Misteri Kematian Pegawai Koperasi di Natar: Pandra Diduga Dibunuh Nasabah Sendiri

Japur SK

Suratkami.com – Lampung Selatan, Misteri kematian Pandra Apriliadi, pria berusia 21 tahun yang bekerja sebagai pegawai koperasi simpan pinjam di wilayah Lampung Selatan, mulai menemui titik terang. Sebelumnya dilaporkan hilang saat menagih utang ke salah satu nasabah koperasi di Kecamatan Natar, kini Pandra ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Keluarga korban menduga kuat bahwa pemuda tersebut menjadi korban pembunuhan oleh nasabah yang ia datangi. Dugaan ini semakin diperkuat dengan kronologi kejadian serta temuan jenazah pria yang memiliki ciri-ciri serupa dengan Pandra, mengapung di sungai wilayah setempat.

Peristiwa ini menjadi sorotan warga Lampung Selatan, terlebih setelah kabar hilangnya Pandra menyebar luas di media sosial. Kejadian bermula pada Minggu malam, saat Pandra memberi kabar terakhir kepada kekasihnya bahwa ia hendak menagih utang ke rumah seorang nasabah berinisial SP di Desa Purworejo. Keesokan harinya, Senin 28 Juli 2025, ia dilaporkan hilang setelah tidak bisa lagi dihubungi. Pacar Pandra yang merasa curiga segera menghubungi keluarga korban, dan pencarian pun dilakukan secara langsung ke rumah nasabah tersebut.

Menurut keterangan keluarga, Pandra sempat melakukan video call dengan sang kekasih saat dalam perjalanan bersama nasabah SP. Namun, video call tersebut tiba-tiba terputus dan ponsel korban tidak bisa lagi dihubungi. Keluarga pun langsung menuju lokasi terakhir yang diketahui dan mengonfirmasi bahwa Pandra memang sempat datang ke rumah nasabah tersebut. Namun setelah keluar rumah, warga sekitar tidak mengetahui ke mana mereka pergi. Pandra dilaporkan menggunakan sepeda motor saat itu.

Penemuan mayat pria mengapung di sungai yang berlokasi di Desa Haduyang, Kecamatan Natar, pada Kamis pagi (31/7/2025) mengejutkan warga sekitar. Proses evakuasi jasad bahkan terekam dan tersebar luas di media sosial, menimbulkan spekulasi serta kecemasan masyarakat. Dalam video tersebut, tampak warga berkerumun menyaksikan proses pengangkatan jenazah oleh petugas. Berdasarkan pakaian dan informasi lainnya, keluarga menduga kuat bahwa jasad itu adalah Pandra Apriliadi.

Paman korban, Andi Haidar, mengungkapkan bahwa pakaian yang dikenakan korban saat terakhir terlihat sangat mirip dengan yang digunakan oleh jasad pria tersebut. Meski begitu, ia belum melihat langsung kondisi jenazah karena masih berada dalam penanganan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Menurut Andi, pihak keluarga sangat berharap pihak kepolisian segera menuntaskan penyelidikan dan mengungkap pelaku di balik dugaan pembunuhan ini.

Kepolisian Daerah Lampung melalui Direktur Reserse Kriminal Umum, Komisaris Besar Indra Hermawan, membenarkan bahwa saat ini proses identifikasi sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan identitas pasti korban, meski ciri-ciri yang ditemukan di TKP sangat mengarah pada sosok Pandra. Proses autopsi oleh tim forensik menjadi langkah krusial untuk memastikan identitas korban sekaligus mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Inafis. Hasil sementara menunjukkan bahwa jasad ditemukan dalam kondisi mengapung dan telah berada cukup lama di aliran sungai. Namun, tidak ditemukan luka terbuka yang mencolok, sehingga autopsi menjadi satu-satunya cara untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada tindakan pembunuhan.

Warga sekitar yang mengetahui aktivitas terakhir Pandra juga telah dimintai keterangan. Mereka menyatakan bahwa Pandra memang sempat bertamu ke rumah SP, nasabah yang diduga terakhir bersama korban. Namun setelah keluar dari rumah tersebut, keberadaan keduanya tak lagi terlacak. Beberapa warga menyebut sempat melihat mereka pergi menggunakan sepeda motor, tetapi tidak diketahui arahnya.

Kabar kematian Pandra Apriliadi menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, serta menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan tugas pekerjaan yang mengharuskannya menemui nasabah secara langsung. Banyak pihak mulai menyoroti keamanan kerja para pegawai koperasi yang dituntut menagih utang tanpa pengamanan memadai, terlebih ketika harus mendatangi rumah nasabah secara individual.

Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai sistem keamanan dalam proses penagihan lapangan yang dilakukan oleh banyak koperasi simpan pinjam di berbagai daerah. Beberapa netizen menuliskan keprihatinan mereka di media sosial dan mendesak agar pihak berwenang memberi perlindungan hukum serta jaminan keselamatan bagi pekerja koperasi di lapangan.

Pihak keluarga terus mengikuti perkembangan hasil autopsi dan berharap adanya kejelasan hukum atas kasus ini. Mereka menilai bahwa jika benar Pandra dibunuh, maka pelakunya harus dihukum setimpal. Hingga berita ini ditulis, pihak RS Bhayangkara Polda Lampung masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait identitas korban.

Beberapa pihak menyarankan agar penyelidikan kasus ini diperluas, termasuk menyelidiki latar belakang hubungan antara Pandra dan nasabah berinisial SP. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya konflik dalam proses penagihan atau motif lain yang mungkin melatarbelakangi tindakan kejahatan tersebut. Aparat kepolisian disebut telah mengantongi beberapa nama yang akan dimintai keterangan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Masyarakat Desa Purworejo dan Desa Haduyang berharap agar proses hukum bisa berlangsung cepat dan transparan. Mereka merasa resah dengan adanya kasus pembunuhan di lingkungan sekitar, terlebih jika pelaku masih berada di antara mereka. Situasi ini menambah daftar panjang kasus kriminal yang melibatkan korban pegawai koperasi dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Lampung Selatan.

Pandra Apriliadi, sosok muda pekerja keras yang dikenal ramah oleh rekan-rekan dan keluarganya, kini hanya bisa dikenang lewat cerita dan doa. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dalam bekerja, termasuk bagi profesi penagih utang, harus menjadi perhatian bersama. Semoga kebenaran segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan demi memberikan ketenangan bagi keluarga korban dan masyarakat yang berduka.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Cara Melihat Kode Referral Bank Saqu Mei 2026 dan Nikmati Promo Pengguna Baru

Cara Melihat Kode Referral Bank Saqu Mei 2026 dan Nikmati Promo Pengguna Baru

Kunjungi Artikel