Sabtu, 24 Oktober 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Unesa Siapkan Beasiswa untuk Atlet Asian Para Games 2026

Oleh Ragilkun · Oktober 23, 2026 · 10:58 pm
Unesa Siapkan Beasiswa untuk Atlet Asian Para Games 2026
Dukung
Daftar Isi 5 bagian

SuratKami.com – Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyiapkan beasiswa pendidikan jenjang sarjana, magister, dan doktor bagi atlet serta pelatih kontingen Indonesia yang berlaga di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan atlet sekaligus membuka peluang pendidikan untuk menunjang masa depan mereka.

Selain memberikan dukungan bagi atlet berprestasi, Unesa ingin membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Melalui program tersebut, atlet dan pelatih dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus mengabaikan perjalanan mereka di dunia olahraga.

Langkah ini hadir setelah kontingen Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan. Dalam ajang yang berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 tersebut, Merah Putih meraih 8 medali emas, 8 medali perak, dan 22 medali perunggu. Raihan itu melampaui target yang sebelumnya ditetapkan untuk tim Indonesia.

Unesa Siapkan Beasiswa Atlet Asian Para Games 2026

Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan, menegaskan bahwa perjuangan atlet perlu mendapat dukungan nyata. Menurutnya, prestasi internasional harus berjalan seiring dengan kesempatan membangun masa depan melalui pendidikan.

Ia menilai atlet membutuhkan kepastian mengenai perjalanan karier setelah masa puncak mereka di lapangan berakhir. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Indonesia.

“Perjuangan mereka mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia adalah pengorbanan luar biasa. Unesa memberikan karpet merah pendidikan agar para atlet, pelatih, dan ofisial memiliki kepastian masa depan akademik pasca-kompetisi,” tegas Cak Hasan.

Melalui kebijakan ini, Unesa ingin memastikan prestasi olahraga tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh pendidikan tinggi. Sebaliknya, pengalaman bertanding dan pencapaian internasional dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan akademik maupun profesional atlet.

Pembebasan UKT hingga Jalur Khusus S2 dan S3

Unesa menyiapkan skema dukungan yang menyesuaikan jenjang pendidikan penerima. Untuk program sarjana atau S1, kampus memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai kebijakan yang disiapkan bagi penerima beasiswa.

Sementara itu, atlet dan pelatih yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2 serta doktor atau S3 dapat menempuh jalur khusus. Skema ini memungkinkan rekam jejak, pengalaman, dan prestasi olahraga tingkat dunia memiliki bobot dalam pengakuan kredit perkuliahan atau satuan kredit semester (SKS).

Namun, pengakuan tersebut tetap mengikuti proses asesmen yang terukur. Dengan demikian, pengalaman olahraga tidak serta-merta menggantikan seluruh proses akademik, melainkan menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian sesuai mekanisme yang berlaku.

Pendekatan ini juga membuka peluang bagi atlet untuk mengembangkan kompetensi di luar arena pertandingan. Selain memperkuat kemampuan akademik, pendidikan tinggi dapat membantu mereka mempersiapkan karier sebagai pelatih, tenaga profesional olahraga, maupun bidang lain yang sesuai dengan keahlian masing-masing.

Mahasiswa Unesa Sumbang Medali untuk Indonesia

Dukungan terhadap atlet juga berkaitan langsung dengan prestasi mahasiswa Unesa di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Salah satunya ialah Mutiara Cantik Hartanto, atlet renang nasional yang menempuh studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga di Unesa.

Mutiara menyumbangkan medali perunggu pada nomor 4×100 meter medley relay 34 points. Selain itu, ia meraih medali perak pada nomor Women’s 100m Breaststroke SB9. Pencapaian tersebut memperlihatkan kontribusi mahasiswa dalam memperkuat hasil kontingen Indonesia di ajang internasional.

Prestasi berikutnya datang dari Ken Swagumilang, mahasiswa program S2 Manajemen Olahraga Unesa. Ia meraih dua medali perak melalui nomor compound men’s doubles dan compound mixed team.

Sementara itu, Maulana Rifky Yavianda, mahasiswa S2 Manajemen Olahraga Unesa, turut menyumbangkan medali perak dari cabang olahraga renang. Ia meraih penghargaan tersebut pada nomor men’s 50m freestyle S13.

Deretan prestasi itu menunjukkan keterlibatan mahasiswa Unesa dalam berbagai cabang olahraga. Selain berjuang di arena internasional, mereka juga menjalani pendidikan tinggi untuk memperkuat bekal pengetahuan dan keterampilan bagi masa depan.

CdM Indonesia Dukung Integrasi Olahraga dan Pendidikan

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyambut positif langkah Unesa. Ia melihat dukungan pendidikan tinggi sebagai bagian penting dari pendampingan atlet disabilitas Indonesia.

Integrasi antara prestasi olahraga dan pendidikan dapat membantu atlet mempersiapkan kehidupan setelah kompetisi. Karena itu, dukungan dari perguruan tinggi menjadi salah satu unsur penting dalam membangun sistem pembinaan yang memperhatikan kebutuhan atlet secara lebih menyeluruh.

Selain mengejar hasil pertandingan, atlet juga membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan potensi diri, dan merencanakan karier jangka panjang. Dukungan semacam ini dapat memperluas pilihan mereka ketika kelak mengurangi aktivitas sebagai atlet profesional.

Langkah Unesa juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia olahraga dan pendidikan. Melalui dukungan akademik, atlet berprestasi memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri tanpa harus memisahkan pencapaian di bidang olahraga dari tujuan pendidikan.

Penerima Beasiswa Tetap Menjaga Prestasi Akademik

Meski memberikan dukungan khusus, Unesa tetap menekankan pentingnya standar akademik. Seluruh penerima beasiswa wajib menjaga stabilitas Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama menjalani perkuliahan.

Selain itu, penerima program juga harus mempertahankan konsistensi pembinaan olahraga. Ketentuan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan komitmen mereka terhadap pengembangan prestasi olahraga.

Dengan persyaratan tersebut, penerima beasiswa diharapkan mampu menjalani kedua tanggung jawab secara beriringan. Mereka tidak hanya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan, tetapi juga tetap menjaga kualitas pembelajaran serta keterlibatan dalam pembinaan olahraga.

Pada akhirnya, program beasiswa ini menjadi salah satu upaya Unesa untuk mendukung masa depan atlet dan pelatih Indonesia. Selain memberikan apresiasi atas perjuangan di panggung internasional, kebijakan tersebut membuka jalan bagi mereka untuk meraih kesempatan baru melalui pendidikan tinggi.

Keberhasilan atlet tidak hanya tercermin dari medali yang mereka raih. Dengan akses pendidikan yang lebih luas, mereka juga memiliki peluang untuk membangun karier jangka panjang dan terus berkontribusi bagi perkembangan olahraga Indonesia.

Tag: ·
Ragilkun

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)