi kecepatan pengisian baterai. BYD merancang generasi kedua agar penurunan performa pengisian dalam kondisi tersebut bisa ditekan.

Automotive World melaporkan hasil pengujian setelah baterai berada pada suhu minus 30 derajat Celsius selama 24 jam. Dalam kondisi itu, pengisian dari 20 persen ke 97 persen berlangsung selama 12 menit. Waktu tersebut hanya tiga menit lebih lama dibanding pengisian pada suhu normal.

Hasil uji itu memberi gambaran tentang perhatian BYD terhadap pemakaian di lingkungan dingin. Namun, satu hasil pengujian tidak serta-merta menggambarkan performa setiap kendaraan dalam semua situasi. Suhu sekitar, kondisi baterai, dan perangkat pengisian tetap dapat memengaruhi waktu yang dibutuhkan.

Infrastruktur menjadi bagian dari strategi

Pengisian supercepat memerlukan infrastruktur yang mampu menyalurkan daya tinggi. BYD menyiapkan Flash Charging dengan daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Sistem tersebut juga dilengkapi penyimpanan energi terintegrasi.

Menurut The EV Report, BYD telah memiliki 4.239 stasiun pengisian seperti ini di Tiongkok. Perusahaan menargetkan jumlahnya mencapai 20.000 stasiun hingga akhir 2026. Target itu menunjukkan bahwa pengembangan baterai berjalan berdampingan dengan perluasan jaringan pengisian.

BYD juga menyiapkan ekspansi internasional, meski rincian negara dan jadwalnya tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia. Kehadiran stasiun berdaya tinggi akan menjadi faktor penting agar klaim waktu pengisian dapat dirasakan pengguna. Tanpa dukungan jaringan yang memadai, kemampuan baterai tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya.

Enam tahun untuk menjawab tantangan teknis

Menurut BYD, meningkatkan daya pengisian saja tidak cukup. Baterai harus menerima aliran energi besar, menjaga suhu, dan mempertahankan stabilitas kimia serta struktur internal. Para insinyur juga perlu menyeimbangkan kebutuhan pengisian singkat dengan kepadatan energi.

Di sisi lain, pengguna mengharapkan baterai tetap aman dan tahan dipakai. Pengisian cepat yang membuat baterai lebih cepat mengalami penurunan kemampuan akan mengurangi manfaatnya dalam jangka panjang. Karena itu, pengendalian panas dan hambatan ion menjadi bagian penting dari pendekatan FlashPass.

BYD belum memublikasikan rincian lengkap proses pengembangan enam tahun tersebut. Perusahaan juga belum memberikan angka khusus mengenai usia pakai atau perubahan kapasitas setelah penggunaan berulang. Informasi itu akan membantu menilai kinerja baterai dalam pemakaian sehari-hari.

Dampak bagi pemakaian mobil listrik

Waktu tunggu yang lebih singkat dapat membuat perjalanan jauh dengan mobil listrik terasa lebih praktis. Pengemudi berpotensi menghabiskan lebih sedikit waktu di stasiun pengisian, terutama jika kendaraan dan jaringan sama-sama mendukung Flash Charging. Namun, manfaatnya bergantung pada ketersediaan fasilitas di rute perjalanan.

Blade Battery generasi kedua memperlihatkan arah pengembangan BYD: menggabungkan kepadatan energi lebih tinggi, kemampuan menerima pengisian cepat, dan perhatian terhadap kondisi suhu rendah. Tantangan berikutnya adalah membuktikan kinerja tersebut secara konsisten pada kendaraan produksi dan jaringan pengisian yang lebih luas.

Bagi pasar mobil listrik, pembaruan ini penting karena jarak tempuh bukan satu-satunya pertimbangan pengguna. Kemudahan mengisi daya, keselamatan, dan ketahanan baterai ikut menentukan pengalaman kepemilikan. Karena itu, keberhasilan teknologi ini akan bergantung pada perpaduan antara baterai, kendaraan, dan infrastruktur pendukungnya.

Editor:

Japur Ganteng

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Bibit Oktober 2026: Cara Daftar Mudah, Cepat Acc, Bonus Cashback Rp25.000

Kode Referral Bibit Oktober 2026: Cara Daftar Mudah, Cepat Acc, Bonus Cashback Rp25.000

Kunjungi Artikel