Melodi yang Diwakilkan Kisah di Balik Album Jika Kamu Adalah Sebuah Lagu

Jaya Purnama

Album Jika Kamu Adalah Sebuah Lagu merupakan sebuah project musik dari saya yang ingin mencoba sesuatu yang baru, dengan mengajak beberapa rekan musisi dari komunitas DISTORSI dan beberapa talent dari CIO Production untuk mengisi suara lagu-lagu yang semuanya ditulis oleh saya sendiri.

Ide ini terpikir setelah saya mengeluarkan album di tahun 2024. Setelah itu saya mulai merasa jenuh untuk mengisi vokal, apalagi karena prosesnya yang berulang-ulang, sementara di sisi lain aktivitas pekerjaan saya juga makin padat beberapa tahun belakangan ini. Akhirnya saya merasa kekurangan waktu dan memutuskan untuk sekarang lebih fokus di menulis lagu saja tanpa harus membawakannya sendiri.

Ternyata setelah dijalani, ada rasa tersendiri yang nggak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata waktu mendengarkan lagu-lagu yang saya tulis dibawakan penyanyi lain. Rasanya seperti ada nyawa baru, ada warna yang sebelumnya tidak saya bayangkan, dan itu bikin lagu-lagunya terasa lebih spesial.

Judul album ini sendiri diambil dari judul lagu yang sama, yaitu “Jika Kamu Adalah Sebuah Lagu”. Lagu ini berawal dari bayangan saya, kalau misalnya seseorang yang kita cintai itu diibaratkan menjadi sebuah lagu, kira-kira seperti apa ya lagu itu?

Untuk tema, keseluruhan lagu di album ini masih tentang romansa, tentang cinta anak manusia, tapi dari sudut pandang yang lebih kompleks. Nggak cuma soal jatuh cinta, tapi juga tentang kehilangan, harapan, dan semua rasa yang mungkin kita alami sebagai manusia.

Proses penulisan lagu-lagunya sebenarnya cukup panjang. Mungkin dimulai dari 3–4 tahun lalu. Banyak lagu-lagu yang saya tulis dulu tapi belum pernah saya bawakan, entah karena merasa kurang cocok atau belum menemukan waktu yang pas. Lagu-lagu itu saya simpan dulu, sampai akhirnya bisa saya kumpulkan dan satukan di project ini.

Untuk keseluruhan produksi, semua lagu di album ini dikerjakan oleh Handmen Audio Production, mulai dari proses aransemen sampai mixing dan mastering. Tapi ada satu lagu yang lead gitarnya diisi oleh Fajar Taufik Hidayat.
Produksi album ini berlangsung dari Juli 2024 sampai Maret 2025, dan akhirnya bisa rilis pada 18 April 2025.

Warna musik di album ini sebagian besar pop dengan sentuhan modern atau sedikit elektronik di beberapa lagu, tapi ada juga lagu-lagu yang warnanya pop biasa, tanpa banyak sentuhan elektronik.

Awalnya rencananya album ini akan berisi 12 lagu, tapi karena saya merasa cukup akhirnya saya putuskan 10 lagu saja. Salah satu hal baru yang saya lakukan di album ini adalah urutan lagu yang saya susun berdasarkan abjad judul lagu, bukan berdasarkan kekuatan lagu atau emosional seperti biasanya.

Harapan saya untuk album ini nggak muluk-muluk sih, saya cuma ingin album ini bisa dinikmati oleh para pendengar. Buat saya, album ini berhasil rampung dan rilis saja sudah lebih dari cukup.


Saya juga ingin berterima kasih banyak untuk semua bantuan dari teman-teman yang terlibat — Dhanis Martin, Oktaviani Queen, Feby Silviya, Eva Fingers, dan Anes Cecilia — yang sudah antusias dari awal dan membawakan lagu-lagu ini dengan sepenuh hati. Semoga ke depan masih ada kesempatan lagi untuk berkolaborasi bareng.

Editor:

Jaya Purnama

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Promo Maxim 200.000 Terbaru Mei 2026, Untuk Diskon Perjalanan Pengguna Baru

Kode Promo Maxim 200.000 Terbaru Mei 2026, Untuk Diskon Perjalanan Pengguna Baru

Kunjungi Artikel