Selasa, 27 Oktober 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Chery Kaji Pabrik Mandiri di Indonesia, Siapkan Investasi Rp 5,2 T

Oleh Jaya Purnama · Oktober 27, 2026 · 8:35 pm
Dukung
Daftar Isi 12 bagian

SuratKami.com – Jakarta, Chery Group terus memperkuat bisnis otomotifnya di Indonesia seiring pertumbuhan penjualan dan perkembangan merek Jaecoo. Perusahaan asal China tersebut kini mengkaji rencana pembangunan pabrik mandiri untuk memperluas kapasitas manufaktur sekaligus memperkuat kehadirannya di pasar otomotif nasional.

Namun, Chery belum mengambil keputusan final mengenai pembangunan fasilitas produksi independen. Manajemen masih mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama skema insentif pemerintah, dukungan terhadap industri otomotif, serta kepastian regulasi dalam jangka panjang.

Saat ini, Chery masih mengandalkan fasilitas produksi PT Handal Indonesia Motor untuk merakit kendaraan dari berbagai merek dalam grupnya. Di tengah perkembangan tersebut, perusahaan menyiapkan langkah lokalisasi komponen dan baterai untuk memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Chery Kaji Pabrik Mandiri di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi Chery Group. Pertumbuhan bisnis perusahaan juga terlihat melalui Jaecoo, yang berhasil menembus daftar mobil terlaris dan bersaing dengan sejumlah merek otomotif asal Jepang.

Meski menunjukkan perkembangan positif, Chery masih menjalankan kegiatan perakitan melalui mitra manufaktur lokal. Fasilitas PT Handal Indonesia Motor menangani produksi kendaraan Chery, Jaecoo, dan iCar. Sementara itu, perusahaan menjadwalkan produksi Omoda O4 di Indonesia pada November 2026.

Rencana pembangunan pabrik mandiri sebenarnya telah menjadi pembahasan sejak tahun sebelumnya. Namun, manajemen memilih mengevaluasi berbagai aspek bisnis sebelum mengambil keputusan investasi untuk fasilitas tersebut.

Peluang pembangunan pabrik tetap terbuka apabila pemerintah menghadirkan skema insentif dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, kepastian kebijakan menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan yang ingin menanamkan modal dalam jangka panjang.

Kepastian Regulasi Menjadi Pertimbangan Utama

Presiden Direktur PT Chery Group, Zeng Shuo, menegaskan bahwa perusahaan mempertimbangkan investasi dengan orientasi jangka panjang. Karena itu, konsistensi regulasi memegang peranan penting dalam menentukan strategi bisnis dan pengembangan manufaktur.

“Jadi kita investment-nya biasanya bukan short term. Biasanya kita long term. Jadi regulasi yang konsisten sama stabil amat penting biar industri sehat dan berkembang,” ujar Zeng Shuo saat ditemui di Wuhu, China.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keputusan membangun pabrik mandiri tidak hanya bergantung pada pertumbuhan penjualan. Perusahaan juga perlu memperhitungkan kepastian aturan, kelayakan investasi, serta prospek permintaan kendaraan dalam jangka panjang.

Selain itu, kebijakan industri yang konsisten dapat membantu perusahaan menyusun rencana produksi dan pengadaan komponen dengan lebih terukur. Dengan demikian, Chery dapat mengevaluasi pilihan antara memperluas kerja sama dengan mitra lokal atau membangun fasilitas manufaktur sendiri.

Meski belum memastikan jadwal pembangunan pabrik mandiri, Chery tetap melanjutkan pengembangan operasional di Indonesia. Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk mengikuti kebijakan dan peta jalan industri yang telah pemerintah tetapkan.

Investasi Rp 5,2 Triliun hingga 2030

Chery memiliki komitmen investasi senilai Rp 5,2 triliun hingga 2030. Perusahaan mengalokasikan investasi tersebut untuk pengembangan jaringan manufaktur, baik melalui kemitraan dengan perusahaan lokal maupun kemungkinan pembangunan pabrik mandiri.

Komitmen ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Chery untuk memperkuat bisnisnya di Indonesia. Selain mendukung produksi kendaraan untuk pasar domestik, pengembangan manufaktur juga berpotensi memperluas peran Indonesia dalam jaringan bisnis perusahaan.

Namun, nilai investasi tersebut tidak otomatis berarti Chery telah memutuskan membangun pabrik independen. Manajemen masih mengkaji pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis dan kondisi industri di Indonesia.

Di sisi lain, Chery juga memperluas jangkauan bisnis melalui kegiatan ekspor. Perusahaan telah mengekspor kendaraan berkonfigurasi setir kiri dari Indonesia ke Vietnam. Langkah ini menunjukkan bahwa kegiatan manufaktur di dalam negeri juga dapat mendukung pasar di luar Indonesia.

