Jumat, 23 Oktober 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Standard Chartered Naikkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Oleh Jaya Purnama · Oktober 23, 2026 · 2:05 pm
Standard Chartered Naikkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar
Dukung
Daftar Isi 4 bagian

SuratKami.com – Jakarta, Standard Chartered Indonesia meningkatkan fasilitas pembiayaan kepada PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), produsen sepeda motor listrik ALVA, menjadi USD20 juta atau setara Rp358,2 miliar. Tambahan pendanaan ini memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat operasional, kapasitas manufaktur, serta pengembangan produk kendaraan listrik di Indonesia.

Langkah tersebut melanjutkan kerja sama Standard Chartered dengan EMI, anak usaha PT Indika Energy Tbk yang bergerak dalam industri mobilitas listrik. Selain mendukung pertumbuhan bisnis ALVA, fasilitas pembiayaan ini juga memperkuat rantai pasok domestik dan pengembangan ekosistem sepeda motor listrik nasional.

Peningkatan pendanaan ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya kendaraan roda dua. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih besar, EMI memiliki fleksibilitas untuk menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen, sekaligus memperkuat kemampuan produksi serta inovasi produknya.

Pembiayaan ALVA Naik Menjadi USD20 Juta

CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro OBE mengatakan, peningkatan fasilitas pembiayaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan EMI dan perkembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat elektrifikasi kendaraan roda dua.

Donny menyoroti jumlah sepeda motor yang beredar di Indonesia, yakni sekitar 145 juta unit. Besarnya populasi kendaraan tersebut membuka peluang bagi motor listrik untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Namun, Donny menegaskan bahwa transisi kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan jumlah kendaraan di jalan. Industri juga membutuhkan kapasitas produksi dalam negeri, rantai pasok yang kuat, serta akses pembiayaan yang memadai agar ekosistem kendaraan listrik dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Keberhasilan transisi ini tidak hanya ditentukan oleh semakin banyaknya kendaraan listrik di jalan. Kita juga perlu membangun ekosistem industri yang kuat, mulai dari kapasitas produksi dalam negeri, rantai pasok, hingga akses terhadap pembiayaan,” kata Donny dalam konferensi pers, Selasa, 20 Oktober 2026.

Selain memperkuat dukungan terhadap EMI, kerja sama tersebut mencerminkan upaya Standard Chartered untuk mendukung pertumbuhan perusahaan lokal. Bank itu juga ingin mendorong adopsi kendaraan listrik sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

ALVA Perkuat Manufaktur dan Pengembangan Produk

Chief Executive Officer ALVA Purbaja Pantja menyambut peningkatan fasilitas pembiayaan tersebut sebagai dukungan terhadap kebutuhan pendanaan perusahaan. Menurutnya, fasilitas yang lebih besar memberikan fleksibilitas bagi ALVA untuk menjalankan operasional dan memperluas bisnis.

Purbaja menjelaskan bahwa pendanaan tersebut membantu perusahaan menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen. Ketersediaan kedua unsur itu penting untuk mendukung kegiatan manufaktur sekaligus menjaga kelancaran proses produksi.

Di sisi lain, ALVA juga dapat memanfaatkan fleksibilitas pendanaan untuk memperkuat kapabilitas manufaktur dan mengembangkan produk di Indonesia. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan industri motor listrik domestik.

“Dukungan ini membantu kami menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen, seiring penguatan kapabilitas manufaktur dan pengembangan produk di Indonesia,” ujar Purbaja.

Ia berharap kelanjutan kerja sama dengan Standard Chartered dapat mendukung pertumbuhan ALVA secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan ingin memperkuat rantai pasok industri sepeda motor listrik dalam negeri agar mampu menopang perkembangan pasar kendaraan listrik.

Penguatan rantai pasok menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri ini. Pasalnya, produsen membutuhkan ketersediaan komponen dan bahan baku yang terjaga untuk menjalankan produksi secara konsisten serta mendukung pengembangan produk baru.

Ekosistem Motor Listrik Butuh Dukungan Industri

Peningkatan fasilitas pembiayaan EMI juga memperlihatkan peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik. Selain membantu kebutuhan operasional perusahaan, pembiayaan dapat membuka ruang bagi produsen untuk memperkuat kapasitas produksi dan membangun rantai pasok yang lebih tangguh.

Sementara itu, percepatan adopsi motor listrik membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Produsen perlu mengembangkan produk dan kemampuan manufaktur, sedangkan sektor keuangan dapat membantu menyediakan akses modal untuk mendukung ekspansi bisnis.

Karena itu, pembiayaan kepada EMI tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pendanaan satu perusahaan. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi industri kendaraan listrik nasional, terutama melalui dukungan terhadap kegiatan manufaktur dan pengadaan komponen.

Standard Chartered menempatkan kerja sama tersebut dalam agenda yang lebih luas untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Bank ini menyediakan solusi pembiayaan bagi perusahaan di berbagai sektor, termasuk energi, transportasi, dan industri.

Dengan demikian, pendanaan bagi perusahaan mobilitas listrik seperti EMI dapat membantu menghubungkan kebutuhan pertumbuhan bisnis dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Meski begitu, perkembangan industri tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk kesiapan rantai pasok, kemampuan produksi, dan pertumbuhan permintaan kendaraan listrik.

Standard Chartered Mobilisasi Pembiayaan Berkelanjutan

Secara global, Standard Chartered telah memobilisasi pembiayaan berkelanjutan senilai USD157 miliar sejak Januari 2021 hingga September 2025. Angka tersebut menjadi bagian dari target perusahaan untuk memobilisasi USD300 miliar pembiayaan berkelanjutan pada 2030.

Di Indonesia, Standard Chartered memanfaatkan jaringan internasional dan kemampuan pembiayaannya untuk mendukung berbagai inisiatif transisi energi serta pengembangan industri rendah karbon. Pendekatan ini mencakup kerja sama dengan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sejalan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.

Kerja sama dengan EMI menjadi salah satu contoh dukungan tersebut. Melalui peningkatan fasilitas pembiayaan menjadi USD20 juta, Standard Chartered membantu menyediakan fleksibilitas pendanaan bagi perusahaan yang bergerak dalam industri kendaraan listrik.

Ke depan, penguatan pembiayaan, manufaktur, dan rantai pasok akan menjadi bagian penting dalam perkembangan ekosistem motor listrik Indonesia. Selain mendukung pertumbuhan perusahaan, kolaborasi antara lembaga keuangan dan pelaku industri dapat membantu memperkuat fondasi industri kendaraan listrik nasional.

Peningkatan fasilitas pembiayaan ini sekaligus mempertegas hubungan antara akses modal dan pengembangan industri rendah karbon. Namun, dampak jangka panjangnya akan bergantung pada kemampuan perusahaan memanfaatkan pendanaan tersebut untuk menjaga operasional, meningkatkan kapasitas manufaktur, serta mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Tag: ·
Jaya Purnama

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)