Ke depan, perkembangan ekspor dan permintaan domestik dapat menjadi bagian dari pertimbangan perusahaan saat menyusun strategi kapasitas produksi. Meski begitu, keputusan investasi tetap memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan pasar dan lingkungan usaha.

Chery Percepat Lokalisasi Komponen dan Baterai

Selain membahas pabrik mandiri, Chery terus meningkatkan penggunaan komponen lokal melalui kerja sama dengan sejumlah pemasok dalam negeri. Langkah tersebut membantu perusahaan memperkuat rantai pasok lokal sekaligus menyesuaikan kegiatan produksi dengan kebijakan industri nasional.

Selanjutnya, Chery merancang percepatan lokalisasi baterai untuk memenuhi ketentuan TKDN sebesar 60 persen pada tahun depan, sesuai informasi yang disampaikan dalam bahan pemberitaan. Perusahaan perlu mengembangkan strategi pengadaan dan produksi komponen agar rencana tersebut sejalan dengan ketentuan yang berlaku.

Zeng Shuo menegaskan bahwa Chery akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait lokalisasi. “Kita sudah follow policy yang localization ini. Jadi ke depan kita juga akan tetap follow aturan sama roadmap yang sudah diset pemerintah,” tegasnya.

Upaya lokalisasi memiliki arti penting bagi pengembangan industri otomotif nasional. Selain mendorong keterlibatan pemasok dalam negeri, peningkatan kandungan lokal dapat membantu perusahaan menyesuaikan rantai pasok dengan ketentuan pemerintah.

Meski demikian, percepatan lokalisasi baterai dan pemenuhan TKDN membutuhkan perencanaan teknis serta kesiapan pemasok. Karena itu, perkembangan kebijakan, kapasitas industri pendukung, dan strategi investasi akan turut memengaruhi pelaksanaan rencana tersebut.

Peluang dan Tantangan Ekspansi Chery

Pertumbuhan Jaecoo dan perkembangan merek lain dalam grup memberikan peluang bagi Chery untuk memperluas bisnis di Indonesia. Namun, perusahaan perlu menyeimbangkan peningkatan permintaan dengan kapasitas produksi, biaya investasi, dan kesiapan rantai pasok lokal.

Jika kondisi investasi mendukung, pembangunan pabrik mandiri dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat kendali perusahaan atas kegiatan manufaktur. Sebaliknya, kerja sama dengan mitra produksi tetap menjadi alternatif selama memberikan efisiensi dan fleksibilitas yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Selain itu, kepastian regulasi dapat membantu perusahaan menghitung risiko dan menyusun strategi jangka panjang. Bagi industri otomotif, keputusan investasi semacam ini biasanya berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari proyeksi penjualan hingga kesiapan komponen lokal.

Pada akhirnya, Chery masih harus menyelesaikan evaluasi sebelum menentukan langkah berikutnya. Komitmen investasi Rp 5,2 triliun hingga 2030, pengembangan produksi bersama mitra lokal, dan percepatan lokalisasi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisinya di Indonesia.

FAQ Seputar Rencana Pabrik Chery

Apakah Chery akan membangun pabrik mandiri di Indonesia?

Chery masih mengkaji rencana tersebut. Keputusan akhirnya bergantung pada sejumlah faktor, termasuk dukungan pemerintah, skema insentif, dan kepastian regulasi.

Berapa nilai komitmen investasi Chery di Indonesia?

Chery memiliki komitmen investasi senilai Rp 5,2 triliun hingga 2030 untuk mendukung pengembangan jaringan manufaktur melalui kemitraan maupun kemungkinan pabrik mandiri.

Di mana Chery merakit kendaraannya saat ini?

Chery, Jaecoo, dan iCar saat ini memanfaatkan fasilitas produksi PT Handal Indonesia Motor untuk merakit kendaraan mereka di Indonesia.

Kapan Omoda O4 mulai diproduksi di Indonesia?

Berdasarkan informasi dalam bahan pemberitaan, produksi Omoda O4 di Indonesia dijadwalkan menyusul pada November 2026.

Apa langkah Chery untuk memenuhi ketentuan TKDN?

Chery meningkatkan penggunaan komponen lokal dan merancang percepatan lokalisasi baterai untuk mendukung pemenuhan ketentuan TKDN sebesar 60 persen pada tahun depan.

Apakah Chery sudah mengekspor mobil dari Indonesia?

Ya. Chery Indonesia telah mengekspor kendaraan berkonfigurasi setir kiri ke Vietnam sebagai bagian dari perluasan jangkauan bisnisnya.

Dengan demikian, langkah Chery di Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan kendaraan. Perusahaan juga menimbang penguatan manufaktur, pengembangan pemasok lokal, dan peluang ekspor sebelum menentukan keputusan besar terkait pembangunan pabrik mandiri.

Tag: ·

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.